Selasa, 19 Juni 2018 | 15:39 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Unilever peringatkan Facebook dan Google untuk benahi kontennya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Akun Twitter @keithweed
Sumber foto: Akun Twitter @keithweed
<p>Salah satu raksasa produsen barang kebutuhan sehari-hari telah mengingatkan Facebook dan Google bahwa dapat menarik iklan digitalnya, jika kedua perusahaan tersebut tidak membenahi konten provokatif dan memecah-belah yang beredar di dalamnya. </p><p>Unilever yang memproduksi barang konsumsi seperti makanan, produk kecantikan dan kesehatan mengkritik beredarnya materi yang bersifat hoax, rasis, diskriminatif dan ekstrim di media sosial terpopuler dunia (Facebook) dan mesin pencari terpopuler (Google). Seperti dilaporkan oleh <i>USA Today</i>, hal ini secara khusus diangkat oleh Chief Marketing Officer Unilever, Keith Weed dalam sebuah acara asosiasi periklanan interaktif di Palm Desert, California AS pada hari Senin (12/02). </p><p>“Sebagai bisnis yang mengutamakan merk dagang, Unilever perlu meyakini konsumen untuk percaya pada merk dagang kita. Kita tidak boleh melakukan apapun untuk merusak kepercayaan itu – termasuk pilihan pengunaan kanal dan landasan yang kita gunakan. Jadi 2018 adalah tahun di mana media sosial harus memenangkan kepercayaan kita kembali,” kata Weed dalam sebuah pernyataan sebelum memberikan kata sambutannya di acara tersebut. </p><p>Sebagai pengiklan, Unilever adalah pembeli keempat terbesar di dunia, di belakang Procter &amp; Gamble, Samsung dan Nestle. Menurut situs <i>AdAge</i>, pada tahun 2017, Unilever membeli iklan senilai USD 8.6 milyar (sekitar Rp. 117 trilyun).</p><p>Di Amerika Serikat, Facebook mendapat kritik keras dari legislator karena dianggap membiarkan informasi yang menyesatkan beredar, termasuk indikasi disinformasi yang disebarkan oleh agen-agen Rusia untuk mempengaruhi hasil pemilihan umum yang terakhir di sana. </p><p>Terlepas adanya berbagai macam kritik pada media sosial dan landasan digital pada umumnya, Google dan Facebook tetap menarik sekitar 65 persen dari iklan digital di Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh CMO Unilever dan dibagikan kepada sejumlah media, Weed mengingatkan industri media digital untuk mendengarkan keberatan-keberatan yang beredar di masyarakat akan informasi yang tidak akurat. </p><p><br></p><blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en"><p dir="ltr" lang="en">Look forward to the continued collaboration with <a href="https://twitter.com/facebook?ref_src=twsrc%5Etfw">@facebook</a> &amp; <a href="https://twitter.com/Google?ref_src=twsrc%5Etfw">@Google</a> to build a digital eco system fit 4 the future <a href="https://t.co/7KQQLUB9ju">https://t.co/7KQQLUB9ju</a></p>— Keith Weed (@keithweed) <a href="https://twitter.com/keithweed/status/963218384191148033?ref_src=twsrc%5Etfw">February 13, 2018</a></blockquote><p><br></p><p><br></p><p>“Berita palsu, rasis, seksis, teroris yang menyebarluaskan pesan kebencian, konten buruk yang ditujukan kepada anak – sebagian dari internet kini berjarak jutaan mil dari apa yang kita perkirakan. Adalah kepentingan industri media digital untuk menghiraukan ini dan bertindak. Sebelum pembaca berhenti membaca, pengiklan berhenti beriklan dan media berhenti memuat konten,” berikut penggalan pernyataan Weed. </p><p>Meski mengkritik dengan keras, namun Keith Weed juga tidak menutup diri untuk terus bekerja sama dengan Facebook dan Google. Dalam cuitan di akun media sosialnya, sambil turut membagikan artikel asli dari USA Today yang berisi kritikan tersebut, Weed juga menyatakan, “Saya tetap berharap dapat terus bekerjasama dengan Facebook dan Google untuk membangun ekosistem digital yang sehat di masa depan.”</p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 15:36 WIB

Seorang penumpang KM Sinar Bangun yang tewas merupakan warga Aceh Tamiang

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 15:24 WIB

Contra flow mulai diberlakukan di Tol Cikampek

Megapolitan | 19 Juni 2018 - 15:11 WIB

Jasa Marga: Arus lalu lintas Gadog-Ciawi mulai lancar

Event | 19 Juni 2018 - 14:50 WIB

VAR hadiahkan penalti bawa Swedia taklukkan Korsel

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 14:25 WIB

Tim SAR gabungan cari wisatawan tenggelam di Sukabumi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com