Senin, 23 Juli 2018 | 15:06 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Ratu Elizabeth nyatakan perang atas plastik

Tujuan # 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2Cem15v
Sumber foto: http://bit.ly/2Cem15v
<p>Ratu Inggris, Elizabeth II menyatakan perang atas plastik di lingkungannya, dengan melarang sedotan, dan botol plastic di seluruh properti milik kerajaan. Dalam sebuah keterangan, Istana Buckingham, tempat kediaman utama ratu mengeluarkan aturan baru terkait hal ini. </p><p>Sebagaimana dilaporkan oleh harian <i>The Daily Telegraph</i>, diperkirakan bahwa ketidaksukaan Elizabeth muncul setelah berinteraksi dengan David Attenborough dalam sebuah film dokumenter mengenai kehidupan margasatwa di wilayah Persemakmuran. </p><p>Dalam dokumenter tersebut, terlihat Ratu Elizabeth dan Sir David Attenborough berbincang hangat. Program tersebut berencana menghasilkan jaringan hutan lindung di 52 negara yang tergabung dalam komunitas bekas jajahan Inggris itu. </p><p>Di antara langkah-langkah yang akan diambil, juga menghapuskan penggunaan sedotan plastik di sejumlah kedai kopi umum dan di ruang makan karyawan properti milik kerajaan. Kini, jangan heran jika berkunjung ke salah satu properti milik kerajaan Inggris maka anda hanya akan disuguhi dengan peralatan yang dapat digunakan ulang, atau maksimal kertas daur ulang. Semua perusahan katering yang melayani di Istana Buckingham, Puri Windsor dan Istana Holyroodhouse (semuanya kediaman resmi Ratu) wajib menggunakannya. Bahkan makanan cepat saji yang ditawarkan harus menggunakan alat makan yang dapat didaur ulang. </p><p>“Di seluruh organisasi, Kediaman Kerajaan berkomitmen untuk mengurangi dampaknya pada lingkungan. Bagian dari komitmen itu adalah mengambil langkah praktis mengurangi penggunaan plastik. Di semua jajaran, ada keingingan untuk melakukan hal itu,” demikian ungkap seorang juru bicara Istana Buckingham. </p><p>Setiap tahun lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi &nbsp;di seluruh dunia. Sepuluh persen dari limbah yang dihasilkan itu akan terbuang ke laut. Kini, diperkirakan rasio limbah plastik terhadap plankton (yang merupakan makanan utama sejumlah hewan laut) adalah 1 banding 2. Jika dibiarkan, pada tahun 2050, akan terdapat lebih banyak limbah plastik di lautan ketimbang volume ikan. Hal ini sangat berbahaya karena hewan laut dapat memakannya tanpa disadari. Bahkan, orang yang memakan seafood diperkirakan akan makan 11 ribu potong mikroplastik yang kemudian akan meracuni tubuhnya. </p><p>Istana Buckingham tengah mempersiapkan untuk menjadi tempat yang lebih ramah lingkungan. Investasi sebanyak 369 juta poundsterling (sekitar Rp. 7 trilyun) akan digunakan selama satu dekade ke depan untuk membuatnya lebih ramah lingkungan. </p><p> </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 23 Juli 2018 - 14:57 WIB

Panggilan darurat Saudi `911` sediakan Bahasa Indonesia

Hukum | 23 Juli 2018 - 14:46 WIB

Artis Inneke Koesherawati akan kembali dipanggil KPK

Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 14:38 WIB

Bupati Langkat berikan uang saku untuk jamaah calon haji

Ekonomi | 23 Juli 2018 - 14:29 WIB

BI lelang SBI untuk tarik dana asing

Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 14:14 WIB

Kinerja petugas lapas akan dievaluasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com