Kamis, 20 September 2018 | 13:05 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Dianggap Lalai Dan Amputasi Kaki Pasien, RS di Australia Ini Digugat

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Pengacara Smith mengatakan bahwa kliennya dibebaskan pulang tanpa antibiotik.
(Courtesy: AustraliaPlus) Pengacara Smith mengatakan bahwa kliennya dibebaskan pulang tanpa antibiotik.
<p>Seorang perempuan yang kaki bagian bawahnya diamputasi menggugat Rumah Sakit Ipswich dan tiga dokter karena diduga gagal mendiagnosa dan mengobati infeksi dengan benar.</p><p>Kelly Smith telah mengajukan klaim ganti rugi sebesar $ 1,2 juta (atau setara Rp 12 miliar) di Mahkamah Agung Brisbane karena kelalaian medis.</p><p>Perempuan 34 tahun itu pergi ke Unit Gawat Darurat pada bulan Februari 2015 setelah ia terjatuh dari tempat tidur dan melukai kaki kirinya.</p><p>Pengacaranya, Sarah Atkinson, dari firma Maurice Blackburn mengatakan bahwa kliennya dikirim pulang tanpa antibiotik.</p><p>"Ketika ia datang ke Rumah Sakit Ipswich dan Layanan Gawat Darurat, ada tanda-tanda yang sangat jelas bahwa ia menderita infeksi," sebutnya.</p><p>"Ini adalah kasus sederhana untuk meresepkannya dengan antibiotik dan kemudian memanggilnya kembali untuk menindaklanjuti pemeriksaan antibiotik yang sedang dilakukan dan itu bisa menyembuhkan infeksi tersebut."</p><p>Smith mengklaim bahwa ia diperiksa oleh tiga dokter umum yang terpisah selama bulan-bulan berikutnya namun tak satupun dari mereka mendeteksi adanya infeksi tersebut.</p><p>"Ia menerima kunjungan di rumah dari sejumlah dokter umum dan sayangnya tak ada dokter yang membujuknya untuk kembali ke rumah sakit," kata Sarah Atkinson.</p><p>"Akhirnya ia kembali ke rumah sakit pada bulan April 2015 dan mereka telah mendiagnosanya dengan infeksi lanjutan yang menyebabkan nekrosis pada kakinya dan mungkin mengalami gangrene (kondisi ketika jaringan tubuh mati)."</p><p>Dua bulan kemudian, Smith mengalami amputasi di bawah lutut, yang menurutnya telah menyebabkan biaya pengobatan yang cukup besar termasuk prostesis.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Bagi siapapun, harus mengalami anggota badan diamputasi akan menjadi pengalaman yang mengerikan, namun untuk mengetahui hal itu bisa dicegah dengan penggunaan antibiotik sederhana pada tahap awal benar-benar menyedihkan,&quot; kata Atkinson.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Klien saya mengalami beberapa masalah kesehatan mental dan karena itu ada tugas yang lebih berat bagi para dokter untuk memastikan bahwa ia menerima saran dari mereka.”</p><p>"Jika mereka memintanya untuk datang ke rumah sakit, untuk memastikan bahwa ia benar-benar datang ke rumah sakit dan kami menuduh hal itu tidak terjadi."</p><p>Dalam sebuah pernyataan, CEO West Moreton Health, Dr Kerrie Freeman, mengatakan bahwa rumah sakit tersebut tidak akan mengomentari hal-hal yang menjadi materi persidangan.</p><p>"Saya tahu bahwa ini adalah saat yang sulit bagi Kelly Smith dan tim saya terlibat penuh dalam proses pengaduan dan tinjauan," kata Dr Freeman.</p><p>"Jika ada yang memiliki kekhawatiran, keluhan atau pertanyaan tentang perawatan kesehatan mereka, termasuk pilihan dan hasil pengobatan, kami ingin mendengarnya dari mereka."</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-02-14/woman-to-sue-hospital-after-infection-leads-to-amputation/9442346" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 12:52 WIB

Perludem: Hoaks dan politik transaksional jalan pintas pemilu

Hukum | 20 September 2018 - 12:48 WIB

Mahfud MD: Hukum di Indonesia amburadul

Megapolitan | 20 September 2018 - 12:34 WIB

Kemenhub klarifikasi soal aplikasi taksi daring `plat merah`

Megapolitan | 20 September 2018 - 12:27 WIB

KPK lantik tiga pejabat baru

Pileg 2019 | 20 September 2018 - 12:16 WIB

Bawaslu Riau sebut belasan bacaleg curi start

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 12:08 WIB

Pemkab Banyuwangi kirim surat ke pusat terkait aspirasi Tenaga Honorer K2

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com