Rabu, 20 Juni 2018 | 05:20 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Presiden Prancis ancam ‘serang’ Suriah jika terbukti gunakan senjata kimia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengancam bakal &quot;menyerang&quot; Suriah jika pemerintahan negara itu terbukti menggunakan senjata kimia terhadap warganya. </p><p>&quot;Kami akan menyerang tempat peluncuran-peluncuran dilakukan atau diselenggarakan,&quot; ujarnya kepada para wartawan.</p><p>Macron menegaskan, penggunaan senjata kimia adalah &quot;batas merah&quot; bagi pemerintah Prancis. </p><p>Namun, menurut Macron, intelijen Prancis sejauh ini belum menemukan bukti bahwa senjata kimia terlarang telah digunakan.</p><p>&quot;Begitu bukti tersebut telah ditemukan, saya akan melakukan seperti yang saya katakana. Prioritasnya adalah perang melawan teroris,&quot; seru Macron.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-42945373">Serangan udara Suriah di wilayah pemberontak dilaporkan gunakan 'klorin'</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39499206">Kecaman internasional atas dugaan serangan kimia Suriah</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39499518">Serangan Kimia Suriah: Enam hal yang perlu Anda ketahui</a></li> </ul><p>Komentar Macron mengemuka menyusul sejumlah laporan yang menyebutkan pemerintah Suriah memakai senjata kimia, termasuk dugaan serangan klorin.</p><p>Sebanyak sembilan orang dirawat akibat mengalami kesulitan bernapas setelah sebuah bom yang diyakini terisi dengan bahan kimia dijatuhkan di Saraqeb, kota di sebelah barat laut Provinsi Idlib. Kota itu hingga kini dikuasai kubu pemberontak.</p><p>Akan tetapi, pemerintah Suriah membantah bahwa mereka menggunakan senjata kimia dan tidak menyasar warga sipil. </p><h3>Lebih keras</h3><p>Pernyataan Macron bahwa Prancis akan melakukan serangan di Suriah merupakan komentar paling keras sejak tahun lalu. </p><p>Saat itu, Macron berkata kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa penggunaan senjata kimia di Suriah merupakan &quot;batas merah&quot; yang akan mendapat &quot;respons langsung&quot; dari Prancis.</p><p>Setelah serangan senjata kimia dekat Damaskus pada 2013, Amerika Serikat dan Rusia menyepakati sebuah rencana dengan Suriah untuk memusnahkan cadangan senjata kimia dalam setahun. </p><p>Nyatanya, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) terus mencatat penggunaan bahan kimia beracun di negara tersebut.</p><p>Pada April 2017, serangan di kota Khan Sheikhoun yang dikuasai kubu pemberontak menyebabkan ratusan orang mengalami gejala serupa dengan orang yang terkena paparan gas syaraf. </p><p>Seumlah saksi mata mengaku melihat beberapa pesawat tempur menyerang kota. Ada pula rekaman video yang menunjukkan mulut para korban, yang sebagian besar anak-anak, berbusa. Lebih dari 80 orang tewas saat itu.</p><p>Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dan Rusia berulang kali mengatakan insiden itu dibuat-buat.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:52 WIB

Instagram akan hadirkan fitur pelacak aktivitas

Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:39 WIB

YouTube Music dan YouTube premium telah resmi dirilis

Megapolitan | 19 Juni 2018 - 20:28 WIB

Jokowi berikan jaket olahraga ke pengunjung KRB

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 19:48 WIB

Sistem buka-tutup diberlakukan di Jalur Nagreg

Arestasi | 19 Juni 2018 - 19:37 WIB

Polres Sukabumi tangkap tiga pelaku pembunuhan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com