Jumat, 14 Desember 2018 | 02:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Polisi yang lumpuhkan penyerang gereja dapat penghargaan Kapolda

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2G9RvvW
Sumber foto: http://bit.ly/2G9RvvW
<p>Aiptu Almunir, polisi yang melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, mendapat penghargaan dari Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri.</p><p> Penghargaan berupa piagam dan pin itu diberikan oleh Dhofiri kepada Munir saat acara apel pagi di Mapolda DIY, Rabu (14/2), bersama sejumlah anggota kepolisian berprestasi lainnya.</p><p> "Ini prestasi yang baik karena dia bisa melumpuhkan pelaku meski dalam kondisi yang terdesak," kata Dhofiri.</p><p> Selain Munir, tiga anggota kepolisian lainnya yakni Iptu Pujiono, Aiptu Prastyanto Julnaidi, Brigadir Erwin Riza juga mendapatkan penghargaan serupa karena dinilai ikut membantu melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Lidwina pada Minggu (11/2).</p><p> "Sementara ini berupa pin dan piagam penghargaan dulu, yang lain nanti akan kami upayakan," kata dia.</p><p> Menurut Dhofiri, tindakan Munir patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi anggota kepolisian lainnya karena telah berhasil melakukan tindakan yang cepat dan terukur dalam kondisi darurat.</p><p> Pada saat peristiwa penyerangan terjadi, Munir menembak kaki kanan dan kiri pelaku karena pelaku tidak mengindahkan peringatan dan justru berbalik menyerangnya dengan parang.</p><p> Dalam kodisi seperti itu, menurut Dhofiri, Munir yang merupakan anggota Polsek Gamping, Sleman dibenarkan apabila mengeluarkan tembakan yang mematikan kepada pelaku.</p><p> "Bisa saja dia mengeluarkan tembakan di bagian yang mematikan karena dalam kondisi terdesak, tetapi Munir berusaha hanya melumpuhkan agar pelaku tetap bisa dimintai keterangan," kata dia.</p><p> Sebelumnya, kepada wartawan Munir mengaku sudah terbiasa menangani peristiwa kriminal dengan pelaku bersenjata tajam. Pasalnya, ia telah bertugas di reserse kriminal selama 34 tahun.</p><p>"Penangkapan pelaku kejahatan sudah sering, Alhamdulillah sudah tidak grogi lagi," kata dia yang mengaku pernah mendapatkan penghargaan serupa saat bertugas di Polres Sukabumi pada 2008. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Aiptu Almunir, polisi yang melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, mendapat penghargaan dari Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri.</p><p> Penghargaan berupa piagam dan pin itu diberikan oleh Dhofiri kepada Munir saat acara apel pagi di Mapolda DIY, Rabu (14/2), bersama sejumlah anggota kepolisian berprestasi lainnya.</p><p> "Ini prestasi yang baik karena dia bisa melumpuhkan pelaku meski dalam kondisi yang terdesak," kata Dhofiri.</p><p> Selain Munir, tiga anggota kepolisian lainnya yakni Iptu Pujiono, Aiptu Prastyanto Julnaidi, Brigadir Erwin Riza juga mendapatkan penghargaan serupa karena dinilai ikut membantu melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Lidwina pada Minggu (11/2).</p><p> "Sementara ini berupa pin dan piagam penghargaan dulu, yang lain nanti akan kami upayakan," kata dia.</p><p> Menurut Dhofiri, tindakan Munir patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi anggota kepolisian lainnya karena telah berhasil melakukan tindakan yang cepat dan terukur dalam kondisi darurat.</p><p> Pada saat peristiwa penyerangan terjadi, Munir menembak kaki kanan dan kiri pelaku karena pelaku tidak mengindahkan peringatan dan justru berbalik menyerangnya dengan parang.</p><p> Dalam kodisi seperti itu, menurut Dhofiri, Munir yang merupakan anggota Polsek Gamping, Sleman dibenarkan apabila mengeluarkan tembakan yang mematikan kepada pelaku.</p><p> "Bisa saja dia mengeluarkan tembakan di bagian yang mematikan karena dalam kondisi terdesak, tetapi Munir berusaha hanya melumpuhkan agar pelaku tetap bisa dimintai keterangan," kata dia.</p><p> Sebelumnya, kepada wartawan Munir mengaku sudah terbiasa menangani peristiwa kriminal dengan pelaku bersenjata tajam. Pasalnya, ia telah bertugas di reserse kriminal selama 34 tahun.</p><p>"Penangkapan pelaku kejahatan sudah sering, Alhamdulillah sudah tidak grogi lagi," kata dia yang mengaku pernah mendapatkan penghargaan serupa saat bertugas di Polres Sukabumi pada 2008. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com