Jumat, 14 Desember 2018 | 02:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Polisi gagalkan produksi ekstasi rumahan di Aceh

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Petugas Sat Narkoba Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh, berhasil mengagalkan produksi pil ekstasi skala rumahan di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.<br><br> Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian mengatakan, bahwa didalam usaha membongkar praktik pembuatan pil ekstasi rumahan tersebut, pada hari Rabu (8/2) lalu, pihaknya berhasil memboyong empat orang pelaku beserta barang bukti bahan pembuatan pil narkoba tersebut dan juga alat kerja.<br><br> Selanjutnya, masing-masing pelaku berinisial Ya (59) tersangka peracik pil ekstasi dan yang lainnya bertugas sebagai pengedar Antara lain, Mur (22), Awi (21), Mal (33). Keempatnya adalah warga Aceh Utara.<br><br> Sedangkan lokasi pembuatan dilakukan tidak jauh dari jalan raya Medan-Banda Aceh tepatnya di Desa Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, jelas Iptu Zeska.<br><br> Ia mengatakan, keberhasilan pihaknya mengungkap " home industri " Inex tersebut berawal dari laporan masyarakat, bahwa diseputaran Keude Bayu, beberapa pemuda kerap melakukan transaksi jual belu narkotika jenis ekstasi.<br><br> "Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, personil kita dilapangan melakukan penyamaran sebagai pembeli pil happy. Dalam undercover tersebut, personil berhasil mengamankan empat tersangkap pil narkoba produksi rumahan tersebut," terang Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe itu.<br><br> Selanjutnya, saat dilakukan penggeledahan terhadap salah seorang tersangka Mur, petugas berhasil menemukan 21 butir pil Ekstasi di saku celananya dan tiga unit Handpone.<br><br> Kemudian dilakukan pengembangan oleh petugas, maka ditemukan alat pembuatan pil eksksasi serta 107 butir pil ekstasi siap edar. <br><br> "Selain itu, pihak kita juga menemukan 1 paket sabu seberat 0,29 gram/bruto yang digunakan oleh para pelaku sebagai salah satu bahan baku untuk pembuatan narkoba pil ekstasi tersebut," katanya.<br></p><p><br>Dari pengakuan tersangka, aktivitas pembuatan ekstasi tersebut sudah berjalan satu bulan dan diedarkan di wilayah Aceh utara dan Lhokseumawe. <br><br> Sedangkan bahan pil ektasi abal-abal tersebut terbuat dari parasetamol, sabu, ganja, alkohol serta campuran lainnya. <br><br> Sementara itu sejumlah alat pembuatannya antara lain, timbangan elektrik, mal besi pencetak pil ekstasi, satu set lesung ( Batu penggiling), dua sepeda motor, empat unit HP serta enam butir amunisi aktif jenis FM. <br><br> "Kini tersangka dan sejumlah barang bukti tersebut berada di Polres Lhokseumawe untuk pemeriksaan lebih lanjut dan kepada tersangka dapat diancam hukuman di atas 5 tahun," pungkas Iptu Zeska.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Petugas Sat Narkoba Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh, berhasil mengagalkan produksi pil ekstasi skala rumahan di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.<br><br> Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian mengatakan, bahwa didalam usaha membongkar praktik pembuatan pil ekstasi rumahan tersebut, pada hari Rabu (8/2) lalu, pihaknya berhasil memboyong empat orang pelaku beserta barang bukti bahan pembuatan pil narkoba tersebut dan juga alat kerja.<br><br> Selanjutnya, masing-masing pelaku berinisial Ya (59) tersangka peracik pil ekstasi dan yang lainnya bertugas sebagai pengedar Antara lain, Mur (22), Awi (21), Mal (33). Keempatnya adalah warga Aceh Utara.<br><br> Sedangkan lokasi pembuatan dilakukan tidak jauh dari jalan raya Medan-Banda Aceh tepatnya di Desa Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, jelas Iptu Zeska.<br><br> Ia mengatakan, keberhasilan pihaknya mengungkap " home industri " Inex tersebut berawal dari laporan masyarakat, bahwa diseputaran Keude Bayu, beberapa pemuda kerap melakukan transaksi jual belu narkotika jenis ekstasi.<br><br> "Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, personil kita dilapangan melakukan penyamaran sebagai pembeli pil happy. Dalam undercover tersebut, personil berhasil mengamankan empat tersangkap pil narkoba produksi rumahan tersebut," terang Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe itu.<br><br> Selanjutnya, saat dilakukan penggeledahan terhadap salah seorang tersangka Mur, petugas berhasil menemukan 21 butir pil Ekstasi di saku celananya dan tiga unit Handpone.<br><br> Kemudian dilakukan pengembangan oleh petugas, maka ditemukan alat pembuatan pil eksksasi serta 107 butir pil ekstasi siap edar. <br><br> "Selain itu, pihak kita juga menemukan 1 paket sabu seberat 0,29 gram/bruto yang digunakan oleh para pelaku sebagai salah satu bahan baku untuk pembuatan narkoba pil ekstasi tersebut," katanya.<br></p><p><br>Dari pengakuan tersangka, aktivitas pembuatan ekstasi tersebut sudah berjalan satu bulan dan diedarkan di wilayah Aceh utara dan Lhokseumawe. <br><br> Sedangkan bahan pil ektasi abal-abal tersebut terbuat dari parasetamol, sabu, ganja, alkohol serta campuran lainnya. <br><br> Sementara itu sejumlah alat pembuatannya antara lain, timbangan elektrik, mal besi pencetak pil ekstasi, satu set lesung ( Batu penggiling), dua sepeda motor, empat unit HP serta enam butir amunisi aktif jenis FM. <br><br> "Kini tersangka dan sejumlah barang bukti tersebut berada di Polres Lhokseumawe untuk pemeriksaan lebih lanjut dan kepada tersangka dapat diancam hukuman di atas 5 tahun," pungkas Iptu Zeska.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com