Selasa, 20 Februari 2018

Saksi sebut proyek KTP El dimiliki `gajah`

Senin, 12 Februari 2018 19:56

Foto: Redaksi. Foto: Redaksi.
Ayo berbagi!

Mantan anggota Komisi II dari fraksi PPP Nu'man Abdul Hakim mengaku pernah disampaikan bahwa proyek KTP elektronik dimiliki oleh "gajah".

"Pak Agun jawab, ini kemungkinan gajah-gajah, jangan ikutlah. Jangan kita terlibat hukum, ya sudah lah saya tidak tanya lagi," kata Nu'man dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (12/2).

Nu'man menjadi saksi untuk Setya Novanto yang menjadi terdakwa dalam kasud dugaan tipikor pengadan KTP elektronik yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun. Setya Novanto juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

Agun yang dimaksud adalah mantan Ketua Komisi II dari fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa.

"Saat Pak Agun Ketua Komisi II, siapa sih menyelenggarakan e-KTP? dalam pandangan saya tidak profesional, saya tanya Pak Agun siapa ini? kemungkinan ini tidak profesional lalu dijawab ini pemilik gajah-gajah," ungkap Nu'man.

Namun, Nu'man tidak mengetahui siapa sesungguhnya gajah-gajah yang dimaksud tersebut.

"Saya menafsirkan oleh Pak Agun pengalaman dulu ada satu badan punya pengaruh besar yang mempengaruhi, pak Agung tidak menyebutkan siapa," tambah Nu'man.

Nu'man juga mengaku tidak bertanya siapa gajah tersebut.

"Pak Agung mengatakan iya tidak mendekatkan diri tapi tidak profesional saja karena saat perekaman ada yang tertinggal, ada yang kurang," ungkap Nu'man.

Nu'man juga pernah dipesankan sesuatu terkait KTP-e oleh Ganjar Pranowo yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II.

"Pak Ganjar pernah menyampaikan kalau ada yang menawarkan apapun dari e-KTP ini, Pak Nu'man jangan mau terima. Saya bilang oh iya. Itu disampaikan sambil jalan saja, termasuk uang," ungkap Nu'man.

Nu'man pun mengaku tidak pernah ditawari uang terkait KTP-e.

Dalam perkara ini Setnov diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-e. Setya Novanto menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.

Sedangkan jam tangan diterima Setnov dari pengusaha Andi Agustinus dan direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran. Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp2,3 triliun.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar