Jumat, 14 Desember 2018 | 02:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Cianjur siaga darurat bencana hingga Maret

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi waspada banjir dan longsor. Foto: elshinta.com
Ilustrasi waspada banjir dan longsor. Foto: elshinta.com
<p>Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih memberlakukan status siaga darurat banjir dan longsor hingga 31 Maret 2018, karena hingga saat ini intensitas curah hujan masih tinggi.</p><p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Dodi Permadi di Cianjur, Senin (12/2), mengatakan, sejak awal tahun sejumlah kejadian bencana menerjang berbagai wilayah di Cianjur bersamaan dengan tingginya curah hujan. </p><p>Tercatat sejak Januari terjadi beberapa kali bencana di 13 lokasi berdasarkan hasil laporan dan pendataan, lima kali pergerakan tanah di empat kecamatan yang berdampak dua bangunan sekolah rusak di Kecamatan Campakamulya.</p><p>Di Kecamatan Sukaresmi satu rumah rusak sedang dan tiga rumah terancam, sedangkan di Kecamatan Pagelaran 22 rumah dalam kondisi terancam dan di Kecamatan Tanggeung tiga unit rumah terancam. </p><p>Bencana lainnya gempa bumi tanggal 23 Januari, dampaknya dirasakan di enam Kecamatan Tanggeung, Pagelaran, Cibinong, Sukaresmi, Pasirkuda dan Takokak, akibatnya 101 unit rumah rusak ringan dan 22 unit rumah rusak sedang. </p><p>"Tiga orang luka berat dan enam orang luka ringan. Sedangkan kejadian lainnya dua kali puting beliung yang mengakibatkan empat rumah rusak berat, 1 rusak sedang dan 6 rusak ringan," sebut Dodi, dikutip <i>Antara</i>. </p><p>Selama Februari, tambah dia, terjadi dua kali bencana di dua Kecamatan Cipanas tepatnya di Desa Ciloto dan Kecamatan Sukaresmi tepatnya di Desa Rawabelut.</p><p>"Namun di kedua lokasi tersebut, hanya beberapa rumah yang terancam longsor dan pergerakan tanah. Sedangkan di Puncak Pass, tebing penyangga jalan longsor sepanjang 20 meter dan mengancam bahu jalan nasional," katanya. </p><p>Saat ini, BPBD terus berupaya menangani berbagai kejadian bencana tersebut dengan melakukan pendataan karena berhubungan dengan penyaluran bantuan."Untuk antisipasi kami imbau warga untuk mengungsi jika bencana susulan terjadi," katanya. </p><p>Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, Pemkab Cianjur berupaya melakukan berbagai cara antisipasi bencana seperti mengungsikan warga yang tempat tinggalnya terancam atau terletak di wilayah rawan.</p><p>Bahkan pemerintah daerah telah menempatkan tiga unit alat berat di tiga wilayah rawan bencana di utara, tengah dan selatan, agar saat terjadi bencana dapat langsung dilakukan penanganan secara cepat. </p><p>"Hasil pemetaan, hampir seluruh wilayah di Cianjur yang terdiri atas 32 kecamatan tergolong rawan bencana terutama wilayah selatan berpotensi terjadi pergerakan tanah, longsor dan banjir, sehingga semua terkonsentrasi ke selatan," katanya. </p><p>Pemkab Cianjur, tambah dia, sudah menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang berkaitan dengan infrastruktur tetap siaga dan waspada menyikapi potensi bencana alam seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Tata Ruang dan Permukiman. </p><p>"Koordinasi lintas sektoral sangat diperlukan untuk penanganan kebencanaan. Meskipun harap kami bencana alam di Cianjur tidak terlalu banyak terjadi, namun upaya kewaspadaan dan antisipasi harus dilakukan sejak awal," katanya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih memberlakukan status siaga darurat banjir dan longsor hingga 31 Maret 2018, karena hingga saat ini intensitas curah hujan masih tinggi.</p><p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Dodi Permadi di Cianjur, Senin (12/2), mengatakan, sejak awal tahun sejumlah kejadian bencana menerjang berbagai wilayah di Cianjur bersamaan dengan tingginya curah hujan. </p><p>Tercatat sejak Januari terjadi beberapa kali bencana di 13 lokasi berdasarkan hasil laporan dan pendataan, lima kali pergerakan tanah di empat kecamatan yang berdampak dua bangunan sekolah rusak di Kecamatan Campakamulya.</p><p>Di Kecamatan Sukaresmi satu rumah rusak sedang dan tiga rumah terancam, sedangkan di Kecamatan Pagelaran 22 rumah dalam kondisi terancam dan di Kecamatan Tanggeung tiga unit rumah terancam. </p><p>Bencana lainnya gempa bumi tanggal 23 Januari, dampaknya dirasakan di enam Kecamatan Tanggeung, Pagelaran, Cibinong, Sukaresmi, Pasirkuda dan Takokak, akibatnya 101 unit rumah rusak ringan dan 22 unit rumah rusak sedang. </p><p>"Tiga orang luka berat dan enam orang luka ringan. Sedangkan kejadian lainnya dua kali puting beliung yang mengakibatkan empat rumah rusak berat, 1 rusak sedang dan 6 rusak ringan," sebut Dodi, dikutip <i>Antara</i>. </p><p>Selama Februari, tambah dia, terjadi dua kali bencana di dua Kecamatan Cipanas tepatnya di Desa Ciloto dan Kecamatan Sukaresmi tepatnya di Desa Rawabelut.</p><p>"Namun di kedua lokasi tersebut, hanya beberapa rumah yang terancam longsor dan pergerakan tanah. Sedangkan di Puncak Pass, tebing penyangga jalan longsor sepanjang 20 meter dan mengancam bahu jalan nasional," katanya. </p><p>Saat ini, BPBD terus berupaya menangani berbagai kejadian bencana tersebut dengan melakukan pendataan karena berhubungan dengan penyaluran bantuan."Untuk antisipasi kami imbau warga untuk mengungsi jika bencana susulan terjadi," katanya. </p><p>Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, Pemkab Cianjur berupaya melakukan berbagai cara antisipasi bencana seperti mengungsikan warga yang tempat tinggalnya terancam atau terletak di wilayah rawan.</p><p>Bahkan pemerintah daerah telah menempatkan tiga unit alat berat di tiga wilayah rawan bencana di utara, tengah dan selatan, agar saat terjadi bencana dapat langsung dilakukan penanganan secara cepat. </p><p>"Hasil pemetaan, hampir seluruh wilayah di Cianjur yang terdiri atas 32 kecamatan tergolong rawan bencana terutama wilayah selatan berpotensi terjadi pergerakan tanah, longsor dan banjir, sehingga semua terkonsentrasi ke selatan," katanya. </p><p>Pemkab Cianjur, tambah dia, sudah menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang berkaitan dengan infrastruktur tetap siaga dan waspada menyikapi potensi bencana alam seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Tata Ruang dan Permukiman. </p><p>"Koordinasi lintas sektoral sangat diperlukan untuk penanganan kebencanaan. Meskipun harap kami bencana alam di Cianjur tidak terlalu banyak terjadi, namun upaya kewaspadaan dan antisipasi harus dilakukan sejak awal," katanya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com