Selasa, 11 Desember 2018 | 19:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

BMKG prakirakan DIY berpotensi hujan disertai petir

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta memperkirakan hujan disertai petir masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah di daerah ini.</p><p><br></p><p>"Hujan disertai petir dan angin khususnya menjelang sore hingga malam hari berpotensi terjadi sebagian besar wilayah DIY," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatoligi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Selasa (13/2).</p><p><br></p><p>Ia mengatakan potensi hujan disertai petir dan angin kencang selama dua hingga tiga hari ke depan meliputi sebagian besar wilayah Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, sebagian besar Kota Yogyakarta serta Gunung Kidul bagian utara.</p><p><br></p><p>Menurut Djoko, sesuai pengamatan Stasiun Klimatoligi BMKG Yogyakarta, masih ada pertumbuhan awan konvektif atau cumulonimbus di langit Yogyakarta. Awan ini terbentuk karna adanya pemanasan yang kuat di laut sehingga terjadi kenaikan massa udara yang cepat.</p><p><br></p><p>"Posisi matahari yang berada di kisaran Pulau Jawa mempunyai peranan yang kuat memicu pemanasan di laut," kata dia.</p><p><br></p><p>Selain itu, lanjut Djoko, hasil analisa pola angin saat ini juga menunjukkan adanya daerah tekanan rendah (low pressure) di selatan Pulau Jawa dan barat laut Australia yang memberikan andil bagi pembentukan awan hujan dengab pembentukan daerah pumpunan di selatan Jawa.</p><p><br></p><p>Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat tidak berlindung di bawah pohon selama terjadi hujan disertai petir atau kilat. "Serta mematikan barang- barang elektronik serta tidak berada di tanah lapang," kata dia.</p><p><br></p><p>Semula BMKG memperkirakan puncak musim hujan di DIY hingga Februari 2018. Namun, menurut Djoko, berdasarkan pemantauan, interaksi antara intensitas maksimum matahari yang posisinya di atas Pulau Jawa dengan monsoon Asia masih cukup kuat maka diperkirakan potensi hujan masih berlangsung hingga Maret 2018.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:32 WIB

Menteri BUMN: Kilang Balikpapan tingkatkan produksi BBM ramah lingkungan

Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:09 WIB

Pelaporan LKHPN pejabat PTN sangat rendah

Startup | 11 Desember 2018 - 18:55 WIB

Indonesia akhirnya memiliki asosiasi penggiat IoT

Megapolitan | 11 Desember 2018 - 18:46 WIB

Sudinhub Jaksel uji coba rekayasa lalin Ampera Raya

Parenting | 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta memperkirakan hujan disertai petir masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah di daerah ini.</p><p><br></p><p>"Hujan disertai petir dan angin khususnya menjelang sore hingga malam hari berpotensi terjadi sebagian besar wilayah DIY," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatoligi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Selasa (13/2).</p><p><br></p><p>Ia mengatakan potensi hujan disertai petir dan angin kencang selama dua hingga tiga hari ke depan meliputi sebagian besar wilayah Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, sebagian besar Kota Yogyakarta serta Gunung Kidul bagian utara.</p><p><br></p><p>Menurut Djoko, sesuai pengamatan Stasiun Klimatoligi BMKG Yogyakarta, masih ada pertumbuhan awan konvektif atau cumulonimbus di langit Yogyakarta. Awan ini terbentuk karna adanya pemanasan yang kuat di laut sehingga terjadi kenaikan massa udara yang cepat.</p><p><br></p><p>"Posisi matahari yang berada di kisaran Pulau Jawa mempunyai peranan yang kuat memicu pemanasan di laut," kata dia.</p><p><br></p><p>Selain itu, lanjut Djoko, hasil analisa pola angin saat ini juga menunjukkan adanya daerah tekanan rendah (low pressure) di selatan Pulau Jawa dan barat laut Australia yang memberikan andil bagi pembentukan awan hujan dengab pembentukan daerah pumpunan di selatan Jawa.</p><p><br></p><p>Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat tidak berlindung di bawah pohon selama terjadi hujan disertai petir atau kilat. "Serta mematikan barang- barang elektronik serta tidak berada di tanah lapang," kata dia.</p><p><br></p><p>Semula BMKG memperkirakan puncak musim hujan di DIY hingga Februari 2018. Namun, menurut Djoko, berdasarkan pemantauan, interaksi antara intensitas maksimum matahari yang posisinya di atas Pulau Jawa dengan monsoon Asia masih cukup kuat maka diperkirakan potensi hujan masih berlangsung hingga Maret 2018.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com