Minggu, 16 Desember 2018 | 23:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kecelakaan pesawat Moksow kemungkinan akibat es di pengukur kecepatan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
An-148, jenis pesawat yang juga dioperasikan maskapai Rusia Saratov Airlines. An-148 milik maskapai ini jatuh setelah beberapa menit tinggal landas di Moskow, 11 Februari. Sumber foto: https://img.antaranews.com/cache/730x487/2018/02/an-148-02.png
An-148, jenis pesawat yang juga dioperasikan maskapai Rusia Saratov Airlines. An-148 milik maskapai ini jatuh setelah beberapa menit tinggal landas di Moskow, 11 Februari. Sumber foto: https://img.antaranews.com/cache/730x487/2018/02/an-148-02.png
<p>Para ahli Rusia yang menyelidiki kecelakaan pesawat pada akhir pekan lalu di luar Moskow yang menewaskan 71 orang, pada Selasa (13/02) mengatakan bahwa kecelakaan tersebut mungkin disebabkan oleh es pada instrumen pengukur kecepatan yang menyebabkan informasi keliru mengenai kecepatan pesawat terbang.</p><p>Kecelakaan itu kemungkinan terjadi akibat data yang salah terkait kecepatan penerbangan pada indikator pilot yang disebabkan oleh es pada tabung pitot, sementara sistem pemanas dimatikan, kata Komite Penerbangan Rusia (IAC) yang menyelidiki insiden pesawat terbang itu.</p><p>Pesawat Antonov An-148 lepas landas dari bandara Domodedovo Moskow pada Minggu ke Kota Orsk di Rusia dan jatuh di sebuah lapangan sekitar 70 kilometer sebelah tenggara Moskow beberapa saat setelah lepas landas. Seluruh 65 penumpang dan enam awak pesawat tewas.</p><p>IAC mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan analisis rekaman di pesawat itu dan masih perlu menganalisis kotak hitam yang merekam percakapan di kokpit. IAC juga akan melihat apakah tabung pitot, peralatan penting yang mengukur kecepatan udara, tidak berfungsi.</p><p>IAC mengatakan penerbangan tersebut mulai mengalami masalah dua setengah menit setelah lepas landas di ketinggian sekitar 1.300 meter, saat instrumen mulai menunjukkan kecepatan yang sangat berbeda.</p><p>Pilot otomatis pesawat itu dimatikan dan mulai kehilangan kecepatan dengan drastis hingga jatuh ke tanah pada 1127 GMT, kata IAC, dikutip dari AFP.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Para ahli Rusia yang menyelidiki kecelakaan pesawat pada akhir pekan lalu di luar Moskow yang menewaskan 71 orang, pada Selasa (13/02) mengatakan bahwa kecelakaan tersebut mungkin disebabkan oleh es pada instrumen pengukur kecepatan yang menyebabkan informasi keliru mengenai kecepatan pesawat terbang.</p><p>Kecelakaan itu kemungkinan terjadi akibat data yang salah terkait kecepatan penerbangan pada indikator pilot yang disebabkan oleh es pada tabung pitot, sementara sistem pemanas dimatikan, kata Komite Penerbangan Rusia (IAC) yang menyelidiki insiden pesawat terbang itu.</p><p>Pesawat Antonov An-148 lepas landas dari bandara Domodedovo Moskow pada Minggu ke Kota Orsk di Rusia dan jatuh di sebuah lapangan sekitar 70 kilometer sebelah tenggara Moskow beberapa saat setelah lepas landas. Seluruh 65 penumpang dan enam awak pesawat tewas.</p><p>IAC mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan analisis rekaman di pesawat itu dan masih perlu menganalisis kotak hitam yang merekam percakapan di kokpit. IAC juga akan melihat apakah tabung pitot, peralatan penting yang mengukur kecepatan udara, tidak berfungsi.</p><p>IAC mengatakan penerbangan tersebut mulai mengalami masalah dua setengah menit setelah lepas landas di ketinggian sekitar 1.300 meter, saat instrumen mulai menunjukkan kecepatan yang sangat berbeda.</p><p>Pilot otomatis pesawat itu dimatikan dan mulai kehilangan kecepatan dengan drastis hingga jatuh ke tanah pada 1127 GMT, kata IAC, dikutip dari AFP.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com