Kamis, 22 Februari 2018

Unilever peringatkan Facebook dan Google untuk benahi kontennya

Selasa, 13 Februari 2018 11:04

Sumber foto: Akun Twitter @keithweed Sumber foto: Akun Twitter @keithweed
Ayo berbagi!

Salah satu raksasa produsen barang kebutuhan sehari-hari telah mengingatkan Facebook dan Google bahwa dapat menarik iklan digitalnya, jika kedua perusahaan tersebut tidak membenahi konten provokatif dan memecah-belah yang beredar di dalamnya.

Unilever yang memproduksi barang konsumsi seperti makanan, produk kecantikan dan kesehatan mengkritik beredarnya materi yang bersifat hoax, rasis, diskriminatif dan ekstrim di media sosial terpopuler dunia (Facebook) dan mesin pencari terpopuler (Google). Seperti dilaporkan oleh USA Today, hal ini secara khusus diangkat oleh Chief Marketing Officer Unilever, Keith Weed dalam sebuah acara asosiasi periklanan interaktif di Palm Desert, California AS pada hari Senin (12/02).

“Sebagai bisnis yang mengutamakan merk dagang, Unilever perlu meyakini konsumen untuk percaya pada merk dagang kita. Kita tidak boleh melakukan apapun untuk merusak kepercayaan itu – termasuk pilihan pengunaan kanal dan landasan yang kita gunakan. Jadi 2018 adalah tahun di mana media sosial harus memenangkan kepercayaan kita kembali,” kata Weed dalam sebuah pernyataan sebelum memberikan kata sambutannya di acara tersebut.

Sebagai pengiklan, Unilever adalah pembeli keempat terbesar di dunia, di belakang Procter & Gamble, Samsung dan Nestle. Menurut situs AdAge, pada tahun 2017, Unilever membeli iklan senilai USD 8.6 milyar (sekitar Rp. 117 trilyun).

Di Amerika Serikat, Facebook mendapat kritik keras dari legislator karena dianggap membiarkan informasi yang menyesatkan beredar, termasuk indikasi disinformasi yang disebarkan oleh agen-agen Rusia untuk mempengaruhi hasil pemilihan umum yang terakhir di sana.

Terlepas adanya berbagai macam kritik pada media sosial dan landasan digital pada umumnya, Google dan Facebook tetap menarik sekitar 65 persen dari iklan digital di Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh CMO Unilever dan dibagikan kepada sejumlah media, Weed mengingatkan industri media digital untuk mendengarkan keberatan-keberatan yang beredar di masyarakat akan informasi yang tidak akurat.

“Berita palsu, rasis, seksis, teroris yang menyebarluaskan pesan kebencian, konten buruk yang ditujukan kepada anak – sebagian dari internet kini berjarak jutaan mil dari apa yang kita perkirakan. Adalah kepentingan industri media digital untuk menghiraukan ini dan bertindak. Sebelum pembaca berhenti membaca, pengiklan berhenti beriklan dan media berhenti memuat konten,” berikut penggalan pernyataan Weed.

Meski mengkritik dengan keras, namun Keith Weed juga tidak menutup diri untuk terus bekerja sama dengan Facebook dan Google. Dalam cuitan di akun media sosialnya, sambil turut membagikan artikel asli dari USA Today yang berisi kritikan tersebut, Weed juga menyatakan, “Saya tetap berharap dapat terus bekerjasama dengan Facebook dan Google untuk membangun ekosistem digital yang sehat di masa depan.”

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar