Minggu, 24 Juni 2018 | 14:12 WIB

Daftar | Login

/

Menag: Jangan terprovokasi kasus kekerasan pada pemuka agama

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sumber foto: http://bit.ly/2EjMekN
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sumber foto: http://bit.ly/2EjMekN
<p>Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus kekerasan terhadap pemuka agama kepada aparat penegak hukum, dan mengingatkan warga agar tidak terprovokasi melakukan tindakan balasan.</p><p>"Saya selaku Menag berharap masyarakat agar memberikan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas sehingga tidak perlu main hakim sendiri dan terprovokasi untuk melakukan tindak balasan," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/2).</p><p>Menag menegaskan, penyerangan terhadap pemuka agama, apalagi terjadi di rumah ibadah, adalah tindak kekerasan yang sama sekali tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.</p><p>"Karena itu kita semua umat beragama harus betul-betul bisa menyikapi bahwa ini tindakan yang tidak dapat dibenarkan atas dasar alasan apapun," ucapnya. </p><p>Menurutnya, dikutip <i>Antara</i>, kasus penyerangan atau kekerasan terhadap pemuka agama mestinya menjadikan umat beragama lebih waspada, dan penegak hukum lebih serius lagi mengungkap motif di balik peristiwa itu.</p><p>"Ini tidak cukup hanya sebatas memberikan informasi bahwa ini dilakukan oleh orang tidak waras, orang hilang ingatan, perlu pengungkapan yang lebih jelas apa motif di balik peristiwa ini sehingga umat beragama tidak lagi terpicu atau berpotensi menduga-duga bahwa ini sesuatu yang direkayasa," tuturnya.</p><p>Ketika ditanya mengenai perlunya pemasangan kamera pengawas di rumah ibadah dan pengawalan pemuka agama, Lukman mengatakan itu adalah bagian dari usaha meningkatkan keamanan dan kewaspadaan.</p><p>Lukman juga mengatakan bahwa semua harus punya kesadaran yang tinggi bahwa Indonesia adalah bangsa religius sehingga semua aktivitas tidak bisa dipisahkan dengan unsur keagamaan.</p><p>Pada Minggu pagi, seorang lelaki 22 tahun datang ke Gereja Santa Lidwina Bedok di Kabupaten Sleman sambil membawa senjata tajam, lalu mengamuk sehingga melukai empat orang, termasuk seorang pastor. Polisi sudah mulai memeriksa tersangka pelaku penyerangan di gereja itu.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 24 Juni 2018 - 13:38 WIB

Bantul dorong pengembangan bawang merah organik

Asia Pasific | 24 Juni 2018 - 13:26 WIB

Turki akan pilih presiden dan anggota parlemen hari ini

Musibah | 24 Juni 2018 - 12:50 WIB

Warga Kupang alami krisis air bersih

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 12:37 WIB

Kementan rilis varietas baru padi gogo produktivitas tinggi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com