Kamis, 13 Desember 2018 | 14:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Nasionalisme dan Zulkifli Hasan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: http://bit.ly/2s8iaH7
Sumber Foto: http://bit.ly/2s8iaH7
<p>Ketua MPR, Zulkifli Hasan, mengatakan, ada tiga syarat penting dalam rangka memperkokoh nasionalisme kepada generasi masa kini.&nbsp;</p><p><br style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: Raleway, HelveticaNeue, &quot;Helvetica Neue&quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial;"></p><p>Pertama, mengetahui dan memahami asal-muasal daerah kelahiran dan sejarah negara Indonesia berdiri.&nbsp;</p><p><br></p><p>Demikian dikatakan dia, dalam sambutan safari seminar motivasi &nbsp;yang dalam bahasa Indonesia adalah "Semangat Indonesia. Kami Indonesia", di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Selasa (13/2).</p><p><br></p><p>"Bagaimana datangnya cinta ke Tanah Air kalau kampung halaman kita tidak paham. Kesadaran itulah yang membuat kita merdeka," kata dia.</p><p><br></p><p>Hasan, di hadapan lebih dari 1.000 mahasiswa, mengatakan, tanpa mengetahui sejarah kelahiran bangsa ini sangat sulit untuk menumbuhkan kecintaan kepada bangsa dan negara.&nbsp;</p><p><br></p><p>"Kalau saudara tahu sejarah bangsanya, maka cinta kepada bangsanya akan lahir," katanya. Bahasa pemersatu bangsa itu menyumbang besar pada kecintaan terhadap bangsanya.</p><p><br></p><p>Kedua, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk menyejahterakan masyarakat sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar penduduk. Kesenjangan dengan kecemburuan akan membahayakan bangsa dan negara.</p><p><br></p><p>Ketiga, penguasaan jejaring global. Hal ini mengingat perkembangan teknologi yang semakin mempermudah akses komunikasi, sehingga kini dunia dirasakan semakin tidak ada jarak.</p><p><br></p><p>Sementara itu, dalam kesempatan itu, dia juga membacakan ikrar deklarasi Kami Indonesia.</p><p><br></p><p>Dalam kesempatan itu hadir juga bekas Ketua KPK, Abraham Samad, dan anggota DPD/MPR, Oni Suwarman.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Liga lainnya | 13 Desember 2018 - 14:24 WIB

Pawai kemenangan Persija juara Liga 1 hari Sabtu

Pemilihan Presiden 2019 | 13 Desember 2018 - 14:07 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:57 WIB

Anies peroleh Moeslim Choice Government Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:42 WIB

11 persen warga Aceh belum punya KTP elektronik

<p>Ketua MPR, Zulkifli Hasan, mengatakan, ada tiga syarat penting dalam rangka memperkokoh nasionalisme kepada generasi masa kini.&nbsp;</p><p><br style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: Raleway, HelveticaNeue, &quot;Helvetica Neue&quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial;"></p><p>Pertama, mengetahui dan memahami asal-muasal daerah kelahiran dan sejarah negara Indonesia berdiri.&nbsp;</p><p><br></p><p>Demikian dikatakan dia, dalam sambutan safari seminar motivasi &nbsp;yang dalam bahasa Indonesia adalah "Semangat Indonesia. Kami Indonesia", di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Selasa (13/2).</p><p><br></p><p>"Bagaimana datangnya cinta ke Tanah Air kalau kampung halaman kita tidak paham. Kesadaran itulah yang membuat kita merdeka," kata dia.</p><p><br></p><p>Hasan, di hadapan lebih dari 1.000 mahasiswa, mengatakan, tanpa mengetahui sejarah kelahiran bangsa ini sangat sulit untuk menumbuhkan kecintaan kepada bangsa dan negara.&nbsp;</p><p><br></p><p>"Kalau saudara tahu sejarah bangsanya, maka cinta kepada bangsanya akan lahir," katanya. Bahasa pemersatu bangsa itu menyumbang besar pada kecintaan terhadap bangsanya.</p><p><br></p><p>Kedua, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk menyejahterakan masyarakat sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar penduduk. Kesenjangan dengan kecemburuan akan membahayakan bangsa dan negara.</p><p><br></p><p>Ketiga, penguasaan jejaring global. Hal ini mengingat perkembangan teknologi yang semakin mempermudah akses komunikasi, sehingga kini dunia dirasakan semakin tidak ada jarak.</p><p><br></p><p>Sementara itu, dalam kesempatan itu, dia juga membacakan ikrar deklarasi Kami Indonesia.</p><p><br></p><p>Dalam kesempatan itu hadir juga bekas Ketua KPK, Abraham Samad, dan anggota DPD/MPR, Oni Suwarman.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com