Kamis, 20 September 2018 | 14:56 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Polisi yang lumpuhkan penyerang gereja dapat penghargaan Kapolda

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2G9RvvW
Sumber foto: http://bit.ly/2G9RvvW
<p>Aiptu Almunir, polisi yang melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, mendapat penghargaan dari Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri.</p><p> Penghargaan berupa piagam dan pin itu diberikan oleh Dhofiri kepada Munir saat acara apel pagi di Mapolda DIY, Rabu (14/2), bersama sejumlah anggota kepolisian berprestasi lainnya.</p><p> "Ini prestasi yang baik karena dia bisa melumpuhkan pelaku meski dalam kondisi yang terdesak," kata Dhofiri.</p><p> Selain Munir, tiga anggota kepolisian lainnya yakni Iptu Pujiono, Aiptu Prastyanto Julnaidi, Brigadir Erwin Riza juga mendapatkan penghargaan serupa karena dinilai ikut membantu melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Lidwina pada Minggu (11/2).</p><p> "Sementara ini berupa pin dan piagam penghargaan dulu, yang lain nanti akan kami upayakan," kata dia.</p><p> Menurut Dhofiri, tindakan Munir patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi anggota kepolisian lainnya karena telah berhasil melakukan tindakan yang cepat dan terukur dalam kondisi darurat.</p><p> Pada saat peristiwa penyerangan terjadi, Munir menembak kaki kanan dan kiri pelaku karena pelaku tidak mengindahkan peringatan dan justru berbalik menyerangnya dengan parang.</p><p> Dalam kodisi seperti itu, menurut Dhofiri, Munir yang merupakan anggota Polsek Gamping, Sleman dibenarkan apabila mengeluarkan tembakan yang mematikan kepada pelaku.</p><p> "Bisa saja dia mengeluarkan tembakan di bagian yang mematikan karena dalam kondisi terdesak, tetapi Munir berusaha hanya melumpuhkan agar pelaku tetap bisa dimintai keterangan," kata dia.</p><p> Sebelumnya, kepada wartawan Munir mengaku sudah terbiasa menangani peristiwa kriminal dengan pelaku bersenjata tajam. Pasalnya, ia telah bertugas di reserse kriminal selama 34 tahun.</p><p>"Penangkapan pelaku kejahatan sudah sering, Alhamdulillah sudah tidak grogi lagi," kata dia yang mengaku pernah mendapatkan penghargaan serupa saat bertugas di Polres Sukabumi pada 2008. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Aktual Pemilu | 20 September 2018 - 14:56 WIB

Pemilu makin sengit, Perludem minta waspadai hoaks

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 14:35 WIB

Mensos: Stok rastra tak terpengaruh impor beras

Aktual Pemilu | 20 September 2018 - 14:30 WIB

Bagi pemilih yang belum punya KTP-el, ini opsi dari KPU

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 14:22 WIB

DPRD segera panggil Disdukcapil Medan terkait pemilih ganda

Arestasi | 20 September 2018 - 14:18 WIB

Dede `Idol` terancam tujuh tahun penjara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com