Selasa, 20 Februari 2018

Partai berkuasa minta Zuma lengser, tapi presiden ingin tetap berkuasa: apa yang akan terjadi di Afrika Selatan?

Selasa, 13 Februari 2018 18:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Partai berkuasa Afrika Selatan ANC akan meminta Presiden Jacob Zuma turun setelah dia menolak mengundurkan diri secara suka rela : krisis politik pun mengancam negeri itu.

ANC mengambil keputusan itu sesudah pembicaraan maraton antara para tokoh penting partau hingga Selasa (13/2) pagi. Belum jelas bagaimana sikap Zuma atas perkembangan baru ini.

Jika Zuma, 75 tahun, tetap tidak mau mundur, dia akan menghadapi voting di parlemen yang diyakini akan kalah. Dan Afrika Selatan dihadapkan pada ancaman krisis politik.

Partai ANC belum mengonfirmasi rencana tersebut, tapi sumber partai menyampaikannya ke media lokal dan Reuters.

Zuma memimpin Afrika Selatan sejak 2009 dan belakangan didera berbagai tuduhan korupsi.

Ia sudah menolak mundur sejak Desember, ketika Cyril Ramaphosa menggantikannya sebagai pemimpin ANC.

Ramaphosa sempat meninggalkan rapat komite eksekutif ANC untuk datang ke rumah Zuma dan menyampaikan keputusan partai. Belakangan dia kembali ke rapat ANC.

Apa kesalahan Zuma?

Pemerintahan Zuma selalau dituduh korupsi, yang selalu dibantahnya.

Pada 2016, pengadilan Afrika Selatan menyatakan Zuma melanggar konstitusi karena tidak mengganti uang pemerintah yang digunakan untuk rumah pribadinya.

Tahun lalu, mahkamah agung menyebut dia menghadapi 18 tuduhan korupsi, penyelewengan, dan pencucian uang terkait pembelian senjata di tahun 1999.

Belakangan Zuma dikaitkan dengan pengusaha India keluarga Gupta yang dituding mempengaruhi pemerintah. Keduanya membantah hal itu.

Apa yang bisa terjadi sekarang?

Para pengamat Afrika Selatan mengatakan sulit bagi Zuma melawan permintaan partainya untuk lengser sebagai presiden.

Tapi Zuma bisa saja menolak turun dan tetap bersikukuh menjabat sebagai presiden Afrika Selatan meski kehilangan kepercayaan partainya.

Zuma dijadwalkan akan menghadapi pemungutan suara 'mosi tidak percaya' di parlemen, pada 22 Februari mendatang.

Namun Jacob Zuma pernah menghadapi pemungutan serupa dan selamat dari pemakzulan. Pemungutan untuk 'mosi tidak percaya' dianggap proses yang memalukan bagi dia dan partai.

Media di Afrika Selatan menyebut rencana pemakzulan ini sebagai "Zexit", singkatan dari "Zuma exit".

Presiden Afrika Selatan sebelumnya Thabo Mbeki mengundurkan diri pada 2008 setelah perebutan kekuasaan dengan Jacob Zuma yang saat itu menjabat sebagai wakilnya.

Zuma kemudian menjadi presiden setahun kemudian.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar