Kamis, 22 Februari 2018

Pengemudi kendaraan belum tahu tarif Tol Cipularang naik

Kamis, 15 Februari 2018 15:42

Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Para pengguna jalan Tol Cipularang dengan melalui gerbang Tol Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat pada umumnya belum mengetahui adanya kenaikan tarif tol yang diberlakukan Kamis (15/2) dini hari tadi.

Dari pantauan Kontributor Elshinta, Tita Sopandy, di kawasan gerbang Tol Jatiluhur, kendaraan yang masuk untuk mengarah Tol Cipularang mulai golongan satu hingga golongan empat setelah ditanyakan, umumnya ternyata tidak mengetahui adanya kenaikan tarif tol yang sudah diberlakukan dengan tarif terdekat sebesar Rp500 dan terjauh Rp2.000.

Diantaranya gerbang tol terdekat yaitu gerbang Tol Sadang untuk golongan satu dari awal Rp5.500 menjadi Rp6.000. Sementara untuk gerbang tol terjauh dari Cileunyi sebesar Rp2.000 dari awal Rp34.000 menjadi Rp36.000.

Pada umumnya para pengguna ruas Tol Cipularang yang masuk melalui gerbang Tol Jatiluhur, Purwakarta tidak mengetahui adanya kenaikan tarif tol.

Salah satunya yaitu Sujarwo mengatakan, dirinya setiap hari menggunakan ruas tol, memang merasa keberatan meskipun kenaikan tarif tol sekitar Rp500 sampai Rp2.000, karena selain setiap hari pulang pergi bekerja menggunakan ruas tol dengan melewati sejumlah gerbang, juga tidak semua pengguna tol itu pemilik kendaraan pribadi.

"Pemerintah seharusnya tidak terlalu sering menaikkan tarif, karena sudah ada efisiensi diantaranya dengan diberlakukannya pembayaran tiket non tunai, dimana dengan adanya non tunai itu telah menekan biaya operasional ruas karena sudah banyak pengurangan tenaga manusia, sehingga belum saatnya untuk menaikkan tarif," kata Sujarwo.

Bagi pemilik kendaraan pribadi dengan harga kendaraan cukup mahal, mungkin kenaikan tarif tol yang diterapkan tidak menjadi masalah karena mampu, bahkan kenaikan tarifnya lebih dari yang diterapkan sekarang juga tidak akan bermasalah dan berasa dalam pengeluaran biaya operasionalnya karena mereka mampu.

"Tapi bagi pengguna ruas tol dengan kendaran yang digunakannya dapat menyewa, ditambah masuk dan keluar tol melewati sejumlah gerbang, tentunya akan berat sekali," keluhnya.

Sujarwo menambahkan, kenaikan tarif ini kurang sosialisasi meskipun sudah disiarkan di media pemberitaan, namun bagi yang bekerja seperti dirinya dan juga masyarakat lainnya mungkin tidak tahu, sehingga berharap kenaikan tarif tol itu jangan sering-sering, walaupun sedikit tetapi kalo sering akhirnya besar juga dan memberatkan masyarakat, perbaikilah dulu fasilitas-fasilitasnya, baru tarif dinaikan.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar