Selasa, 11 Desember 2018 | 19:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Banyuwangi diusulkan jadi Geopark Nasional

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Taman Wisata Alam Gunung Ijen. Sumber Foto:  http://bit.ly/2EHOMws
Taman Wisata Alam Gunung Ijen. Sumber Foto: http://bit.ly/2EHOMws
<p>Banyuwangi diusulkan menjadi Geological Park (Geopark Nasional) karena dinilai daerah tersebut layak untuk dijadikan Taman Bumi Nasional.</p><p>Demikian dikatakan Ketua Jejaring Geopark Indonesia Mirawati Sudjono saat bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (15/2), seperti dilaporkan<i> Kontributor Elshinta, Suhaili.</i></p><p>Dalam pertemuan tersebut Mirawati mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan tim jejaring Geopark, Banyuwangi layak untuk dijadikan taman bumi nasional.</p><p>Pasalnya, sumber daya alam Banyuwangi dinilai memiliki tiga kekhasan geologi yang distandarkan Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-bangsa (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).</p><p>Dijelaskan Mirawati, ketiga kekhasan tersebut adalah geodiversity (keragaman bumi), biodiversity (keragaman hayati) dan cultural diversity.</p><p>Menurut Mirawati, secara geologis di Banyuwangi ada pantai dan gunung yang masih terjaga kealamiannya dengan didukung biodiversity-nya. Sementara, dari cultural diversity-nya, Banyuwangi dihuni suku yang beragam.</p><p>Dari semua kekhasan ini, Banyuwangi dianggap memungkinkan meraih status geopark nasional. Konsep geopark sendiri mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p><p>Diperkenalkan pertama kali oleh UNESCO pada 2000-an, geopark tidak hanya menjaga kelestarian alam, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.</p><p>Saat ini, hanya ada dua geopark di Indonesia telah masuk warisan UNESCO, yakni Geopark Gunung Batur (Bali) dan geopark Gunungsewu (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p><p>Mirawati mengaku, rencananya di tahun 2018 ini, pihaknya akan mengusulkan Banyuwangi sebagai taman nasional geopark.</p><p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merasa senang atas kedatangan tim jejaring geopark.</p><p> Usulan ini, kata Bupati Anas, melengkapi prestasi Banyuwangi di mana Taman Wisata Alam Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo di Kabupaten Banyuwangi ditetapkan sebagai jaringan Cagar Biosfer dunia oleh UNESCO pada Maret 2016 lalu. </p><p> Bupati Anas mengatakan, dengan ditetapkannya Banyuwangi sebagai taman nasional geopark akan menjadi nilai tambah bagi Banyuwangi serta ada beberapa keuntungan yang didapatkan. </p><p> Diantaranya adalah keuntungan ekologi. Artinya, sumber daya alam (SDA) hayati dan budaya dalam cagar biosfer terlindungi dan terkelola dengan baik.</p><p><br></p><p> </p><p> Penulis: Andi Juandi </p><p> Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:32 WIB

Menteri BUMN: Kilang Balikpapan tingkatkan produksi BBM ramah lingkungan

Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:09 WIB

Pelaporan LKHPN pejabat PTN sangat rendah

Startup | 11 Desember 2018 - 18:55 WIB

Indonesia akhirnya memiliki asosiasi penggiat IoT

Megapolitan | 11 Desember 2018 - 18:46 WIB

Sudinhub Jaksel uji coba rekayasa lalin Ampera Raya

Parenting | 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

<p>Banyuwangi diusulkan menjadi Geological Park (Geopark Nasional) karena dinilai daerah tersebut layak untuk dijadikan Taman Bumi Nasional.</p><p>Demikian dikatakan Ketua Jejaring Geopark Indonesia Mirawati Sudjono saat bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (15/2), seperti dilaporkan<i> Kontributor Elshinta, Suhaili.</i></p><p>Dalam pertemuan tersebut Mirawati mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan tim jejaring Geopark, Banyuwangi layak untuk dijadikan taman bumi nasional.</p><p>Pasalnya, sumber daya alam Banyuwangi dinilai memiliki tiga kekhasan geologi yang distandarkan Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-bangsa (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).</p><p>Dijelaskan Mirawati, ketiga kekhasan tersebut adalah geodiversity (keragaman bumi), biodiversity (keragaman hayati) dan cultural diversity.</p><p>Menurut Mirawati, secara geologis di Banyuwangi ada pantai dan gunung yang masih terjaga kealamiannya dengan didukung biodiversity-nya. Sementara, dari cultural diversity-nya, Banyuwangi dihuni suku yang beragam.</p><p>Dari semua kekhasan ini, Banyuwangi dianggap memungkinkan meraih status geopark nasional. Konsep geopark sendiri mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p><p>Diperkenalkan pertama kali oleh UNESCO pada 2000-an, geopark tidak hanya menjaga kelestarian alam, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.</p><p>Saat ini, hanya ada dua geopark di Indonesia telah masuk warisan UNESCO, yakni Geopark Gunung Batur (Bali) dan geopark Gunungsewu (Daerah Istimewa Yogyakarta).</p><p>Mirawati mengaku, rencananya di tahun 2018 ini, pihaknya akan mengusulkan Banyuwangi sebagai taman nasional geopark.</p><p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merasa senang atas kedatangan tim jejaring geopark.</p><p> Usulan ini, kata Bupati Anas, melengkapi prestasi Banyuwangi di mana Taman Wisata Alam Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo di Kabupaten Banyuwangi ditetapkan sebagai jaringan Cagar Biosfer dunia oleh UNESCO pada Maret 2016 lalu. </p><p> Bupati Anas mengatakan, dengan ditetapkannya Banyuwangi sebagai taman nasional geopark akan menjadi nilai tambah bagi Banyuwangi serta ada beberapa keuntungan yang didapatkan. </p><p> Diantaranya adalah keuntungan ekologi. Artinya, sumber daya alam (SDA) hayati dan budaya dalam cagar biosfer terlindungi dan terkelola dengan baik.</p><p><br></p><p> </p><p> Penulis: Andi Juandi </p><p> Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com