Minggu, 24 Juni 2018 | 14:18 WIB

Daftar | Login

/

Sumut perkuat partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Misriadi/Radio Elshinta
Sumber foto: Misriadi/Radio Elshinta
<p>Pencegahan penanganan dan pemberdayaan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan di Provinsi Sumatera Utara kedepan akan semakin tersinergi pelaksanaannya melibatkan pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, lembaga profesi dan media massa.</p><p> Optimisme tersebut setelah Gubernur Sumut membentuk Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Sumut melalui Keputusan Nomor 188.44/742/KPTS/2017. </p><p> Menurut Ketua FK-PUSPA, Misran Lubis kepada Kontributor Elshinta, Misriadi, Kamis (15/2) mengatakan, forum tersebut dibentuk sebagai bentuk pelaksanaan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 2/2017 tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. </p><p> “Pengembangan forum komunikasi multi stakeholders yang terdiri dari unsur pemerintah, lembaga masyarakat, media dan sektor bisnis ini merupakan satu rekomendasi penyelenggaraan PUSPA Nasional tahun 2016 dan PUSPA Daerah Sumatera Utara, 26-28 April 2017 di Medan,” jelasnya. </p><p> Jadi ini sebagai respon pemerintah Sumatera Utara dengan pertimbangan bahwa kekerasan dan perdagangan terhadap perempuan dan anak harus segera dihapuskan dan dalam pencegahan, penanganan dan pemberdayan perempuan, anak dan kelompok sebagai korban harus disinergikan antara pemerintah, LSM, dunia usaha, lembaga profesi dan media massa. </p><p> Menyinggung tugas dari FK PUSPA tersebut, menurut Misran Lubis, ada tujuh tugas yang dimandatkan dalam keputusan tersebut seperti menyusun rencana aksi daerah sinergi kemitraan untuk kesejahteraan perempuan dan anak, memberikan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah provinsi tentang penyelenggaraan kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak, memobilisasi dan peningkatan kapasitas lembaga-lembaga masyarakat yang peduli dengan isu perempuan dan anak, membangun komunikasi dan mediasi kerjasama multipihak, sektor bisnis, pemerintah, lembaga masyarakat dan media. </p><p> "Kita juga akan memperkuat jaringan forum komunikasi kabupaten/kota, kecamatan sampai ke desa/kelurahan serta membantu koordinasi penyelesaian masalah aktual kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia dan kesenjangan sosial ekonomi bagi perempuan di Sumatera Utara," ujarnya. </p><p> Terpenting, tambah Misran Lubis, Forum PUSPA ini akan selalu mempromosikan akuntabilitas dan transparansi dalam pelayanan perempuan dan anak.&nbsp; </p><p> “Harapan kita, dengan aktifnya forum ini, akan mempercepat pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sehingga semua korban dapat ditangani secara proporsional,” pungkasnya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 14:12 WIB

PLN pastikan listrik aman pasca banjir bandang

Lingkungan | 24 Juni 2018 - 13:38 WIB

Bantul dorong pengembangan bawang merah organik

Asia Pasific | 24 Juni 2018 - 13:26 WIB

Turki akan pilih presiden dan anggota parlemen hari ini

Musibah | 24 Juni 2018 - 12:50 WIB

Warga Kupang alami krisis air bersih

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com