Selasa, 11 Desember 2018 | 19:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Revisi pajak sedan goda pemilik motor untuk punya mobil

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. Sumber foto: http://bit.ly/2s1EQZN
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. Sumber foto: http://bit.ly/2s1EQZN
<p>Revisi pajak produk otomotif, terutama untuk sedan, diprediksi akan menggoda pemilik motor migrasi untuk membeli mobil, demikian disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.</p><p>“Pasar otomotif motor itu 7 juta. Tentu dengan peningkatan kemampuan dan daya beli, nanti ada migrasi pemilik motor ke sedan dengan harga yang lebih kompetitif,” kata Airlangga, di Jakarta, Selasa (13/2).</p><p>Airlangga menyampaikan, paket revisi pajak sedan ditargetkan keluar akhir Februari 2018, yang disinyalir akan membuat harga mobil sedan menjadi lebih rendah dari harga saat ini.</p><p>Revisi tersebut dilakukan utamanya untuk meningkatkan utilisasi pabrik otomotif yang saat ini memiliki kapasitas produksi hingga 2 juta unit, namun baru terpakai sekitar 1,4 juta unit per tahun.</p><p>Selain itu, revisi perpajakan itu diyakini mampu meningkatkan ekspor produk otomotif dalam negeri, di mana permintaan kendaraan berbagai negara di luar Indonesia lebih banyak untuk jenis sedan.</p><p>“Dengan adanya insentif maka kapasitasnya akan naik, karena yang diproduksi di Indonesia kan kebanyakan MPV (Multi Purpose Vehicle) dan SUV (Sport Utility Vehicle). Sedangkan, keperluan dunia itu ke sedan,” tukas Airlangga.</p><p>Diketahui, Kementerian Perindustrian telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai revisi perpajakan agar sedan tidak dimasukkan lagi ke dalam kategori kendaraan mewah. </p><p>"Kami ingin revisi struktur perpajakan industri otomotif, termasuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Kami berharap untuk sedan tidak lagi jadi barang mewah," ucapnya.</p><p>Menurutnya, jika tarif PPnBM sedan bisa diturunkan dan setara dengan produk mobil jenis lain, harga jualnya akan lebih terjangkau untuk pasar Indonesia.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:32 WIB

Menteri BUMN: Kilang Balikpapan tingkatkan produksi BBM ramah lingkungan

Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:09 WIB

Pelaporan LKHPN pejabat PTN sangat rendah

Startup | 11 Desember 2018 - 18:55 WIB

Indonesia akhirnya memiliki asosiasi penggiat IoT

Megapolitan | 11 Desember 2018 - 18:46 WIB

Sudinhub Jaksel uji coba rekayasa lalin Ampera Raya

Parenting | 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

<p>Revisi pajak produk otomotif, terutama untuk sedan, diprediksi akan menggoda pemilik motor migrasi untuk membeli mobil, demikian disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.</p><p>“Pasar otomotif motor itu 7 juta. Tentu dengan peningkatan kemampuan dan daya beli, nanti ada migrasi pemilik motor ke sedan dengan harga yang lebih kompetitif,” kata Airlangga, di Jakarta, Selasa (13/2).</p><p>Airlangga menyampaikan, paket revisi pajak sedan ditargetkan keluar akhir Februari 2018, yang disinyalir akan membuat harga mobil sedan menjadi lebih rendah dari harga saat ini.</p><p>Revisi tersebut dilakukan utamanya untuk meningkatkan utilisasi pabrik otomotif yang saat ini memiliki kapasitas produksi hingga 2 juta unit, namun baru terpakai sekitar 1,4 juta unit per tahun.</p><p>Selain itu, revisi perpajakan itu diyakini mampu meningkatkan ekspor produk otomotif dalam negeri, di mana permintaan kendaraan berbagai negara di luar Indonesia lebih banyak untuk jenis sedan.</p><p>“Dengan adanya insentif maka kapasitasnya akan naik, karena yang diproduksi di Indonesia kan kebanyakan MPV (Multi Purpose Vehicle) dan SUV (Sport Utility Vehicle). Sedangkan, keperluan dunia itu ke sedan,” tukas Airlangga.</p><p>Diketahui, Kementerian Perindustrian telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai revisi perpajakan agar sedan tidak dimasukkan lagi ke dalam kategori kendaraan mewah. </p><p>"Kami ingin revisi struktur perpajakan industri otomotif, termasuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Kami berharap untuk sedan tidak lagi jadi barang mewah," ucapnya.</p><p>Menurutnya, jika tarif PPnBM sedan bisa diturunkan dan setara dengan produk mobil jenis lain, harga jualnya akan lebih terjangkau untuk pasar Indonesia.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com