Sabtu, 24 Februari 2018

Pria Australia Tewas di Bar Thailand Cekik Pelayan Sebelum Berkelahi

Rabu, 14 Februari 2018 01:25

(Courtesy: AustraliaPlus) Klub Ruby adalah tempat populer bagi orang yang terlibat dalam olahraga angkat besi dan seni bela diri. (Courtesy: AustraliaPlus) Klub Ruby adalah tempat populer bagi orang yang terlibat dalam olahraga angkat besi dan seni bela diri.
Ayo berbagi!

Menurut keterangan polisi, seorang pria Australia yang tewas setelah perkelahian di bar Thailand diketahui mencekik seorang pelayan sesaat sebelum warga Amerika Serikat (AS) menonjoknya.

Benjamin Robb, dari Newport di negara bagian Victoria, terlibat dalam perkelahian akibat mabuk di Klub Ruby Pattaya, 150 kilometer tenggara Bangkok, Jumat (9/2/2018) malam yang lalu.

Kapten polisi wilayah Pattaya, Sombat Kaewpoonmuk, mengatakan, Robb yang berusia 42 tahun itu mabuk dan bersikap agresif, mencekik seorang pelayan di leher sampai kakinya terangkat dari lantai dan wajahnya menjadi biru.

Seorang pria asal AS, Jose Manuel Polanco Jr, mengatakan kepada polisi bahwa ia meninju warga Australia itu beberapa, sambil mengatakan bahwa tindakan tersebut untuk membela diri.

Robb menderita luka parah di kepala dan bagian atas tubuhnya sebelum terjatuh tak sadarkan diri. Tubuhnya dilaporkan telah dilempar melintasi bar dan kemudian terus mengalami tendangan berulang di kepala dan badan.

Petugas paramedis dan polisi Thailand dengan cepat berada di lokasi kejadian dan lalu Robb dibawa ke Rumah Sakit Memorial Pattaya terdekat.

Meski menjalani perawatan, ia tewas pada Sabtu (10/2/2018) dini hari akibat luka-lukanya, termasuk pendarahan internal.

Saksi mata mengatakan bahwa kedua pria tersebut mengonsumsi banyak alkohol di siang hari dan tampak mabuk saat perkelahian tersebut terjadi.

Klub Ruby mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertengkaran itu singkat dan telah membuat si warga Australia pingsan.

Polanco Jr berada dalam tahanan sementara polisi Thailand menyelidiki lebih lanjut.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) mengatakan bahwa pihaknya memberikan bantuan konsuler kepada keluarga pria tersebut, dan bahwa pihaknya tak bisa memberikan rincian lebih lanjut karena alasan privasi.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar