Kamis, 22 Februari 2018

Skandal seks dan sewa pelacur di Haiti, Oxfam jadi bukan-bulanan

Selasa, 13 Februari 2018 01:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Kondisi Haiti
Getty Images
Dugaan perilaku tak senonoh oleh staf Oxfam di Haiti, terjadi saat mereka bekerja menyalurkan bantuan kemanusiaan menyusul gempa besar yang meluluh-lantakkan negara itu pada tahun 2010.

Para pimpinan lembaga bantuan intrnasional Oxfam bekerja keras memulihkan reputasi organisasi mereka menyusul terungkapnya skandal seks yang melibatkan sejumlah pekerja seks yang disewa para staf mereka selama krisis Haiti tahun 2011.

Mereka akan bertemu dengan para pejabat Inggris untuk urusan bantuan pembangunan internasional nanti karena kesepakatan amal berkaitan dengan dampak dari kesalahan seksual oleh pekerja bantuannya.

Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Penny Mordaunt memanggil para pimpinan untuk 'mendengar lebih banyak dari Oxfam' tentang tuduhan itu, dan bahwa cara Oxfam menangani skandal itu akan menentukan apakah mereka akan tetap menerima atau kehilangan dana bantuan pemerintah.

Oxfam menolak tudingan bahwa mereka menutup-nutupi tuduhan tersebut.

Penny Mordaunt
PA
Penny Mordaunt mengatakan Oxfam gagal dalam hal "kepemimpinan moral".

Sejauh ini, investigasi internal Oxfam menyebabkan empat orang dipecat dan tiga orang lainnya mengundurkan diri, termasuk direktur Oxfam untuk Haiti.

Oxfam juga sudah mengumumkan langkah-langkah baru yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan kasus-kasus pelecehan seksual.

Oxfam
Reuters
Pemerintah Inggris menyalurkan bantuan kemanusian melalui Oxfam sebanyak 32 juta atau sekitar Rp550 miliar tahun lalu.

Oxfam menjadi bulan-bulanan kritik mengenai cara mereka menangani tuduhan perilaku tak senonoh oleh stafnya di Haiti, saat mereka bekerja menyalurkan bantuan kemanusiaan menyusul gempa besar yang meluluh-lantakkan negara itu pada tahun 2010.

Menteri Pembangunan Internasional Penny Mordaunt mengatakan kepada wartawan BBC Andrew Marr bahwa Oxfam telah gagal dalam "kepemimpinan moral" atas "skandal" tersebut.

Mourdant mengatakan bahwa Oxfam melakukan "hal yang benar-benar salah" dengan tidak melaporkan rincian tuduhan tersebut dan bahwa organisasi yang "tidak memiliki kepemimpinan moral untuk melakukan hal yang benar," tidak bisa menjadi mitra pemerintah Inggris.

Dia mengatakan sedang mempertimbangkan apakah Oxfam pantas untuk terus menerima dana dari pemerintah. Tahun lalu pemerintah Inggris menyalurkan bantuan kemanusian melalui Oxfam sebanyak 32 juta (lebih dari Rp550 miliar).


Apa yang terjadi, kapan?

Perilaku tak patut staf Oxfam yang dituduhkan itu terjadi di Haiti tahun 2011, namun baru terungkap dalam sebuah laporan di Times pada hari Jumat pekan lalu, yang menyebutkan bahwa direktur Oxfam Haiti, Roland van Hauwermeiren, diduga menggunakan jasa pelacur di sebuah vila yang disewa untuknya oleh Oxfam pasca gempa 2010.

Dilaporkan bahwa Oxfam tahu tentang tuduhan tersebut pada saat itu dan membuat penyelidikan internal, yang mengakibatkan empat anggota staf dipecat.

Tiga lainnya, termasuk van Hauwermeiren, diizinkan mengundurkan diri sebelum akhir penyelidikan.

Hauwermeiren kemudian bekerja di lembaga kemanusiaan lain, namun Oxfam mengatakan bahwa mereka tidak memberikan surat referensi positif.

Kerusakan pasca gempa tahun 2010 di Haiti
Getty Images
Staf Oxfam bekerja di Haiti sebagai bagian dari program pembangunan kembali setelah gempa.

Oxfam mengatakan bahwa mereka membuat laporan publik pada saat itu yang menyebut bahwa telah trjadi "perilaku tak patut yang serius" di Haiti dan mengeluarkan siaran pers tentang itu - namun tidak memberikan rinciannya.

Mereka menceritakan kepada Komisi Bantuan bahwa mereka melakukan penyelidikan terhadap perilaku seksual tidak patut, perisakan, pelecehan dan intimidasi staf, namun tetap tidak mengungkapkan rincian peristiwanya.

Komisi bantuan tidak mengambil tindakan lebih lanjut pada saat itu, namun kemudian menyatakan bahwa mereka akan mengambil langkah lain jika mengetahui semua fakta dan kejadiannya.

Kepala eksekutif Oxfam, Mark Goldring, mengatakan kepada BBC bahwa mengungkapkan rincian tuduhannya pada saat itu bisa menarik "perhatian ekstrem" terhadap mereka, yang menurutnya tidak akan menguntungkan siapa pun.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar