Menlu Jerman mundur setelah berbohong soal Putin
Senin, 00 0000 - 00:00 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Bendera Nasional Jerman. Sumber foto: http://bit.ly/2nXHXNK
<p>Menteri Luar Negeri Jerman Halbe Zijlstra pada Selasa mengundurkan diri setelah kebohongan soal Presiden Rusia Vladimir Putin.</p><p> Zijlstra mengakui ia mengarang cerita bahwa dirinya menghadiri suatu pertemuan pada 2006, yang di dalamnya Presiden Putin menguraikan strategi untuk membangun Rusia yang lebih luas.</p><p> Kebohongan itu telah membuat malu pemerintahan koalisi pimpinan Perdana Menteri Mark Rutte serta semakin menyulitkan hubungan Jerman dengan Rusia.</p><p> Zijlstra, yang terlihat emosional ketika mendapat kesempatan tampil pada sidang parlemen yang sedang membahas tindakannya, mengatakan ia telah memutuskan untuk menyampaikan pengunduran diri kepada raja karena situasi yang terkait dengannya berisiko mengganggu tugas Kementerian Luar Negeri.</p><p> "Kita hidup di negara yang menjunjung tinggi kebenaran. Karena itu, saya melihat tidak ada pilihan lain selain mengundurkan diri," kata Zijlstra, yang hanya kurang dari dari empat bulan menjalankan jabatan sebagai menteri luar negeri.</p><p> "Kantor (kementerian luar negeri) harus bersih dari keraguan, baik di dalam maupun luar negeri," tambahnya.</p><p> Para anggota parlemen juga mencecar Rutte, yang sebelumnya membela Zijlstra walaupun ia sudah tahun sejak Januari bahwa menterinya itu telah mengarang cerita soal Putin.</p><p> Penangangan kasus Zijlstra merupakan cobaan berat pertama yang dihadapi koalisi Rutte sejak pemerintahannya mulai menjalankan tugas pada Oktober.</p><p> Zijlstra pada Senin mengaku bahwa ia telah berbohong pada 2016, yaitu ketika ia mengatakan bahwa dirinya menghadiri suatu pertemuan satu dekade sebelumnya. Dalam pertemuan yang disebutnya itu, Putin dikabarkan berbicara soal rencana Rusia melakukan perluasan di kawasan.</p><p> Zijlstra mengatakan ia sebenarnya tidak hadir dalam pertemuan tersebut namun mendengar kabar soal pernyataan Putin itu dari orang lain.</p><p> Komentar-komentar Zijlstra membuat partai-partai oposisi mendesaknya untuk mundur dan Kedutaan Rusia pada Selasa membantah komentar sang menteri luar negeri sebagai "kabar palsu", demikian Reuters melaporkan.(Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Minggu, 22 April 2018 - 09:04 WIB
Kelompok paduan suara "The Resonanz Children`s Choir" (TRCC) pimpinan Avip Priatna dinobat...
Minggu, 22 April 2018 - 02:04 WIB
<p>Pasukan keamanan Arab Saudi mengatakan menembak jatuh pesawat nirawak mainan di ibukota Riy...
Minggu, 22 April 2018 - 02:04 WIB
<p>Puluhan ribu orang Hungaria berunjuk rasa pada Sabtu (21/4) menentang kendali pemerintah at...
Minggu, 22 April 2018 - 01:04 WIB
<p>Sedotan plastik, pengaduk minuman, dan cotton buds akan segera dilarang di Inggris sebagai ...
Sabtu, 21 April 2018 - 11:04 WIB
<p>Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari Jumat kemarin (20/4) dalam jumpa p...
Sabtu, 21 April 2018 - 11:04 WIB
<p>Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari Jumat kemarin (20/4) di Beijing me...
Sabtu, 21 April 2018 - 10:04 WIB
<p>Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying hari Jumat kemarin (20/4) di dep...
Sabtu, 21 April 2018 - 10:04 WIB
<p>XINHUA: Jurubicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang hari ini (21/4) menanggapi peng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)