Sabtu, 24 Februari 2018

Kecelakaan pesawat Moksow kemungkinan akibat es di pengukur kecepatan

Rabu, 14 Februari 2018 14:21

An-148, jenis pesawat yang juga dioperasikan maskapai Rusia Saratov Airlines. An-148 milik maskapai ini jatuh setelah beberapa menit tinggal landas di Moskow, 11 Februari. Sumber foto: https://img.antaranews.com/cache/730x487/2018/02/an-148-02.png An-148, jenis pesawat yang juga dioperasikan maskapai Rusia Saratov Airlines. An-148 milik maskapai ini jatuh setelah beberapa menit tinggal landas di Moskow, 11 Februari. Sumber foto: https://img.antaranews.com/cache/730x487/2018/02/an-148-02.png
Ayo berbagi!

Para ahli Rusia yang menyelidiki kecelakaan pesawat pada akhir pekan lalu di luar Moskow yang menewaskan 71 orang, pada Selasa (13/02) mengatakan bahwa kecelakaan tersebut mungkin disebabkan oleh es pada instrumen pengukur kecepatan yang menyebabkan informasi keliru mengenai kecepatan pesawat terbang.

Kecelakaan itu kemungkinan terjadi akibat data yang salah terkait kecepatan penerbangan pada indikator pilot yang disebabkan oleh es pada tabung pitot, sementara sistem pemanas dimatikan, kata Komite Penerbangan Rusia (IAC) yang menyelidiki insiden pesawat terbang itu.

Pesawat Antonov An-148 lepas landas dari bandara Domodedovo Moskow pada Minggu ke Kota Orsk di Rusia dan jatuh di sebuah lapangan sekitar 70 kilometer sebelah tenggara Moskow beberapa saat setelah lepas landas. Seluruh 65 penumpang dan enam awak pesawat tewas.

IAC mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan analisis rekaman di pesawat itu dan masih perlu menganalisis kotak hitam yang merekam percakapan di kokpit. IAC juga akan melihat apakah tabung pitot, peralatan penting yang mengukur kecepatan udara, tidak berfungsi.

IAC mengatakan penerbangan tersebut mulai mengalami masalah dua setengah menit setelah lepas landas di ketinggian sekitar 1.300 meter, saat instrumen mulai menunjukkan kecepatan yang sangat berbeda.

Pilot otomatis pesawat itu dimatikan dan mulai kehilangan kecepatan dengan drastis hingga jatuh ke tanah pada 1127 GMT, kata IAC, dikutip dari AFP.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar