Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Tujuan # 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Ratu Elizabeth nyatakan perang atas plastik

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2Cem15v
Sumber foto: http://bit.ly/2Cem15v
<p>Ratu Inggris, Elizabeth II menyatakan perang atas plastik di lingkungannya, dengan melarang sedotan, dan botol plastic di seluruh properti milik kerajaan. Dalam sebuah keterangan, Istana Buckingham, tempat kediaman utama ratu mengeluarkan aturan baru terkait hal ini. </p><p>Sebagaimana dilaporkan oleh harian <i>The Daily Telegraph</i>, diperkirakan bahwa ketidaksukaan Elizabeth muncul setelah berinteraksi dengan David Attenborough dalam sebuah film dokumenter mengenai kehidupan margasatwa di wilayah Persemakmuran. </p><p>Dalam dokumenter tersebut, terlihat Ratu Elizabeth dan Sir David Attenborough berbincang hangat. Program tersebut berencana menghasilkan jaringan hutan lindung di 52 negara yang tergabung dalam komunitas bekas jajahan Inggris itu. </p><p>Di antara langkah-langkah yang akan diambil, juga menghapuskan penggunaan sedotan plastik di sejumlah kedai kopi umum dan di ruang makan karyawan properti milik kerajaan. Kini, jangan heran jika berkunjung ke salah satu properti milik kerajaan Inggris maka anda hanya akan disuguhi dengan peralatan yang dapat digunakan ulang, atau maksimal kertas daur ulang. Semua perusahan katering yang melayani di Istana Buckingham, Puri Windsor dan Istana Holyroodhouse (semuanya kediaman resmi Ratu) wajib menggunakannya. Bahkan makanan cepat saji yang ditawarkan harus menggunakan alat makan yang dapat didaur ulang. </p><p>“Di seluruh organisasi, Kediaman Kerajaan berkomitmen untuk mengurangi dampaknya pada lingkungan. Bagian dari komitmen itu adalah mengambil langkah praktis mengurangi penggunaan plastik. Di semua jajaran, ada keingingan untuk melakukan hal itu,” demikian ungkap seorang juru bicara Istana Buckingham. </p><p>Setiap tahun lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi &nbsp;di seluruh dunia. Sepuluh persen dari limbah yang dihasilkan itu akan terbuang ke laut. Kini, diperkirakan rasio limbah plastik terhadap plankton (yang merupakan makanan utama sejumlah hewan laut) adalah 1 banding 2. Jika dibiarkan, pada tahun 2050, akan terdapat lebih banyak limbah plastik di lautan ketimbang volume ikan. Hal ini sangat berbahaya karena hewan laut dapat memakannya tanpa disadari. Bahkan, orang yang memakan seafood diperkirakan akan makan 11 ribu potong mikroplastik yang kemudian akan meracuni tubuhnya. </p><p>Istana Buckingham tengah mempersiapkan untuk menjadi tempat yang lebih ramah lingkungan. Investasi sebanyak 369 juta poundsterling (sekitar Rp. 7 trilyun) akan digunakan selama satu dekade ke depan untuk membuatnya lebih ramah lingkungan. </p><p> </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Hukum | 14 Desember 2018 - 20:58 WIB

Belum berizin, Mapolres Kudus baru digugat ke pengadilan

<p>Ratu Inggris, Elizabeth II menyatakan perang atas plastik di lingkungannya, dengan melarang sedotan, dan botol plastic di seluruh properti milik kerajaan. Dalam sebuah keterangan, Istana Buckingham, tempat kediaman utama ratu mengeluarkan aturan baru terkait hal ini. </p><p>Sebagaimana dilaporkan oleh harian <i>The Daily Telegraph</i>, diperkirakan bahwa ketidaksukaan Elizabeth muncul setelah berinteraksi dengan David Attenborough dalam sebuah film dokumenter mengenai kehidupan margasatwa di wilayah Persemakmuran. </p><p>Dalam dokumenter tersebut, terlihat Ratu Elizabeth dan Sir David Attenborough berbincang hangat. Program tersebut berencana menghasilkan jaringan hutan lindung di 52 negara yang tergabung dalam komunitas bekas jajahan Inggris itu. </p><p>Di antara langkah-langkah yang akan diambil, juga menghapuskan penggunaan sedotan plastik di sejumlah kedai kopi umum dan di ruang makan karyawan properti milik kerajaan. Kini, jangan heran jika berkunjung ke salah satu properti milik kerajaan Inggris maka anda hanya akan disuguhi dengan peralatan yang dapat digunakan ulang, atau maksimal kertas daur ulang. Semua perusahan katering yang melayani di Istana Buckingham, Puri Windsor dan Istana Holyroodhouse (semuanya kediaman resmi Ratu) wajib menggunakannya. Bahkan makanan cepat saji yang ditawarkan harus menggunakan alat makan yang dapat didaur ulang. </p><p>“Di seluruh organisasi, Kediaman Kerajaan berkomitmen untuk mengurangi dampaknya pada lingkungan. Bagian dari komitmen itu adalah mengambil langkah praktis mengurangi penggunaan plastik. Di semua jajaran, ada keingingan untuk melakukan hal itu,” demikian ungkap seorang juru bicara Istana Buckingham. </p><p>Setiap tahun lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi &nbsp;di seluruh dunia. Sepuluh persen dari limbah yang dihasilkan itu akan terbuang ke laut. Kini, diperkirakan rasio limbah plastik terhadap plankton (yang merupakan makanan utama sejumlah hewan laut) adalah 1 banding 2. Jika dibiarkan, pada tahun 2050, akan terdapat lebih banyak limbah plastik di lautan ketimbang volume ikan. Hal ini sangat berbahaya karena hewan laut dapat memakannya tanpa disadari. Bahkan, orang yang memakan seafood diperkirakan akan makan 11 ribu potong mikroplastik yang kemudian akan meracuni tubuhnya. </p><p>Istana Buckingham tengah mempersiapkan untuk menjadi tempat yang lebih ramah lingkungan. Investasi sebanyak 369 juta poundsterling (sekitar Rp. 7 trilyun) akan digunakan selama satu dekade ke depan untuk membuatnya lebih ramah lingkungan. </p><p> </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com