Jumat, 22 Juni 2018 | 02:41 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Polisi gagalkan produksi ekstasi rumahan di Aceh

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Petugas Sat Narkoba Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh, berhasil mengagalkan produksi pil ekstasi skala rumahan di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.<br><br> Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian mengatakan, bahwa didalam usaha membongkar praktik pembuatan pil ekstasi rumahan tersebut, pada hari Rabu (8/2) lalu, pihaknya berhasil memboyong empat orang pelaku beserta barang bukti bahan pembuatan pil narkoba tersebut dan juga alat kerja.<br><br> Selanjutnya, masing-masing pelaku berinisial Ya (59) tersangka peracik pil ekstasi dan yang lainnya bertugas sebagai pengedar Antara lain, Mur (22), Awi (21), Mal (33). Keempatnya adalah warga Aceh Utara.<br><br> Sedangkan lokasi pembuatan dilakukan tidak jauh dari jalan raya Medan-Banda Aceh tepatnya di Desa Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, jelas Iptu Zeska.<br><br> Ia mengatakan, keberhasilan pihaknya mengungkap " home industri " Inex tersebut berawal dari laporan masyarakat, bahwa diseputaran Keude Bayu, beberapa pemuda kerap melakukan transaksi jual belu narkotika jenis ekstasi.<br><br> "Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, personil kita dilapangan melakukan penyamaran sebagai pembeli pil happy. Dalam undercover tersebut, personil berhasil mengamankan empat tersangkap pil narkoba produksi rumahan tersebut," terang Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe itu.<br><br> Selanjutnya, saat dilakukan penggeledahan terhadap salah seorang tersangka Mur, petugas berhasil menemukan 21 butir pil Ekstasi di saku celananya dan tiga unit Handpone.<br><br> Kemudian dilakukan pengembangan oleh petugas, maka ditemukan alat pembuatan pil eksksasi serta 107 butir pil ekstasi siap edar. <br><br> "Selain itu, pihak kita juga menemukan 1 paket sabu seberat 0,29 gram/bruto yang digunakan oleh para pelaku sebagai salah satu bahan baku untuk pembuatan narkoba pil ekstasi tersebut," katanya.<br></p><p><br>Dari pengakuan tersangka, aktivitas pembuatan ekstasi tersebut sudah berjalan satu bulan dan diedarkan di wilayah Aceh utara dan Lhokseumawe. <br><br> Sedangkan bahan pil ektasi abal-abal tersebut terbuat dari parasetamol, sabu, ganja, alkohol serta campuran lainnya. <br><br> Sementara itu sejumlah alat pembuatannya antara lain, timbangan elektrik, mal besi pencetak pil ekstasi, satu set lesung ( Batu penggiling), dua sepeda motor, empat unit HP serta enam butir amunisi aktif jenis FM. <br><br> "Kini tersangka dan sejumlah barang bukti tersebut berada di Polres Lhokseumawe untuk pemeriksaan lebih lanjut dan kepada tersangka dapat diancam hukuman di atas 5 tahun," pungkas Iptu Zeska.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com