Senin, 19 Februari 2018

CIPS: Perekonomian nasional semakin andalkan sektor digital

Rabu, 14 Februari 2018 21:36

Foto: www.money.id. Foto: www.money.id.
Ayo berbagi!

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengingatkan bahwa perekonomian nasional semakin mengandalkan sektor digital, yang ditandai dengan meningkatnya kontribusi pasar digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Semakin banyak usaha di Indonesia yang mengandalkan sektor digital dalam melakukan jual beli baik barang maupun jasa," kata peneliti CIPS Novani Karina Saputri di Jakarta, Rabu (14/2).

Menurut dia, tingginya potensi sektor ekonomi digital di Indonesia ini juga didukung dengan terjangkaunya biaya internet dan penjualan yang terjadi di Indonesia dengan aktivitas penggunaan internet yang tinggi.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, kontribusi pasar digital terhadap PDB Indonesia adalah 3,61 persen. Jumlah ini kembali meningkat menjadi 4 persen pada tahun 2017.

"Jumlah ini diperkirakan akan mengalami kenaikan di 2018 yaitu sebesar 8-10 persen. Proyeksi ini didasarkan pada beberapa hal, salah satunya adalah data Bank Indonesia yang menjelaskan bahwa nilai transaksi e-commerce di Indonesia yang terus meningkat dalam 4 tahun terakhir," paparnya.

Ia menambahkan, kenaikan nilai transaksi ini juga diikuti adanya peningkatan nilai transaksi pangsa "e-commerce" terhadap ritel yang juga terus merangkak naik dengan proyeksi 3,1 persen di tahun 2017.

Upaya pemerintah dalam meningkatkan digital ekonomi juga tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi XIV yang mana pemerintah ingin menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Novani berpendapat, salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku bisnis ekonomi digital adalah pendanaan yang kurang.

Selain itu, terkait kesiapan Indonesia terhadap ekonomi digital, Novani menekankan masih perlunya perbaikan dan peningkatan di beberapa hal.

Menurut data Kepios 2017 dan McKinsey 2016, penetrasi dan kualitas jaringan internet di Indonesia masih tergolong relatif tertinggal dibandingkan dengan negara lainnya. Penetrasi Internet di Indonesia hanya mencapai sekitar 50 persen dengan kecepatan rata-rata (Mbps) sekitar 3,9 persen.

"Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Selain kualitas jaringan untuk mendukung iklim bisnis digital, yang tidak kalah pentingnya juga adalah perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas SDM yang merupakan pelaku usaha," ucapnya.

Untuk mendukung pertumbuhan perekonomian melalui digitalisasi, lanjutnya, pemerintah juga harus meningkatkan kualitas pelayanan jasa internet.

Di tempat terpisah, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pembangunan infrastruktur fisik ekonomi digital harus dibarengi dengan "soft infrastructure" berupa pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia dan dukungan regulasi apabila Indonesia ingin mencapai target menjadi negara raksasa digital di 2020.

Menurut Darmin Nasution, pemerintah ke depannya akan menyusun regulasi yang tidak mengekang industri ekonomi digital, namun tetap memperhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

Indonesia menargetkan akan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan target transaksi daring senilai 130 miliar dolar AS pada 2020.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar