Minggu, 24 Juni 2018 | 08:26 WIB

Daftar | Login

/

Kang Hasan dukung kebijakan Jokowi angkat guru honorer

Pilkada Jabar 2018

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.
<p>Calon Gubernur Jawa Barat, TB Hasanuddin (Kang Hasan) mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang akan mengangkat guru honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Karena kebijakan tersebut akan menambah ketersediaan tenaga pendidik, khususnya di Jawa Barat. Dirinya tidak hanya mendukung tapi akan merealisasikan secepatnya jika ia mendapat amanah dari masyarakat Jawa Barat menjadi Gubernur Jawa Barat. “Ini justru keinginan saya. Saat saya berkunjung ke beberapa daerah, saya sampaikan bahwa tenaga pendidik harus dihargai dan diapresiasi. Alhamdulillah Pak Jokowi menyutujuinya,” jelas Kang Hasan, dalam rilisnya yang diterima <i><strong>redaksi elshinta.com</strong></i>, Selasa (13/2).</p><p><br></p><p>Berdasarkan data yang diterima Kang Hasan kebutuhan tenaga pendidikan di Jawa Barat masih kurang “Artinya kita kekurangan guru untuk mendidikan anak-anak kita. Ini adalah Pekerjaan Rumah juga,” jelas Kang Hasan yang akan berdampingan dengan Anton Charliyan (Kang Anton). </p><p><br></p><p>Kang Hasan menegaskan agar lembaga yang terkait bisa secara adil dalam menetapkan guru honorer menjadi CPNS. “Juga harus seadil-adilnya, jangan sampai ada yang tersakiti dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.</p><p><br></p><p>Seperti diketahui Jusuf Kalla memastikan bahwa Presiden Joko Widodo juga sudah memberikan restu pengangkatan guru honorer menjadi CPNS. "Saya sudah bicara dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) tentang kekurangan guru ini. Tahun ini, guru honorer akan diangkat CPNS," ungkap JK saat memberikan inspirasi kepada peserta rembuk nasional pendidikan dan kebudayaan (RNPK) 2018 di Sawangan, Depok, Rabu (7/2). </p><p><br></p><p>"Presiden sudah setuju mengangkat guru honorer menjadi CPNS. Ini agar tidak ada lagi guru yang gajinya Rp 400 ribu. Mungkin karena gaji kecil ini makanya tidak dihargai murid, seperti kasus di Sampang, Madura," tuturnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 19:25 WIB

Bus AKAP dominasi arus balik ke sejumlah kota besar

Ekonomi | 23 Juni 2018 - 19:14 WIB

Penurunan PPh UMKM akan perkuat pertumbuhan usaha

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com