Minggu, 16 Desember 2018 | 23:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Presiden: Dana KIP jangan dipakai beli pulsa

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: @KSPgoid
Sumber Foto: @KSPgoid
<p>Presiden Joko Widodo mengingatkan para siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar tidak mengunakan dananya untuk membeli pulsa atau kebutuhan lain diluar kebutuhan sekolah.</p><p>"Dananya untuk beli pulsa boleh ndak? yang bilang boleh silahkan maju. Mana tadi yang bilang boleh," ujar Presiden saat menyerahkan 1.010 kartu KIP serta 1.000 kartu Program Keluarga Harapan (PKH) untuk siswa dan warga di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Pulau Seram, provinsi Maluku, Rabu (15/2).</p><p>Kepala Negara menegaskan, dana sebesar Rp450 ribu untuk siswa SD, SMP Rp750 ribu serta SMA dan SMK sebesar Rp1 juta hanya bisa digunakan untuk tambahan membeli buku, tas sekolah, seragam dan sepatu sekolah serta tambahan biaya pembayaran ke sekolah.</p><p>"Jadi beli pulsa atau yang lain tidak boleh. Jika ketahuan maka kartunya langsung dicabut," tegas Presiden.</p><p>Begitu juga dengan dana PKH , ujar Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriani Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Mendikbud, Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku, Said Assagaff, dimaksudkan sebagai program perlindungan sosial kepada keluarga prasejahtera yang menyediakan bantuan nontunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p><p>Dana sebesar Rp1.890.000 yang dapat ditarik sebanyak empat kali dengan besar penarikan Rp500 ribu hanya bisa untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari serta membantu membeli keperluan pendidikan anak-anak.</p><p>Menurutnya dana tersebut sudah bisa ditarif mulai Februari dan hanya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan, biaya pendidikan, tambahan membayar biaya sekolah serta pemenuhan gizi anak.</p><p>"Kalau pulang dari bank kemudian diminta suami Rp200 ribu untuk beli rokok boleh tidak?. Yang bilang tidak boleh tunjuk jari saya mau lihat," kata Presiden yang disambut acungan tangan kaum ibu rumah tangga penerima dana bantuan tersebut.</p><p>Melihat reaksi kaum ibu yang ramai mengacungkan jari, Presiden lantas berseloroh "Berarti tidak sayang suami" dan disambut gelak tawa para penerima bantuan maupun ribuan warga yang memenuhi sekitar lokasi acara.</p><p>"Jadi diminta suami untuk membeli macam-macam, jangan diberikan. Hati-hati tidak boleh. Begitu ketahuan kartunya bisa dicabut. Tetapi beritahu pada suami bahwa anggaran tersebut hanya digunakan untuk pemenuhan gizi anak dan keperluan pendidikan anak-anak. Sampaikan baik-baik begitu, jangan diajak berantem," ujar Kepala Negara yang disambut gelak tawa warga.</p><p>Kartu KIP diserahkan secara simbolis oleh Presiden kepada perwakilan siswa dari SMK Negeri Kamariang, SMA Negeri Taniwel, SMA Negeri 3 Pelita Jaya, SMP Negeri 4 Waimital dan SMP Negeri 2 Kairatu dan SDN 2 Kairatu, yang dipusatkan di Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, SBB.</p><p>Sedangkan bantuan PKH di kabupaten SBB untuk memenuhi kebutuhan 13.607 jiwa warga serta paket bantuan beras sejahtera (rastra) kepada 15.613 kepala keluarga (KK) warga di kabupaten berjuluk "Saka Mese Nusa" tersebut. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Presiden Joko Widodo mengingatkan para siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar tidak mengunakan dananya untuk membeli pulsa atau kebutuhan lain diluar kebutuhan sekolah.</p><p>"Dananya untuk beli pulsa boleh ndak? yang bilang boleh silahkan maju. Mana tadi yang bilang boleh," ujar Presiden saat menyerahkan 1.010 kartu KIP serta 1.000 kartu Program Keluarga Harapan (PKH) untuk siswa dan warga di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Pulau Seram, provinsi Maluku, Rabu (15/2).</p><p>Kepala Negara menegaskan, dana sebesar Rp450 ribu untuk siswa SD, SMP Rp750 ribu serta SMA dan SMK sebesar Rp1 juta hanya bisa digunakan untuk tambahan membeli buku, tas sekolah, seragam dan sepatu sekolah serta tambahan biaya pembayaran ke sekolah.</p><p>"Jadi beli pulsa atau yang lain tidak boleh. Jika ketahuan maka kartunya langsung dicabut," tegas Presiden.</p><p>Begitu juga dengan dana PKH , ujar Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriani Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Mendikbud, Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku, Said Assagaff, dimaksudkan sebagai program perlindungan sosial kepada keluarga prasejahtera yang menyediakan bantuan nontunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p><p>Dana sebesar Rp1.890.000 yang dapat ditarik sebanyak empat kali dengan besar penarikan Rp500 ribu hanya bisa untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari serta membantu membeli keperluan pendidikan anak-anak.</p><p>Menurutnya dana tersebut sudah bisa ditarif mulai Februari dan hanya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan, biaya pendidikan, tambahan membayar biaya sekolah serta pemenuhan gizi anak.</p><p>"Kalau pulang dari bank kemudian diminta suami Rp200 ribu untuk beli rokok boleh tidak?. Yang bilang tidak boleh tunjuk jari saya mau lihat," kata Presiden yang disambut acungan tangan kaum ibu rumah tangga penerima dana bantuan tersebut.</p><p>Melihat reaksi kaum ibu yang ramai mengacungkan jari, Presiden lantas berseloroh "Berarti tidak sayang suami" dan disambut gelak tawa para penerima bantuan maupun ribuan warga yang memenuhi sekitar lokasi acara.</p><p>"Jadi diminta suami untuk membeli macam-macam, jangan diberikan. Hati-hati tidak boleh. Begitu ketahuan kartunya bisa dicabut. Tetapi beritahu pada suami bahwa anggaran tersebut hanya digunakan untuk pemenuhan gizi anak dan keperluan pendidikan anak-anak. Sampaikan baik-baik begitu, jangan diajak berantem," ujar Kepala Negara yang disambut gelak tawa warga.</p><p>Kartu KIP diserahkan secara simbolis oleh Presiden kepada perwakilan siswa dari SMK Negeri Kamariang, SMA Negeri Taniwel, SMA Negeri 3 Pelita Jaya, SMP Negeri 4 Waimital dan SMP Negeri 2 Kairatu dan SDN 2 Kairatu, yang dipusatkan di Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, SBB.</p><p>Sedangkan bantuan PKH di kabupaten SBB untuk memenuhi kebutuhan 13.607 jiwa warga serta paket bantuan beras sejahtera (rastra) kepada 15.613 kepala keluarga (KK) warga di kabupaten berjuluk "Saka Mese Nusa" tersebut. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com