Jumat, 21 September 2018 | 19:55 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Percepat dokumen ekspor Indonesia-Australia

Badan Karantina Pertanian tandatangani e-Cert

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini tandatangani Implementing Arrangement for the exchange of electronic certification (eCert) antara Indonesia dan Australia, Rabu (14/2) di Melbourne Australia.</p><p>“Pertukaran e-Cert Indonesia-Australia ini akan pangkas waktu proses pengiriman dokumen sertifikat. Sebelumnya perlu  5 bahkan 15 hari, kini bisa kurang dari 1 menit," kata Banun. </p><p>Dokumen sertifikat yang sampai ke petugas karantina di border selanjutnya  dianalisis lebih lanjut sebelum komoditas pertanian ekspor tersebut sampai di masing-masing negara.</p><p>Hal ini dilaporkan melalui siaran persnya dari Australia yang diterima Redaksi Elshinta.Com, Banun yang bertindak selaku co-chair Pertemuan Bilateral Working Group on Agriculture, Food and Forestry Cooperation (WGAFFC) ke-21 antara Indonesia dan Australia.</p><p>Pertemuan tahunan kerjasama Indonesia dan Australian untuk membahas kerja sama seputar pertanian, pangan dan kehutanan. Pihak Australia diwakili oleh Louise Van Meurs dari Departement of Agriculture and Water Resources Australia. </p><p>Dengan telah ditandatanganinya e-Cert oleh  Indonesia dan Australia  ini, kedepan akses pasar komoditas pertanian dapat dipercepat melalui jaminan keaslian serta keakuratan sertifikat sanitari dan phitosanitari yang menyertai komoditas pertanian yang diperdagangkan oleh kedua belah pihak. </p><p>Selain itu juga, e-Cert dapat mempercapat proses di border clereance di pelabuhan sehingga komoditas pertanian yang mayoritas adalah komoditi mudah rusak (perishable goods) dapat segera di release.</p><p>Proses pertukaran e-Cert Indonesia dan Australia telah disetujui  pada pertemuan WGAFFC ke-19 di tahun 2016 yang lalu. Dan setelah melalui proses harmonisasi serta uji coba kedua sistem yang diterapkan oleh masing-masing negara, maka pada pertemuan WGAFFC ke-21 tahun 2018 ini dapat dilakukan lauching pertukaran eCert kedua belah pihak. </p><p>Banun memastikan, sejak hari ini, pengiriman komoditas pertanian baik dari Indonesia maupun Australia sudah dapat diidentifikasi sebelum komoditas tersebut masuk ke Indonesia maupun Australia.</p><p>Pertukaran saat ini khusus untuk eCert phitosanitari atau tumbuhan, dan dalam waktu dekat Banun Harpini menyatakan pihaknya segera kembangkan pertukaran eCert komoditas lainnya seperti hewan dan produk hewan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 19:55 WIB

KPU Purwakarta tetapkan 615 DCT anggota legislatif

Kriminalitas | 21 September 2018 - 19:27 WIB

Tangkap pelaku penyalahgunaan elpiji, Polda lampung dapat apresiasi

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 19:17 WIB

Kemenkumham dorong Pemda daftarkan HAKI

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 19:06 WIB

Adik kandung Prabowo sebut kondisi Indonesia bak film horor

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com