Kamis, 26 April 2018

Dunia semakin makmur, namun tidak terjadi pemerataan

Selasa, 13 Februari 2018 14:33

Sumber foto: Legatum Institute Sumber foto: Legatum Institute
Ayo berbagi!

Setiap tahun, Legatum Institute sebuah lembaga think tank yang berpusat di London mengeluarkan indeks kemakmuran dunia. Survei yang belum lama dirilis untuk tahun 2017 lampau ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan dunia menjadi semakin makmur; meskipun demikian tidak terjadi pemerataan.

Indeks ini mengambil beberapa aspek atau pilar sebagai indikator kemakmuran antara lain kualitas ekonomi, lingkungan bisnis, pemerintahan, kebebasan individu, modal sosial, keamanan, Pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup.

Mengambil variabel-variabel secara keseluruhan, maka ditemukan bahwa sebagian besar negara yang berada di urutan sepuluh teratas merupakan negara-negara yang terletak di Eropa, Amerika Utara dan Australasia.

Norwegia menempati urutan teratas untuk kesekian tahun berturut-turut, dimana lingkungan hidupnya yang paling baik juga mengatrol semua pilar lainnya yang masih masuk urutan sepuluh besar. Sementara Selandia Baru menempati posisi kedua, meski beberapa pilar seperti kemanan (peringkat 23), pendidikan (peringkat 16), kesehatan (peringkat 17) dan lingkungan hidup (peringkat 13) berada di bawah sepuluh besar. Negara yang terletak di bagian utara benua Eropa, Finlandia berhasil menggaet peringkat tiga besar. Yang mencolok adalah peringkat Finlandia di pilar pemerintahan yang mendorong negara itu diperhitungkan sebagai negara makmur.

Untuk wilayah Asia, Singapura menempati peringkat tertinggi di peringkat 17 dengan skor tertinggi di bidang keamanan (peringkat 1), dan juga kualitas ekonomi dan kesehatan (masing-masing peringkat 2 dunia). Indonesia sendiri menempati posisi ke 59 di bawah Serbia, dengan skor tertinggi yakni di peringkat 10 dalam hal modal sosial. Skor lainnya adalah pilar kualitas ekonomi (peringkat 47), lingkungan bisnis (peringkat 61), pemerintahan (peringkat 44), kebebasan individu (peringkat 119), keamanan (peringkat 57), Pendidikan (peringkat 74), kesehatan (peringkat 101) dan lingkungan hidup (peringkat 66). Sebanyak 149 negara di dunia yang dimasukkan ke dalam survei ini.

Kawasan Asia-Pasifik tetap mempertahankan momentum dengan tingkat kemakmuran yang membaik paling tinggi di dunia. Perbaikan di lingkungan bisnis di empat negara India, Tiongkok, Pakistan dan Indonesia khususnya membuat akses kepada pinjaman lebih mudah, dan penghargaan atas HAKI juga jauh membaik. Ketika kemakmuran dunia membaik dengan tingkat 2.6 persen dibanding 2007; keempat negara itu mengalami peningkatan kemakmuran di atasnya (India dengan 4.34 persen; Tiongkok dengan 3.4 persen, Pakistan dengan 3.39 persen dan Indonesia dengan 3.07 persen.

Untuk pertama kalinya sejak indeks ini diberlakukan pada tahun 2007, wilayah Eropa Barat melewati Amerika Utara sebagai kawasan yang lebih makmur. Namun hal ini tidak disebabkan oleh kemakmuran yang jauh meningkat di Eropa Barat, melainkan penurunan signifikan di Amerika Utara.

Berikut adalah daftar 10 negara termakmur di dunia dan 10 negara yang kurang makmur berdasarkan indeks Legatum Foundation untuk tahun 2017.

Negara paling makmur di 2017

1.  Norwegia
2.  Selandia Baru
3.  Finlandia
4.  Swiss
5.  Swedia
6.  Belanda
7.  Denmark
8.  Kanada
9.  Australia
10. Inggris

Negara paling tidak makmur di 2018

1.  Yemen
2.  Republik Afrika Tengah
3.  Sudan
4.  Afghanistan
5.  Chad
6.  Mauritania
7.  Republik Demokratik Kongo
8.  Irak
9.  Angola
10.Burundi

Urutan negara paling makmur di ASEAN*

1. Singapura (17)

2. Malaysia (42)

3. Indonesia (59)

4. Filipina (64)

5. Thailand (67)

6. Vietnam (77)

7. Kamboja (93)

8. Laos (108)

*Brunei dan Myanmar tidak dimasukkan ke dalam indeks kemakmuran

Masih ada lagi informasi The Global Goals (SDGs) menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar