Jumat, 14 Desember 2018 | 02:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

BMKG: Titik panas meningkat drastis di Aceh

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
ilustrasi
ilustrasi
<p>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, titik panas meningkat secara drastis 12 titik dari sebelumnya cuma tiga titik di wilayah Aceh.</p><p>"Pagi ini, satelit memantau 12 titik panas atau bertambah empat kali lipat di Aceh," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria melalui sambungan telepon seluler dari Kutacane, Kamis (15/2).</p><p>Ke-12 titik panas itu, lanjut dia, terpantau oleh sensor modis melalui kedua satelit yakni Terra dan Aqua dengan wilayah penyebaran pada enam kabupaten/kota di provinsi paling ujung Barat di Indonesia.</p><p>Ia merinci, Aceh Selatan terdeteksi empat titik panas yang berada di dua kecamatan yaitu Bakongan dan Trumon Timur masing-masing dua titik.</p><p>Lalu di Subulussalam terpantau tiga titik panas di dua kecamatan yakni Rundeng dua titik, dan Sultan Daulat satu titik.</p><p>Kemudian Aceh Singkil terdeteksi dua titik panas dengan dua wilayah kecamatan sama-sama berbagi satu titik yaitu Kota Baharu, dan Sing Kohor.</p><p>"Sisanya lima titik panas lagi berada di Aceh Barat, tepatnya Babah Rot. Gayo Lues di Putri Betung, dan Nagan Raya di Kuala," katanya, menjelaskan.</p><p>Ia berujar, terdapat enam titik panas yang patut pihaknya duga sebagai titik api atas potensi kebakaran hutan dan lahan karena memiliki tingkat kepercayaan di atas 71 persen.</p><p>"Terutama dua titik diantaranya terdeteksi berada di Trumon Timur, dan memiliki tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan di kecamatan itu," tegas Zakaria.</p><p>Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh Muhammad Nur mengatakan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Aceh selalu terulang dalam sepuluh tahun terakhir.</p><p>"Kalau mulai terbakar itu, sejak tahun 2007. Tapi yang pernah sampai pengadilan, cuma ada beberapa kasus," ucap Nur. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, titik panas meningkat secara drastis 12 titik dari sebelumnya cuma tiga titik di wilayah Aceh.</p><p>"Pagi ini, satelit memantau 12 titik panas atau bertambah empat kali lipat di Aceh," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria melalui sambungan telepon seluler dari Kutacane, Kamis (15/2).</p><p>Ke-12 titik panas itu, lanjut dia, terpantau oleh sensor modis melalui kedua satelit yakni Terra dan Aqua dengan wilayah penyebaran pada enam kabupaten/kota di provinsi paling ujung Barat di Indonesia.</p><p>Ia merinci, Aceh Selatan terdeteksi empat titik panas yang berada di dua kecamatan yaitu Bakongan dan Trumon Timur masing-masing dua titik.</p><p>Lalu di Subulussalam terpantau tiga titik panas di dua kecamatan yakni Rundeng dua titik, dan Sultan Daulat satu titik.</p><p>Kemudian Aceh Singkil terdeteksi dua titik panas dengan dua wilayah kecamatan sama-sama berbagi satu titik yaitu Kota Baharu, dan Sing Kohor.</p><p>"Sisanya lima titik panas lagi berada di Aceh Barat, tepatnya Babah Rot. Gayo Lues di Putri Betung, dan Nagan Raya di Kuala," katanya, menjelaskan.</p><p>Ia berujar, terdapat enam titik panas yang patut pihaknya duga sebagai titik api atas potensi kebakaran hutan dan lahan karena memiliki tingkat kepercayaan di atas 71 persen.</p><p>"Terutama dua titik diantaranya terdeteksi berada di Trumon Timur, dan memiliki tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan di kecamatan itu," tegas Zakaria.</p><p>Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh Muhammad Nur mengatakan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Aceh selalu terulang dalam sepuluh tahun terakhir.</p><p>"Kalau mulai terbakar itu, sejak tahun 2007. Tapi yang pernah sampai pengadilan, cuma ada beberapa kasus," ucap Nur. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com