Selasa, 20 Februari 2018

DPRD pertanyakan kelengkapan izin pembangunan Manhattan Mall

Selasa, 13 Februari 2018 14:07

Anggota DPRD Medan. Foto: Amsal/Radio Elshinta. Anggota DPRD Medan. Foto: Amsal/Radio Elshinta.
Ayo berbagi!

DPRD Medan mempertanyakan tentang kelengkapan perizinan pembangunan gedung Manhattan Mall dan condominium di Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara menyusul runtuhnya dinding bangunan di lantai 37. 

"Kita tidak mau ada kejadian tersebut terulang kembali, terlebih lagi ini sangat berbahaya bagi yang melintas di kawasan tersebut," kata anggota Komisi A DPRD Medan, Roby Barus kepada wartawan, termasuk Kontributor elshinta, Amsal, Selasa (13/2).

Ditegaskannya lagi, pihak manajemen belum mengantongi kelengkapan izin, Pemko Medan didesak supaya melakukan tindakan tegas terhadap bangunan mega proyek tersebut.

“Pengawasan harus dilakukan guna menghindari bencana terulang pada bulan lalu dimana lantai 37 gedung Manhattan runtuh dengan dalih salah komunikasi akibat radio panggil yang rusak. Alasan seperti itu tidak pantas diucapkan oleh pihak pengembang yang mengerjakan mega proyek,” katanya,

Menyikapi keberadaan pembangunan Manhattan, kata politisi PDI Perjuangan ini, disinyalir belum dilengkapi sejumlah izin seperti Izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan lalu lintas (AMDAL Lalin) dari Kementerian Perhubungan.

Sama halnya dugaan pelanggaran surat izin mendirikan bangunan (SIMB) dari Pemko Medan, dugaan pelanggaran izin Keterangan Situasi Bangunan (KSB).

“Izin garis Sempadan Bangunan (GSB) dan pelanggaran roilen badan jalan di Jalan Gatot Subroto ll Gagak Hitam Medan patut dipertanyakan,” terangnya.

Roby mendesak Pemko melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) dan Satpol PP Kota supaya mengawasi pembangunan agar tidak menyalahi ketentuan,” ungkapnya.

Jika terbukti ada pelanggaran, kata Roby, supaya dilakukan tindakan tegas. Selama ini pembangunan gedung Manhattan terkesan luput dari pengawasan. “Kita khawatir banyak penyimpangan yang terabaikan. Kita tidak setuju jika pembangunan berdampak buruk soal estetika kota Medan, " ujarnya.

Sama halnya izin AMDAL Lalin, lanjut Roby, diminta dilakukan melalui kajian yang matang soal rekayasa lalu lintas.

Sebab melihat keberadaan bangunan terbukti berdampak kemacetan lalu lintas di Jl Gatot Subroto dan Jl Gagak Hitam.

Untuk itu dewan mempertanyakan soal izin AMDAL lalin, jika memang sudah ada patut ditinjau ulang.

Mantan Ketua Komisi A ini,  dugaan pelanggaran GSB sangat kental. Sama halnya pelanggaran roilen patut diragukan. "Jika terbukti melakukan pelanggaran izin diminta dinas terkait supaya menindak tegas, " imbaunya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar