Rabu, 19 September 2018 | 07:11 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

BP Koperasi PK-5 pertanyakan kinerja kabag legislasi DPRD Medan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Amsal.
Foto: Amsal.
<p>Ketua Badan Pengawas Koperasi Pedagang Kaki Lima Gatsu (BP Koperasi PK-5) Kota Medan, Rahmadsyah mempertanyakan kinerja Kabag Legislasi Sekretariat DPRD Medan Alida terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD Medan tentang Perlindungan Pedagang Kecil.</p><p><br></p><p>"Kita heran, mengapa ranperda tersebut sampai saat ini belum juga memiliki naskah akademik. Padahal, ranperda ini sudah masuk dalam program pembentukan peraturan daerah (propemperda) dan anggarannya juga sudah ditampung di APBD TA 2017," kata Rahmadsyah kepada wartawan di Medan, termasuk <i><strong>Kontributor elshinta, Amsal,</strong></i> Rabu (14/2).</p><p><br></p><p>Menurut Rahmad, ranperda itu sudah sangat dibutuhkan para pedagang kecil di Medan yang jumlahnya cukup besar. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provsu, jumlah pedagang kecil di Sumut mencapai 3 juta pedagang.</p><p><br></p><p>Rahmad menduga belum adanya naskah Akademik Ranperda Inisiatif Perlindungan Pedagang Kecil menjadi bukti kinerja Kabag Legislasi Sekretariat DPRD Medan jeblok. Seharusnya, jelas Rahmad, tupoksi Kabag Legislasi adalah memfasilitasi penyusunan naskah akademik draf ranperda inisiatif.</p><p><br></p><p>"Kita meminta Wali Kota Medan mengevaluasi kinerja kabag legislasi yang kami nilai tidak optimal dalam menjalankan tugasnya," katanya.</p><p><br></p><p>Rahmad juga sudah menyurati Wali Kota Medan Dzulmi Eldin terkait kinerja kabag legislasi yang belum membuat naskah akademik Ranperda Perlindungan Kecil yang anggarannya sudah ditampung di APBD 2017.&nbsp;</p><p><br></p><p>Bahkan pihak Inspektorat Pemko Medan sudah menyurati pihak Sekretariat DPRD Medan untuk meminta klarifikasi dengan nomor surat 700.K/096 tanggal 12 Februari 2018.</p><p><br></p><p>Sementara itu, Kabag Legislasi Sekretariat DPRD Medan Alida membenarkan bahwa naskah akademik Ranperda Inisiatif DPRD Medan tentang Perlindungan Pedagang Kecil belum dibuat.</p><p><br></p><p>"Memang belum kita buat. Soalnya naskah akademik ini harus melibat pihak akademisi. Selain itu, kerja kita juga banyak dan bukan itu saja yang kita urusi," katanya.</p><p><br></p><p>Menurut Alida, sekalipun Ranperda Inisiatif Perlindungan Pedagang Kecil sudah dimasukkan ke Propemperda DPRD Medan, namun tanpa ada kajian naskah akademik tidak akan bisa dibahas. "Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan kajian akademik," katanya.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Olahraga | 19 September 2018 - 07:04 WIB

Empat negara usulkan panjat tebing dipertandingkan di SEA Games 2019

Musibah | 19 September 2018 - 06:56 WIB

Tiga rumah pengungsian di Lombok Timur terbakar

Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 06:44 WIB

Sepuluh kepala daerah di Sumbar deklarasi dukung Jokowi

Liga Champions | 19 September 2018 - 06:33 WIB

Sempat tertinggal, Inter kalahkan Tottenham Hotspur 2-1

Liga Champions | 19 September 2018 - 06:25 WIB

Messi trigol, Barca hancurkan PSV

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 06:13 WIB

Presiden Jokowi akan resmikan GWK

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

Sabtu, 15 September 2018 - 19:57 WIB

Asyik swafoto, dua orang tewas terseret ombak

Sabtu, 15 September 2018 - 10:35 WIB

Revitalisasi Kalimalang jadi wisata alam perdana Bekasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com