Jumat, 14 Desember 2018 | 02:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Tiga KEK belum jelas kapan beroperasi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: www.batasnegeri.com.
Foto: www.batasnegeri.com.
<p>Menko Perekonomian Darmin Nasution menyinggung ada tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tidak jelas kapan beroperasinya. Demikian dikatakan Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta.</p><p><br></p><p>Darmin menjelaskan KEK akan menghadapi kendala apabila sebagian besar tanahnya belum dibebaskan. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa Dewan Nasional KEK sudah mengubah aturan bahwa daerah yang diusulkan menjadi KEK harus sudah jelas urusan lahannya. Darmin mencontohkan apabila ada KEK yang akan mengembangkan wilayah seluas 500 hektare, maka separuh dari total lahan tersebut harus sudah beres. </p><p><br></p><p>Namun Darmin melihat ada beberapa KEK tidak bisa terwujud dan tidak bisa beroperasi karena lahannya tidak selesai-selesai. Makin lama harga tanahnya makin mahal begitu pemiliknya tahu lahannya masuk ke rencana KEK.</p><p><br></p><p>"KEK yang terkendala tersebut dihentikan saja apabila tidak ada perkembangan dalam kurun satu tahun," tegas Darmin seperti dilaporkan Reporter elsinta, Dewi Rahmawati, Selasa (13/2).</p><p><br></p><p>Sementara itu Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengungkapkan tiga KEK yang mengalami hambatan adalah KEK Bitung di Sulawesi Utara , KEK Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan, dan KEK Morotai di Maluku Utara.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Menko Perekonomian Darmin Nasution menyinggung ada tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tidak jelas kapan beroperasinya. Demikian dikatakan Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta.</p><p><br></p><p>Darmin menjelaskan KEK akan menghadapi kendala apabila sebagian besar tanahnya belum dibebaskan. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa Dewan Nasional KEK sudah mengubah aturan bahwa daerah yang diusulkan menjadi KEK harus sudah jelas urusan lahannya. Darmin mencontohkan apabila ada KEK yang akan mengembangkan wilayah seluas 500 hektare, maka separuh dari total lahan tersebut harus sudah beres. </p><p><br></p><p>Namun Darmin melihat ada beberapa KEK tidak bisa terwujud dan tidak bisa beroperasi karena lahannya tidak selesai-selesai. Makin lama harga tanahnya makin mahal begitu pemiliknya tahu lahannya masuk ke rencana KEK.</p><p><br></p><p>"KEK yang terkendala tersebut dihentikan saja apabila tidak ada perkembangan dalam kurun satu tahun," tegas Darmin seperti dilaporkan Reporter elsinta, Dewi Rahmawati, Selasa (13/2).</p><p><br></p><p>Sementara itu Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengungkapkan tiga KEK yang mengalami hambatan adalah KEK Bitung di Sulawesi Utara , KEK Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan, dan KEK Morotai di Maluku Utara.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com