Senin, 17 Desember 2018 | 01:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Viral foto warga Muslim bantu bersihkan Gereja St. Lidwina pasca-penyerangan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Seorang perempuan berjilbab membantu membersihkan Gereja Santa Lidwina, Senin (12/2/2018). Sumber foto: http://bit.ly/2H9JjNn
Seorang perempuan berjilbab membantu membersihkan Gereja Santa Lidwina, Senin (12/2/2018). Sumber foto: http://bit.ly/2H9JjNn
<p>Jemaat Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon, Bedog, Sleman, DI Yogyakarta sudah mulai membersihkan ruangan yang berserakan pasca-penyerangan, Senin (12/2). Namun ada pemandangan lain yang tampak di gereja yang dibersihkan itu, yakni terdapat warga Muslim yang turun tangan membantu saudaranya terdorong simpati dan empati.</p><p>Aktivitas warga Muslim membantu bersih-bersih Gereja Santa Lidwina tersebut beredar viral di sejumlah media sosial yang memancing banyak komentar dari netizen.</p><p>"Kami ikut bersih-bersih karena merupakan wujud solidaritas dan keprihatinan kami atas kejadian kemarin," kata Jirhaz Rani (30) yang beragama Muslim, warga Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman, Senin.</p><p>Menurut dia, sebagai umat manusia yang hidup di Indonesia dengan keberagaman sudah sewajarnya hidup bergotong royong dan saling membantu.</p><p>"Kalau ada kejadian semacam ini, kita sesama umat beragama harus menunjukkan simpati dan empati," kata Jirhaz.</p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/c1751afbd2f3ae4ebce006ab76e2c4aa48d5612f.jpg" width="376"></p><p><br></p><p>Sementara, Yohanes Dwi Harsanto, Pastur Paroki Kumetiran Yogyakarta yang membawahi Gereja Stasi Santa Lidwina mengucapkan terima kasih atas empati dari warga sekitar, termasuk warga yang beragama Muslim ikut membantu membersihkan gereja.</p><p>Dia mengatakan pengurus gereja dibantu warga mulai bersih-bersih dan pembenahan agar bisa dipakai lagi untuk kegiatan.</p><p>"Ini wujud toleransi dan budaya lokal yang sangat baik. Kami sangat berterima kasih atas segala dukungan dari masyarakat yang bukan beragama Kristiani," katanya.</p><p>Dia mengatakan, gereja harus segera dibersihkan karena setiap hari dipakai untuk kegiatan dan doa.</p><p>Ia berharap kejadian pada Minggu (11/2) pagi menjadi yang terakhir di Indonesia.</p><p>"Kami mengapresiasi pihak kepolisian yang bekerja dengan cepat dan berharap ketegasannya dalam mengungkap kasus ini," katanya.</p><p>Menurut saksi mata Danang Jaya warga Nogotirto, Gamping, Sleman mengatakan, kejadian tersebut bermula saat Misa masih berlangsung yang dipimpin Romo Prier.</p><p>"Tiba-tiba pelaku datang dengan membawa sebuah pedang sepanjang sekitar satu meter. Pelaku langsung merusak benda-benda yang ada di dalam gereja seperti patung dan perabot lainnya," katanya.</p><p>Ia mengatakan, pelaku kemudian menyerang umat yang ada di dalam gereja sehingga menimbulkan kepanikan di dalam gereja.</p><p>"Pelaku kemudian mendatangi dan menyerang Romo yang sedang memimpin Misa. Karena pelaku yang terus mengamuk maka umat kemudian diminta keluar dan pelaku dikurung di dalam gedung gereja," katanya.</p><p>Beberapa saat kemudian polisi berpakaian preman datang dan langsung meminta pelaku menyerah. Namun karena pelaku tidak mau menyerah maka langsung dilumpuhkan dengan tembakan pada kakinya. </p><p>Pelaku yang diketahui bernama Suliyono (22) warga Krajan RT 02/RW 01 Kandangan, Pesanggrahan Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut masuk dari pintu gereja bagian barat. (Ant)&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Jemaat Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon, Bedog, Sleman, DI Yogyakarta sudah mulai membersihkan ruangan yang berserakan pasca-penyerangan, Senin (12/2). Namun ada pemandangan lain yang tampak di gereja yang dibersihkan itu, yakni terdapat warga Muslim yang turun tangan membantu saudaranya terdorong simpati dan empati.</p><p>Aktivitas warga Muslim membantu bersih-bersih Gereja Santa Lidwina tersebut beredar viral di sejumlah media sosial yang memancing banyak komentar dari netizen.</p><p>"Kami ikut bersih-bersih karena merupakan wujud solidaritas dan keprihatinan kami atas kejadian kemarin," kata Jirhaz Rani (30) yang beragama Muslim, warga Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman, Senin.</p><p>Menurut dia, sebagai umat manusia yang hidup di Indonesia dengan keberagaman sudah sewajarnya hidup bergotong royong dan saling membantu.</p><p>"Kalau ada kejadian semacam ini, kita sesama umat beragama harus menunjukkan simpati dan empati," kata Jirhaz.</p><p><img class="fr-fin fr-dib" alt="Image title" src="http://elshinta.com/upload/freditor/c1751afbd2f3ae4ebce006ab76e2c4aa48d5612f.jpg" width="376"></p><p><br></p><p>Sementara, Yohanes Dwi Harsanto, Pastur Paroki Kumetiran Yogyakarta yang membawahi Gereja Stasi Santa Lidwina mengucapkan terima kasih atas empati dari warga sekitar, termasuk warga yang beragama Muslim ikut membantu membersihkan gereja.</p><p>Dia mengatakan pengurus gereja dibantu warga mulai bersih-bersih dan pembenahan agar bisa dipakai lagi untuk kegiatan.</p><p>"Ini wujud toleransi dan budaya lokal yang sangat baik. Kami sangat berterima kasih atas segala dukungan dari masyarakat yang bukan beragama Kristiani," katanya.</p><p>Dia mengatakan, gereja harus segera dibersihkan karena setiap hari dipakai untuk kegiatan dan doa.</p><p>Ia berharap kejadian pada Minggu (11/2) pagi menjadi yang terakhir di Indonesia.</p><p>"Kami mengapresiasi pihak kepolisian yang bekerja dengan cepat dan berharap ketegasannya dalam mengungkap kasus ini," katanya.</p><p>Menurut saksi mata Danang Jaya warga Nogotirto, Gamping, Sleman mengatakan, kejadian tersebut bermula saat Misa masih berlangsung yang dipimpin Romo Prier.</p><p>"Tiba-tiba pelaku datang dengan membawa sebuah pedang sepanjang sekitar satu meter. Pelaku langsung merusak benda-benda yang ada di dalam gereja seperti patung dan perabot lainnya," katanya.</p><p>Ia mengatakan, pelaku kemudian menyerang umat yang ada di dalam gereja sehingga menimbulkan kepanikan di dalam gereja.</p><p>"Pelaku kemudian mendatangi dan menyerang Romo yang sedang memimpin Misa. Karena pelaku yang terus mengamuk maka umat kemudian diminta keluar dan pelaku dikurung di dalam gedung gereja," katanya.</p><p>Beberapa saat kemudian polisi berpakaian preman datang dan langsung meminta pelaku menyerah. Namun karena pelaku tidak mau menyerah maka langsung dilumpuhkan dengan tembakan pada kakinya. </p><p>Pelaku yang diketahui bernama Suliyono (22) warga Krajan RT 02/RW 01 Kandangan, Pesanggrahan Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut masuk dari pintu gereja bagian barat. (Ant)&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com