Minggu, 16 Desember 2018 | 23:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Polda Sumsel buka posko pengaduan korban umrah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Kepolisian Daerah Sumatera Selatan membuka posko pengaduan masyarakat yang menjadi korban travel umrah Abu Tur yang melakukan penipuan dan penggelapan uang perjalanan ibadah ke Tanah Suci Mekkah itu.</p><p><br></p><p>Korban travel umrah tersebut diperkirakan mencapai ribuan orang dan tersebar di beberapa kabupaten/kota, untuk melayani masyarakat melaporkan kasus tersebut sekarang ini telah dibuka posko pengaduan di 17 Polres, kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di Palembang, Rabu (14/2).</p><p><br></p><p>Menurut dia, masyarakat yang berada di luar Kota Palembang, tidak perlu datang ke Polda untuk mengadukan kasus penipuan batal berangkat umrah dan penggelapan biaya perjalanan ibadah tersebut.</p><p><br></p><p>"Masyarakat yang berada di luar Palembang bisa mengadukan permasalahan yang dialaminya dengan travel umrah Abu Tur ke posko-posko pengaduan yang dibuka di Polres terdekat dengan tempat tinggal mereka," ujarnya.</p><p><br></p><p>Ia berupaya melakukan pengusutan secara tuntas kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan biro perjalanan ibadah umrah yang berkantor pusat di Makasar itu.</p><p><br></p><p>Selain menerima pengaduan masyarakat, pihaknya juga berupaya melakukan penggeledehan kantor perwakilan travel umrah Abu Tur di kawasan Jalan Inspektur Marzuki itu untuk mendapatkan data jumlah jamaah yang terdaftar dan bukti pendukung lainnya.</p><p><br></p><p>Untuk melakukan penggeledehan, karena kantornya dalam posisi tertutup pintu besi dan terkunci, pihaknya saat ini tengah menunggu izin membongkar pintu tersebut dari pihak pengadilan.</p><p><br></p><p>Pengungkapan kasus tersebut, kemungkinan tidak hanya menyelidiki dugaan tindak pidana pasal 378 KUHP tentang penipuan dan 372 KUHP tentang penggelapan, tetapi bisa dikembangkan travel Abu Tur melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU), kata Kapolda.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Kepolisian Daerah Sumatera Selatan membuka posko pengaduan masyarakat yang menjadi korban travel umrah Abu Tur yang melakukan penipuan dan penggelapan uang perjalanan ibadah ke Tanah Suci Mekkah itu.</p><p><br></p><p>Korban travel umrah tersebut diperkirakan mencapai ribuan orang dan tersebar di beberapa kabupaten/kota, untuk melayani masyarakat melaporkan kasus tersebut sekarang ini telah dibuka posko pengaduan di 17 Polres, kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di Palembang, Rabu (14/2).</p><p><br></p><p>Menurut dia, masyarakat yang berada di luar Kota Palembang, tidak perlu datang ke Polda untuk mengadukan kasus penipuan batal berangkat umrah dan penggelapan biaya perjalanan ibadah tersebut.</p><p><br></p><p>"Masyarakat yang berada di luar Palembang bisa mengadukan permasalahan yang dialaminya dengan travel umrah Abu Tur ke posko-posko pengaduan yang dibuka di Polres terdekat dengan tempat tinggal mereka," ujarnya.</p><p><br></p><p>Ia berupaya melakukan pengusutan secara tuntas kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan biro perjalanan ibadah umrah yang berkantor pusat di Makasar itu.</p><p><br></p><p>Selain menerima pengaduan masyarakat, pihaknya juga berupaya melakukan penggeledehan kantor perwakilan travel umrah Abu Tur di kawasan Jalan Inspektur Marzuki itu untuk mendapatkan data jumlah jamaah yang terdaftar dan bukti pendukung lainnya.</p><p><br></p><p>Untuk melakukan penggeledehan, karena kantornya dalam posisi tertutup pintu besi dan terkunci, pihaknya saat ini tengah menunggu izin membongkar pintu tersebut dari pihak pengadilan.</p><p><br></p><p>Pengungkapan kasus tersebut, kemungkinan tidak hanya menyelidiki dugaan tindak pidana pasal 378 KUHP tentang penipuan dan 372 KUHP tentang penggelapan, tetapi bisa dikembangkan travel Abu Tur melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU), kata Kapolda.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com