Minggu, 16 Desember 2018 | 23:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pansus Hak angket KPK bukan melemahkan tapi perbaiki KPK

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Doddy Handoko/ Elshinta.com
Sumber foto: Doddy Handoko/ Elshinta.com
<p>Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunanjar mengatakan bahwa pansus hak angket KPK bukan untuk melemahkan, namun memperbaiki kinerja KPK.</p><p>"Seolah-olah DPR menjalankan pengawasannya pada KPK dianggap pro koruptor. Padahal sesungguhnya agar KPK lebih memperhatikan hak asasi manusia dan KUHAP," katanya di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).</p><p>Dikatakannya, ada ketidakharmonisan KPK dengan lembaga negara lain. "Belum terciptanya keharmonisan dengan lembaga negara lainnya," ujarnya.</p><p>Menurutnya,&nbsp;pengembalian kerugian negara belum sepadan pengeluaran negara. Perjalanan KPK belum mampu menunjukkan kinerjanya dengan maksimal.</p><p>”Indikator korupsi kita belum membaik dibanding negara tetangga. Indeks persepsi korupsi kita masih di bawah dan jauh tertinggal dibanding Jepang, Korea Selatan dan Saudi Arabia. Kerugian negara yang dikembalikan belum sepadan dengan keuangan negara yang digunakan," paparnya. (Doddy/Den)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunanjar mengatakan bahwa pansus hak angket KPK bukan untuk melemahkan, namun memperbaiki kinerja KPK.</p><p>"Seolah-olah DPR menjalankan pengawasannya pada KPK dianggap pro koruptor. Padahal sesungguhnya agar KPK lebih memperhatikan hak asasi manusia dan KUHAP," katanya di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).</p><p>Dikatakannya, ada ketidakharmonisan KPK dengan lembaga negara lain. "Belum terciptanya keharmonisan dengan lembaga negara lainnya," ujarnya.</p><p>Menurutnya,&nbsp;pengembalian kerugian negara belum sepadan pengeluaran negara. Perjalanan KPK belum mampu menunjukkan kinerjanya dengan maksimal.</p><p>”Indikator korupsi kita belum membaik dibanding negara tetangga. Indeks persepsi korupsi kita masih di bawah dan jauh tertinggal dibanding Jepang, Korea Selatan dan Saudi Arabia. Kerugian negara yang dikembalikan belum sepadan dengan keuangan negara yang digunakan," paparnya. (Doddy/Den)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com