Jumat, 14 Desember 2018 | 02:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Delapan warga Karawang keracunan limbah pabrik

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Delapan warga Desa Kutamekar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, keracunan setelah menghirup limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang diduga berasal dari sebuah pabrik di kawasan industri Suryacipta.</p><p> "Delapan korban keracunan itu merupakan warga Kampung Mekar Mukti RT 02/01, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel," kata Kapolsek Ciampel AKP Ricky Adipratama, di Karawang, Selasa (13/2).</p><p> Ia mengatakan, peristiwa keracunan terjadi pada Senin (12/2), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu limbah batubara yang diduga milik PT Asahi yang berlokasi di kawasan Suryacipta tengah diangkut menggunakan truk menuju tempat pengelolaan limbah rongsokan milik warga bernama Yusuf.</p><p> Kondisi cuaca saat itu gerimis, sehingga limbah batubara tersebut mulai mengeluarkan asap dan bau tidak sedap, seperti amoniak.</p><p> Akibatnya, delapan warga setempat yang menghirup bau tak sedap itu langsung mengalami keracunan.</p><p> Selanjutnya, para korban dibawa ke klinik Mustika untuk mendapat perawatan. Para korban adalah Nia, Tarsih, Eco, Ema, Fika, Ade Salamah, Anih dan Ridwan.</p><p> "Kondisi terakhir sebagian korban saat ini sudah membaik dan dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Sedangkan dua korban lainnya masih menjalankan perawatan dan dirujuk ke rumah sakit," kata dia.</p><p> Dua korban yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ialah Nia dan Tarsih.</p><p> Kapolsek menyatakan pihaknya telah melakukan pemasangan police line di lokasi pembuangan limbah B3 yang mengakibatkan delapan orang mengalami keracunan itu.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Delapan warga Desa Kutamekar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, keracunan setelah menghirup limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang diduga berasal dari sebuah pabrik di kawasan industri Suryacipta.</p><p> "Delapan korban keracunan itu merupakan warga Kampung Mekar Mukti RT 02/01, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel," kata Kapolsek Ciampel AKP Ricky Adipratama, di Karawang, Selasa (13/2).</p><p> Ia mengatakan, peristiwa keracunan terjadi pada Senin (12/2), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu limbah batubara yang diduga milik PT Asahi yang berlokasi di kawasan Suryacipta tengah diangkut menggunakan truk menuju tempat pengelolaan limbah rongsokan milik warga bernama Yusuf.</p><p> Kondisi cuaca saat itu gerimis, sehingga limbah batubara tersebut mulai mengeluarkan asap dan bau tidak sedap, seperti amoniak.</p><p> Akibatnya, delapan warga setempat yang menghirup bau tak sedap itu langsung mengalami keracunan.</p><p> Selanjutnya, para korban dibawa ke klinik Mustika untuk mendapat perawatan. Para korban adalah Nia, Tarsih, Eco, Ema, Fika, Ade Salamah, Anih dan Ridwan.</p><p> "Kondisi terakhir sebagian korban saat ini sudah membaik dan dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Sedangkan dua korban lainnya masih menjalankan perawatan dan dirujuk ke rumah sakit," kata dia.</p><p> Dua korban yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ialah Nia dan Tarsih.</p><p> Kapolsek menyatakan pihaknya telah melakukan pemasangan police line di lokasi pembuangan limbah B3 yang mengakibatkan delapan orang mengalami keracunan itu.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com