Kamis, 22 Februari 2018

Kunjungan Turis ke Bali Mulai Pulih Kembali

Kamis, 15 Februari 2018 12:40

Ayo berbagi!

Para turis asal China saat ini telah kembali mengunjungi Bali berbulan-bulan setelah pulau Dewata mengalami kelesuan pariwisata akibat ancaman letusan Gunung Agung.

Pembatalan kunjungan yang diakibatkan ancaman Gunung Agung telah membebani perekonomian Bali sekitar $ 1,5 miliar dolar.

Jumlah turis dari Australia mengalami penurunan 50 persen saat puncak krisis pada bulan Desember, sementara kedatangan turis China turun dari 100.000 orang menjadi 11.500.

Maskapai penerbangan China berhenti melayani penerbangan ke Bali setelah adanya petunjuk dari otoritas penerbangan negara itu.

Tapi dalam sepekan terakhir para wisatawan mulai kembali, bertepatan waktunya dengan Tahun Baru Imlek.

"Selama ancaman Gunung Agung para turis pergi ke Malaysia dan Thailand. Sekarang mereka kembali karena Bali sudah aman," kata Andreas Aris Utomo, pemandu wisata berbahasa Mandarin di Teluk Benoa.

"Situasi terburuk sekitar bulan November sampai akhir Desember. Sangat buruk bagi kami," ujarnya.

Gunung Agung kemarin meletus lagi, memancarkan abu setinggi 1,5 kilometer, namun sejak Natal lalu gunung tersebut umumnya tidak menunjukkan aktivitas letusan.

I Gusti Ayu Nia Arsiani smiles at the camera while sitting in front of her clothes shop.
I Gusti Ayu Nia Arsiani salah satu warga yang mengungsi akibat ancaman letusan Gunung Agung.

ABC News: Phil Hemingway

Pada akhir pekan, pihak berwenang menurunkan status peringatan dan mengurangi cakupan zona larangan dari enam menjadi empat kilometer dari kawah.

Itu berarti hampir semua pengungsi kini bisa kembali ke rumah mereka.

Ketika letusan besar diperkirakan terjadi pada bulan November, sekitar 150.000 warga dipindahkan ke pusat penampungan.

"Saya sangat senang, dapat kembali ke rumah. Bahagia sekali," kata I Gusti Ayu Nia Arsiani, penjual pakaian di dekat kuil Besaki di lereng Gunung Agung.

"Daripada hidup tidak menentu kesana-kemari di tempat penampungan. Tidak perlu lagi kesana-kemari dan sekolah anak-anak sekarang normal kembali," jelasnya.

Dia mengharapkan para wisatawan segera kembali ke Besaki.

Plumes of smoke comes from the top of Mt Agung.
Status bahaya Gunung Agung telah diturunkan begitu pula zona larangan mulai dikurangi.

ABC News: Phil Hemingway

Ingin semuanya berakhir

Sebuah zona evakuasi 12 kilometer yang diberlalukan di sekitar Gunung Agung telah menghancurkan usaha lokal.

"Di hari baik biasanya rata-rata 250 kunjungan wisatawan tapi setelah ancaman Gunung Agung hanya sekitar 50 kunjungan," kata Komang Artawan, seorang pelatih arung jeram.

"Pengunjung kami menurun drastis, terutama saat bandara ditutup beberapa hari," ujarnya.

"Kami memberhentikan 50 persen pegawai dan rugi 500 juta rupiah dalam tiga bulan," kata Artawan.

Komang Artawan looks away from the camera as he instructs a tourist on what to do.
Pelatih arung jeram Komang Artawan menjelaskan sebagian pegawai di tempatnya dirumahkan karena kurangnya pekerjaan.

Gede Suantika, dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana di Indonesia, mengatakan Gunung Agung sudah kembali normal.

"Ini sangat melegakan bagi kami, karena letusan besar yang kami perkirakan tidak terjadi," katanya.

"Jika pun ada bahaya, hanya di dalam atau di sekitar kawah. Jadi pendakian masih dilarang," tambahnya.

Artawan berharap gunung berapi tersebyt akan kembali tidur.

"Orangtuaku menyaksikan letusan 1963. Saya hanya berharap yang terbaik dari alam. Sudah empat bulan ini - kami sangat ingin semuanya berakhir," tuturnya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar