Selasa, 11 Desember 2018 | 19:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Jelang Imlek, warga Tionghoa Bekasi berdoa untuk kedamaian Pilkada

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Eko Purnomo /Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Eko Purnomo /Radio Elshinta
<p>Warga Tionghoa di Kota Bekasi kian antusias menyambut menyambut Tahun Baru Imlek 2569. Sejumlah persiapan, baik dari membersihkan ratusan patung dewa-dewi, hingga menghias lilin pun telah dilakukan. </p><p>Pantauan <i>Kotributor Elshinta, Eko Purnomo</i>, Rabu (14/2) di Klenteng Hok Lay Kiong, Jalan Kenari I, Margahayu, Kota Bekasi. Klenteng tertua yang sudah berdiri kurang lebih 350 tahun itu mulai disesaki para jemaah. </p><p>Mereka tampak hilir mudik dari satu patung dewa ke patung lainnya. Bahkan, tak jarang dari jemaah yang ikut sibuk membawa Niangao atau kue keranjang untuk dipersembahkan. </p><p>Menurut Ketua Yayasan Klenteng Hok Lay Kiong, Ronny Hermawan, terdapat 300 jemaah yang akan hadir beribadah pada malam pergantian tahun baru atau yang dikenal Shin Chia. </p><p>"Untuk tahun ini, diprediksi akan ada 300-an umat yang hadir. Jumlahnya tidak banyak berubah, mungkin seperti tahun-tahun yang lalu," kata Ronny.</p><p>Pada prosesi pergantian tahun itu, sejumlah doa dan ungkapan syukur akan terus berlangsung. Hingga, waktu Cap Gomeh, atau dua pekan setelah tahun baru Imlek.  </p><p>Adapun harapan yang terus dipanjatkan adalah memohon untuk kedamaian bangsa. Apalagi, sambung Ronny, pada tahun shio Anjing Tanah ini, Indonesia akan menggelar perhelatan akbar pesta demokrasi. </p><p>"Untuk imlek tahun ini, kita berdoa khusus pada kedamaian dan kesatuan Indonesia. Sebab, sekarang menjelang pilkada. Kita berharap pilkada bukan menjadi ajang bermusuhan," harapnya.</p><p> Tentu saja, lanjut dia, umat juga berdoa untuk kehidupan pribadi dan masyarakat. Sehingga, umat bisa mempererat hubungan antarsesama manusia, tetap menjalin kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu antarumat beragama. </p><p> "Imlek adalah bentuk pengucapan syukur, doa dan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih baik lagi, untuk menjamu leluhur, dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan sesama," pungkasnya.  </p><p><br></p><p><br></p><p> Penulis: Andi Juandi </p><p> Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:32 WIB

Menteri BUMN: Kilang Balikpapan tingkatkan produksi BBM ramah lingkungan

Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:09 WIB

Pelaporan LKHPN pejabat PTN sangat rendah

Startup | 11 Desember 2018 - 18:55 WIB

Indonesia akhirnya memiliki asosiasi penggiat IoT

Megapolitan | 11 Desember 2018 - 18:46 WIB

Sudinhub Jaksel uji coba rekayasa lalin Ampera Raya

Parenting | 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

<p>Warga Tionghoa di Kota Bekasi kian antusias menyambut menyambut Tahun Baru Imlek 2569. Sejumlah persiapan, baik dari membersihkan ratusan patung dewa-dewi, hingga menghias lilin pun telah dilakukan. </p><p>Pantauan <i>Kotributor Elshinta, Eko Purnomo</i>, Rabu (14/2) di Klenteng Hok Lay Kiong, Jalan Kenari I, Margahayu, Kota Bekasi. Klenteng tertua yang sudah berdiri kurang lebih 350 tahun itu mulai disesaki para jemaah. </p><p>Mereka tampak hilir mudik dari satu patung dewa ke patung lainnya. Bahkan, tak jarang dari jemaah yang ikut sibuk membawa Niangao atau kue keranjang untuk dipersembahkan. </p><p>Menurut Ketua Yayasan Klenteng Hok Lay Kiong, Ronny Hermawan, terdapat 300 jemaah yang akan hadir beribadah pada malam pergantian tahun baru atau yang dikenal Shin Chia. </p><p>"Untuk tahun ini, diprediksi akan ada 300-an umat yang hadir. Jumlahnya tidak banyak berubah, mungkin seperti tahun-tahun yang lalu," kata Ronny.</p><p>Pada prosesi pergantian tahun itu, sejumlah doa dan ungkapan syukur akan terus berlangsung. Hingga, waktu Cap Gomeh, atau dua pekan setelah tahun baru Imlek.  </p><p>Adapun harapan yang terus dipanjatkan adalah memohon untuk kedamaian bangsa. Apalagi, sambung Ronny, pada tahun shio Anjing Tanah ini, Indonesia akan menggelar perhelatan akbar pesta demokrasi. </p><p>"Untuk imlek tahun ini, kita berdoa khusus pada kedamaian dan kesatuan Indonesia. Sebab, sekarang menjelang pilkada. Kita berharap pilkada bukan menjadi ajang bermusuhan," harapnya.</p><p> Tentu saja, lanjut dia, umat juga berdoa untuk kehidupan pribadi dan masyarakat. Sehingga, umat bisa mempererat hubungan antarsesama manusia, tetap menjalin kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu antarumat beragama. </p><p> "Imlek adalah bentuk pengucapan syukur, doa dan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih baik lagi, untuk menjamu leluhur, dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan sesama," pungkasnya.  </p><p><br></p><p><br></p><p> Penulis: Andi Juandi </p><p> Editor: Sigit Kurniawan.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com