Selasa, 19 Juni 2018 | 19:32 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Ahed Tamimi, penampar tentara Israel, berani sejak kecil dan pernah dipuji Erdogan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Ahed Tamimi" src="http://c.files.bbci.co.uk/2A59/production/_100014801_87af734a-9f97-4400-915a-1a5d6bfef2a3.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Getty Images</footer> <figcaption>Ahed Tamimi dianggap sebagai simbol perlawanan bagi Palestina tapi di Israel ia disebut sebagai tukang onar.</figcaption> </figure><p>Remaja Palestina Ahed Tamimi yang terekam kamera menampar tentara Israel dan videonya viral diadili secara tertutup oleh mahkamah militer Israel, hari Selasa (13/02).</p><p>Tamimi menghadapi 12 dakwaan termasuk menyerang aparat keamanan dan memicu kekerasan. Jika dinyatakan bersalah, ia bisa mendekam di penjara dalam waktu yang lama.</p><p>Bagi rakyat Palestina, Tamimi dianggap sebagai pahlawan dan menjadi simbol perlawanan terhadap pendudukan Israel, namun bagi Israel ia dianggap sebagai 'tukang onar dan seseorang yang hanya ingin mendapatkan popularitas'.</p><p>Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyerukan pembebasan Tamimi dengan alasan Israel telah melakukan tindakan yang sewenang-wenang terhadap anak.</p><p>Kasus yang membuat Tamimi diadili di mahkamah militer Israel terjadi pada 15 Desember 2017.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-42538463">Aparat Israel gugat Ahed Tamimi, remaja Palestina yang tampar tentara </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/trensosial-42426327">Ahed Tamimi, perempuan 'berani' Palestina yang menampar tentara Israel</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/trensosial-42521580">Sosok Ahed Tamimi, remaja Palestina yang berani menampar tentara Israel</a></li> </ul><p>Tamimi, ketika itu berusia 16 tahun, oleh sang ibu direkam meneriaki dan mendorong dua tentara Israel di depan rumahnya di Nabi Saleh, di Tepi Barat yang diduduki Israel.</p><p>Insiden ini disiarkan langsung di Facebook oleh saudara Tamimi, Nariman, yang kemudian viral. Di video ini terlihat Tamimi menendang dan menampar tentara Israel.</p><p>Ia ditangkap oleh tentara Israel melalui penggerebakan di waktu malam beberapa hari kemudian.</p><h3>Israel dikecam banyak pegiat HAM</h3><p>Kasus ini, bisa diperkirakan, mendapatkan reaksi yang berbeda di Israel dan Palestina.</p><p>Menteri Pendidikan Israel, Naftali Bennett, mengatakan Tamimi 'layak dipenjara hingga meninggal'.</p><p>Banyak kalangan di Israel mengatakan Ahed Tamimi dimanfaatkan oleh keluarganya dan 'sengaja dipakai untuk memprovokasi tentara Israel'.</p><p>Ternyata bukan sekali ini Tamimi menyerang secara fisik tentara Israel.</p><p>Dua tahun lalu, ia menggigit tangan tentara Israel dan video ini juga viral, yang membuatnya dipuji oleh pemimpin Turki, Recep Tayyip Erdogan.</p><p>Publik mengenal Tamimi ketika pada usia 11 tahun terekam mengancam akan memukul tentara Israel.</p><p>Bagi rakyat Palestina, Tamimi adalah ikon nasional dan dipuji karena berani menghadapi tentara Israel. Ia juga diangggap sebagai simbol perlawanan atas pendudukan Israel.</p><p>Wajahnya diabadikan di dinding dan poster sementara di internet beredar petisi pembebasannya yang didukung oleh 1,7 juta tanda tangan.</p><p>Organisasi HAM mengatakan kasus Tamimi mencerminkan sikap keras Israel ketika menangani kasus yang dilakukan oleh anak-anak Palestina.</p><p>Militer Israel mengatakan dalam tiga tahun terakhir mereka telah mengadili tak kurang dari 1.400 anak-anak Palestina di bawah umur di mahkamah khusus. </p><p>Para pegiat hak-hak sipil mengatakan hukum Israel tak punya sistem untuk melindungi anak-anak selain tidak ada jaminan proses hukum yang adil.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 19:25 WIB

58.807 orang tiba di Terminal Kampung Rambutan hingga H+4

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 18:47 WIB

Buaya sambar umpan pancing warga Sampit

Event | 19 Juni 2018 - 18:35 WIB

Rusia: Kami lawan Mesir bukan Salah

Event | 19 Juni 2018 - 18:22 WIB

Mesir siap turunkan Salah hadapi Rusia

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 18:10 WIB

Tim gabungan belum temukan tambahan korban KM Sinar Bangun

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com