Rabu, 20 Juni 2018 | 05:14 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Curigai Bocah Aborijin, Department Store Australia Dikritik di Medsos

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Joe Williams menggunakan medsos untuk mengeluhkan insiden tersebut.
(Courtesy: AustraliaPlus) Joe Williams menggunakan medsos untuk mengeluhkan insiden tersebut.
<p>Bintang olahraga Australia yang kini menjadi pembicara motivasi, Joe Williams, telah menuduh petugas keamanan di sebuah department store di Sydney memparodikan anak-anaknya secara rasial.</p><p>Mantan pemain rugby di klub South Sydney tersebut mengatakan bahwa anak-anaknya dibiarkan merasa dipermalukan setelah dikuntit oleh petugas keamanan di department store David Jones di Pitt Street, pada hari Sabtu (10/2/2018).</p><p>Putranya Brodi, 13 tahun, keponakannya yang bernama Deminika, 12 tahun, dan putrinya yang bernama Phoenix sedang berbelanja bersama nenek mereka untuk menghabiskan uang Natal di Sydney.</p><p>Williams, yang merupakan warga Aborijin, menggunakan media sosial untuk melampiaskan frustrasinya, dan department store itu dengan cepat meminta maaf.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="comp-embedded-float-full" > <a href="#skipcontent7" class="access-hidden access-skip-link" title="Skip Twitter Tweet" onclick="WCMS.helpers.skipToContentFocus('skipcontent7')">Skip Twitter Tweet</a> <p class="access-hidden access-skip-notice">FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame. </p> <div class="view-twitter-tweet" id="twitter-tweet-embed8"> <div class="embed-container"></div> <script> WCMS.pluginCache.add('#twitter-tweet-embed8', 'socialOembedHelper' , { "postUrl": "https://publish.twitter.com/oembed?url=http://twitter.com/joewilliams_tew/status/962251127310831621", "requestMethod": "jsonp", "data": { "maxwidth": "", "maxheight": "" } }); </script> </div> <div id="skipcontent7"></div> </div></div><p>Williams mengatakan bahwa sang nenek terpaksa menghadapi para penjaga.</p><p>"Anak laki-laki membawa jaket di tangannya yang akan ia beli," kata Williams.</p><p>"Ibu dan pasangan saya ada di belakang mereka menyaksikan dan kemudian para penjaga berada di antara mereka dan mulai mengikuti mereka dengan saksama.”</p><p>"Ibu kemudian menarik penjaga dan bertanya 'Apa yang kalian lakukan dan mengapa Anda melakukannya?’.”</p><p>"Mereka tidak mengucapkan sepatah katapun dan cepat pergi. Tidak ada kata 'maaf', mereka langsung saja pergi."</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424082-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424082-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424082-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424082-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424082-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424082-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Brodi-Phoenix Williams" alt="Brodi (kiri) dan Phoenix Williams, anak dari mantan pemain rugby Australia, Joe Williams." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Brodi (kiri) dan Phoenix Williams, anak dari mantan pemain rugby Australia, Joe Williams.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text9" > <p>Supplied</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h2>Anak-anak yang baik</h2><p>Williams tak ikut serta dalam sesi belanja itu dan diberi tahu cerita tersebut oleh anggota keluarganya. Ia mengatakan, putranya terdampak akibat kejadian tersebut.</p><p>"Anak saya yang berusia 13 tahun adalah anak laki-laki yang sangat emosional dan ia merasa terhina begitu ia menyadari apa yang sedang terjadi," ujarnya.</p><p>"Pengalaman traumatis semacam ini bisa berpengaruh pada anak-anak selama bertahun-tahun. Hal seperti ini bisa merusak kepercayaan diri mereka.”</p><p>"Mereka adalah anak-anak yang baik, mereka telah memenangi penghargaan untuk berbicara di depan umum, mereka unggul di sekolah dan olahraga dan telah muncul dalam program televisi di sini dan di luar negeri.”</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424084-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424084-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424084-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424084-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424084-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9424084-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="David Jones" alt="David Jones dikritik di medsos." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">David Jones dikritik di medsos.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text10" > <p>ABC News: Nic MacBean</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>"Insiden seperti ini membuat mereka merasa tidak cukup baik, mereka berpikir 'mengapa mereka mengikuti kami? Mengapa mereka tidak mengikuti orang lain? Mengapa kami dipandang lebih rendah dari mereka? Mengapa mereka berasumsi, tanpa mengenal kami, bahwa kami akan berbuat tidak baik?'."</p><p>Department store David Jones menjawab Williams melalui akun Twitter resminya, meminta maaf atas pengalaman tersebut dan mengundangnya untuk menghubungi perusahaan tersebut melalui email sehingga pihak mereka bisa menyelidiki insiden tersebut.</p><p>"Saya paham bahwa mereka mungkin telah mengontrak orang luar untuk menjaga keamanan, dan mereka tak bisa mengendalikan semua itu," katanya.</p><p>"Tapi pada akhirnya, itu terjadi di dalam toko mereka dan mereka harus bertanggung jawab atas hal itu. Hal ini membuat ketegangan dan trauma rasial terhadap anak-anak."</p><p>Pihak David Jones telah dihubungi untuk memberikan komentar.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-02-12/david-jones-security-guards-accused-of-racially-profiling-kids/9422418" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:52 WIB

Instagram akan hadirkan fitur pelacak aktivitas

Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:39 WIB

YouTube Music dan YouTube premium telah resmi dirilis

Megapolitan | 19 Juni 2018 - 20:28 WIB

Jokowi berikan jaket olahraga ke pengunjung KRB

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 19:48 WIB

Sistem buka-tutup diberlakukan di Jalur Nagreg

Arestasi | 19 Juni 2018 - 19:37 WIB

Polres Sukabumi tangkap tiga pelaku pembunuhan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com