Kamis, 22 Februari 2018

Gaet wisatawan mancanegara, PHRI Lumajang kenalkan wisata PG Djatiroto

Kamis, 15 Februari 2018 17:16

Foto: Efendi Murdiono. Foto: Efendi Murdiono.
Ayo berbagi!

Kunjungan wisatawan asing jadi orentasi utama mengenalkan tempat wisata di Pabrik Gula (PG) Djatiroto Lumajang, Jawa Timur karena memiliki nilai jual yang tinggi.


Pengurus Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Digdoyo. DP. mengatakan, pertemuan dengan Humas PG. Djatiroto Apit Eko Prihantono  bahwa PG. Djatiroto sudah welcome niat baik untuk memajukan wisata yang ada di Kecamatan Jatiroto. "Kami mendapatkan angin segar untuk mempromosikan objek wisata yang ada di PG. Djatiroto umumnya Kabupaten Lumajang, karena di sini banyak benda-benda bernilai sejarah warisan budaya dan bangunan dari jaman dulu," kata Digdoyo yang akrab disapa Pakde Yoyok kepada Kontributor elshinta, Efendi Murdiono, Kamis (15/2).

Dikatakan Digdoyo warisan budaya dan lainnya peninggalan zaman Belanda itu masih punya nilai sejarah dan ilmu pengetahuan dan ini menjadi daya tarik besar bagi wisata. Sayangnya, karena tidak ada ekspos sehingga orang di luar sana atau daerah ini tidak mengetahui jika Jatiroto mempunyai lokasi wisata yang mengagumkan.


Beberapa vieuw digadang-gadang PG. Djatiroto jadi daya tarik tersendiri bagi wisata yang datang, tidak hanya melihat bangunan pabrik yang saat ini dirobah menjadi mesin yang modern untuk menghasilkan gula premium namun pengunjung wisata dapat melihat proses pembuatan gula.


Kereta api kuno, bangunan rumah kuno, tradisi jelang giling dan tutup giling serta desa-desa yang penunjang seperti Rojopolo yang digadang-gadangkan menjadi desa bunga adalah satu kesatuan paket yang tidak terpisahkan. Pusat Penelitian di Sukosari untuk pembuatan bibit dengan sistem kultur jaringan dan lokasi pembibitan dengan sistem single bud planting di Nyeoran Vak 8 tidak boleh juga terangkum dalam satu paket perjalanan berwisata di PG. Djatiroto.


Digdoyo yang juga menjabat ketua Badan Pengurus Cabang PHRI Kabupaten Probolinggo berharap kepada pihak PG. Djatiroto agar kereta api jaman Belanda yang bisa dioperasikan dapat dinikmati oleh pengunjung wisata, kondisi cat dari benda-benda sejarah itu tidak dirobah karena akan mengurangi nilai keunikan dari objek itu. "Lihat kereta ini (suruh Digdoyo kepada Efendi dari Elshinta) tahun berapa dibuat ada selender yang sangat kuno," kata Digdoyo.

Sementara itu Humas PG. Djatiroto Apit Eko Prihantono yang menggantikan Yudho Rahadityo mengatakan pihaknya akan mendongkrak potensi wisata di wilayah pabrik karena itu selain program PTPN XI juga program pemerintah.


Laki-laki asal Purwakarta itu ingin adanya kerja sama dengan pelaku wisata objek wisata yang ada di Jatiroto menjadi salah satu andalan pendapatan, pihaknya melihat potensi yang ada optimis dalam waktu dekat terwujud. Dampak yang diinginkan olenya masyarakat di wilayah jatiroto dan kabupaten Lumajang umumnya menikmati peningkatan ekonomi dengan ikut buka usaha.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar