Anggota DPR: Pastikan hak Adelina dan keluarganya terpenuhi
Senin, 00 0000 - 00:00 WIB | Penulis : Devi Novitasari | Editor : Administrator
Anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh. Sumber foto: dpr.go.id
<p>Anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh meminta pemerintah untuk memastikan hak Adelina Lisao, pekerja rumah tangga warga negara Indonesia yang meninggal di Malaysia, terpenuhi.</p><p> "Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk melakukan langkah-langkah hukum. Kami akan memastikan hak korban dan keluarganya terpenuhi," kata Ninik, panggilan akrabnya, dihubungi di Jakarta, Rabu (14/2).</p><p> Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berjanji akan berjuang sebisa mungkin untuk memantau langkah-langkah hukum yang diambil pemerintah.</p><p> Selain itu, Ninik juga menilai perlu ada evaluasi terhadap berbagai hal yang perlu diperbaiki dalam perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, terutama perlindungan hukum kepada mereka.</p><p> "Penganiayaan majikan kepada Adelina adalah tindakan biadab. Itu adalah tindakan pidana," tuturnya.</p><p> Sebelumnya, media Malaysia melaporkan pekerja rumah tangga warga negara Indonesia Adelina Lisao (21) meninggal dunia di Rumah Sakit Bukit Mertajam, Pulau Pinang, Malaysia, Minggu (11/2).</p><p> Wanita asal Nusa Tenggara Timur itu bekerja di rumah semi terpisah di Taman Kota Permai dan diduga telah disiksa oleh majikannya.</p><p> Menurut seorang tetangga, Adelina terlihat tidur di samping anjing "rottweiler" setiap hari selama hampir dua bulan. Dia menolak untuk berbicara dengan mereka yang menyapanya.</p><p> Mencurigai ada yang tidak beres, tetangga tersebut menghubungi seorang wartawan yang kemudian memberi tahu kantor perwakilan anggota dewan Bukit Mertajam.</p><p> Beberapa anggota dewan kota kemudian mendatangi rumah tempat Adelina bekerja dan membawanya ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal.</p><p> Anak perempuan majikan Adelina membantah disebut melakukan penganiayaan, tetapi mengaku telah menampar Adelina sekali atau dua kali.</p><p> Kepala Polisi Distrik Seberang Perai Pusat ACP Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid mengatakan bahwa kasus tersebut akan diselidiki sebagai pembunuhan. (Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 21 April 2018 - 10:04 WIB
<p>Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama para anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet ...
Sabtu, 21 April 2018 - 04:04 WIB
<p>Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar tampil beda saat menghadiri perin...
Sabtu, 21 April 2018 - 01:04 WIB
<p>Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto mengatakan elit bangsa harus mengilhami...
Jumat, 20 April 2018 - 12:04 WIB
<p>Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan Klinik Eksekutif Heritage RS Pelni, fasilitas layanan...
Jumat, 20 April 2018 - 11:04 WIB
<p>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah Indone...
Jumat, 20 April 2018 - 11:04 WIB
<p>Mantan Ketua DPR Setya Novanto enggan menjadi saksi untuk perkara lain sebelum dijatuhi von...
Jumat, 20 April 2018 - 07:04 WIB
<p>Terdakwa Richard Cristoporus meminta majelis hakim menunda sidang sebelum keluar uji labola...
Jumat, 20 April 2018 - 04:04 WIB
<p>Menteri Sekretaris Negara Pratikno meluruskan adanya anggapan Peraturan Presiden (Perpres) ...
Jumat, 20 April 2018 - 03:04 WIB
<p>Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian mengklaim bahwa institusi yan...
Jumat, 20 April 2018 - 02:04 WIB
<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyikapi nama-nama yang disebut dalam putusan mant...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)