Sabtu, 24 Februari 2018

Kedubes Tiongkok di Maladewa Sebut Pernyataan Presiden Maladewa tentang Kerja Sama Kedua Pihak Tak Sesuai Kenyataan

Rabu, 14 Februari 2018 22:00

Ayo berbagi!

Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Maladewa Yang Yin Senin lalu (12/02) menyatakan, mantan Presiden Maladewa Mohamed Nasheed mengeluarkan banyak pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan di media India untuk mendiskreditkan kerja sama pragmatis Tiongkok-Maladewa, hal ini membahayakan keamanan kawasan Samudera Hindia. Pernyataan terkait Nasheed sama sekali telah mengabaikan kenyataan dan merupakan rekaan semata.

Yang Yin menyatakan bahwa dalam beberapa tahun ini, Tiongkok dan Maladewa mengadakan serangkaian kerja sama proyek kesejahteraan rakyat yang saling menguntungkan dengan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kesetaraan. Staf perusahaan Tiongkok bekerja tanpa mengenal lelah untuk membantu meningkatkan level infrastruktur di Maladewa, memperbaiki hajat hidup rakyat dan mewujudkan hubungan saling menguntungkan dan menang bersama

Nasheed sebelumnya sempat menyatakan bahwa 'Tiongkok telah memiliki 17 pulau di Maladewa', hal ini merupakan 'perampasan tanah'. Menanggapi hal tersebut jubir Yang Yin memberi jawaban bahwa menurut data yang diumumkan, selama hampir 4 tahun ini, perusahaan asing dari 30 negara telah berinvestasi di 124 pulau di Maladewa, sedangkan investasi yang direncanakan perusahaan Tiongkok di sektor pariwisata Maladewa tidak lebih dari 7 proyek. Di antara seratus lebih pulau wisata yang dioperasikan di Maladewa, perusahaan Tiongkok hanya berpartisipasi di beberapa pulau saja. Maka perkataan Nasheed tersebut sangat tidak sesuai dengan kenyataan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar