Jumat, 14 Desember 2018 | 02:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pedagang pertanyakan pengerjaan revitalisasi Pasar Kampunglalang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Amsal.
Foto: Amsal.
<p>Pedagang Pasar Kampunglalang mempertanyakan pengerjaan proyek revitalisasi pasar yang tak kunjung selesai kepada Pemko maupun DPRD Medan.&nbsp;Bahkan upaya mediasi yang sudah dilakukan anggota dewan, pernyataan yang pernah mereka ucapkan dalam beberapa kali pertemuan, dicap cuma manis di mulut saja.</p><p><br></p><p>"Banyak cakap sajanya semua anggota dewan itu. Manis-manis kali mulutnya kami dengar. Tapi apapun tidak nampak kerja orang itu. Turun ke sini saja pun untuk melihat kondisi pasar kami tidak mau lagi mereka. Cuma ngundang-ngundang orang aja tahunya. Habis itu dijanjikan agar pasar harus segera dibangun. Kalau cuma cakap begitu sajanya, anak kami pun pandai," kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kampunglalang, E Pinem kepada wartawan, termasuk <strong><i>Kontributor elshinta, Amsal, </i></strong>Kamis (15/2).</p><p><br></p><p>Menurut pedagang, proyek revitalisasi Pasar Kampunglalang masih jauh dari target yang diharapkan. Bahkan pernyataan Kadis Perkim-PR Kota Medan Samporno Pohan, yang menyebut progres pengerjaan sudah ada 50 persen, disebut Pinem cuma omong kosong belaka.</p><p><br></p><p>"Silahkan pak kadis itu turun melihat pekerjaan pasar kami. Jangan duduk manis dan terima laporan saja. Belum sampailah segitu (50 persen progresnya), karena tiap hari kami lihat kok," katanya.</p><p><br></p><p>Tak hanya sampai disitu, untuk pembayaran upah tukang saja pun, ungkap Pinem, pihak PT Budi Mangun KSO tidak mampu. Itu terbukti karena belum lama ini sejumlah tukang melakukan demo untuk meminta upah mereka segera dibayarkan. "Gaji tukang mereka selalu mogok itu. Gak akan benar ini pekerjaan Pasar Kampunglalang. Semalam itu demo lagi tukang mereka," katanya.</p><p><br></p><p>Pedagang sendiri sudah melayangkan surat ke DPRD Medan, ihwal permintaan pemutusan kontrak PT Budi Mangun KSO selaku rekanan proyek. Pedagang menilai rekanan proyek sudah tidak mampu melakukan pekerjaannya sampai batas waktu yang telah disepakati sebelumnya. Namun sampai kini belum ada lagi tindak lanjut yang konkrit dari DPRD.</p><p><br></p><p>"Ngomong aja orang itu pandainya. Kalau memang niat membantu kita, turun juga mereka ke lapangan. Tengok bahwa pembangunan itu belum ada 30 persen. Karena yang di bagian belakang itu pun, kondisi rumputnya masih panjang-panjang. Sebab jika sudah dilihat, bisa langsung putuskan kontrak rekanan itu," katanya.</p><p><br></p><p>Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan, Samporno Pohan sebelumnya mengaku sudah mengultimatum PT Budi Mangun KSO, agar menuntaskan pengerjaan tersebut sampai batas akhir 90 hari kerja.</p><p><br></p><p>"Terus mereka kerjai itu. Itulah maksimal yang bisa mereka kerjai saat ini. Kita pun sudah capek mengingatkan mereka," katanya saat dikonfirmasikan.</p><p><br></p><p>Jika sampai batas waktu yang ditentukan itu PT Budi Mangun KSO tidak mampu menyelesaikannya, Samporno menegaskan pihaknya siap memutus kontrak kerja sama. Pihaknya terus mendesak agar PT Budi Bangun KSO mengejar target penyelesaian revitalisasi Pasar Kampunglalang.</p><p><br></p><p>Lantas sudah berapa persen progres revitalisasi Pasar Kampunglalang saat ini? Samporno tidak memberi jawaban konkrit, namun mengklaim sudah ada progres signifikan sesuai harapan Pemko.</p><p><br></p><p>"Begitupun kita akan ingatkan terus. Dan mereka berjanji untuk cepat menyelesaikannya. Laporan dari pengawas di lapangan kan terus saya terima. Makanya saya panggil lagi tadi mereka untuk mengingatkan," katanya.</p><p><br></p><p>Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Salman Alfarisi mengutarakan pihaknya belum mengetahui informasi terkini soal progres revitalisasi Pasar Kampunglalang.&nbsp;</p><p><br></p><p>Dalam waktu dekat pihaknya pun akan memanggil Dinas Perkim-PR dan PT Budi Mangun KSO untuk RDP lanjutan. "Laporan ke kita belum ada. Nanti kami RDP-kan lagi untuk memanggil pihak-pihak terkait. Sebab komitmen rekanan waktu itu selama 90 hari pengerjaan harus sudah rampung," katanya.</p><p><br></p><p>&nbsp;Menyikapi tudingan pedagang bahwa dewan hanya sebatas bicara tanpa mau turun ke lapangan, pihaknya mengamini bahwa itu jawaban keresahan dari pedagang. Apalagi mengingat lambatnya pasar mereka rampung dibangun, padahal pengosongan kios sejak Maret 2017. "Legislatif kan bukan eksekutor. Kami cuma bisa mengadvokasi, memanggil pihak-pihak terkait untuk memberi keterangan. Kita sudah rencanakan RDP lagi dan kalau perlu diagendakan kunjungan lapangan," katanya.</p><p><br></p><p>Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Hendra DS mengaku belum mendapat kabar terbaru dari Dinas Perkim-PR menyangkut perkembangan Pasar Kampunglalang.&nbsp;</p><p><br></p><p>"Belum ada disampaikan ke kami (Komisi C, Red)," katanya. Dari informasi yang ia peroleh, pihak rekanan yakni PT Mangun KSO sudah tidak punya biaya lagi guna melanjutkan pengerjaan tersebut. "Tapi untuk pembangunannya coba tanya Komisi D, sebab itu domain mereka. Kalau perlu nanti kita agendakan lagi RDP lanjutan," ujarnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Pedagang Pasar Kampunglalang mempertanyakan pengerjaan proyek revitalisasi pasar yang tak kunjung selesai kepada Pemko maupun DPRD Medan.&nbsp;Bahkan upaya mediasi yang sudah dilakukan anggota dewan, pernyataan yang pernah mereka ucapkan dalam beberapa kali pertemuan, dicap cuma manis di mulut saja.</p><p><br></p><p>"Banyak cakap sajanya semua anggota dewan itu. Manis-manis kali mulutnya kami dengar. Tapi apapun tidak nampak kerja orang itu. Turun ke sini saja pun untuk melihat kondisi pasar kami tidak mau lagi mereka. Cuma ngundang-ngundang orang aja tahunya. Habis itu dijanjikan agar pasar harus segera dibangun. Kalau cuma cakap begitu sajanya, anak kami pun pandai," kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kampunglalang, E Pinem kepada wartawan, termasuk <strong><i>Kontributor elshinta, Amsal, </i></strong>Kamis (15/2).</p><p><br></p><p>Menurut pedagang, proyek revitalisasi Pasar Kampunglalang masih jauh dari target yang diharapkan. Bahkan pernyataan Kadis Perkim-PR Kota Medan Samporno Pohan, yang menyebut progres pengerjaan sudah ada 50 persen, disebut Pinem cuma omong kosong belaka.</p><p><br></p><p>"Silahkan pak kadis itu turun melihat pekerjaan pasar kami. Jangan duduk manis dan terima laporan saja. Belum sampailah segitu (50 persen progresnya), karena tiap hari kami lihat kok," katanya.</p><p><br></p><p>Tak hanya sampai disitu, untuk pembayaran upah tukang saja pun, ungkap Pinem, pihak PT Budi Mangun KSO tidak mampu. Itu terbukti karena belum lama ini sejumlah tukang melakukan demo untuk meminta upah mereka segera dibayarkan. "Gaji tukang mereka selalu mogok itu. Gak akan benar ini pekerjaan Pasar Kampunglalang. Semalam itu demo lagi tukang mereka," katanya.</p><p><br></p><p>Pedagang sendiri sudah melayangkan surat ke DPRD Medan, ihwal permintaan pemutusan kontrak PT Budi Mangun KSO selaku rekanan proyek. Pedagang menilai rekanan proyek sudah tidak mampu melakukan pekerjaannya sampai batas waktu yang telah disepakati sebelumnya. Namun sampai kini belum ada lagi tindak lanjut yang konkrit dari DPRD.</p><p><br></p><p>"Ngomong aja orang itu pandainya. Kalau memang niat membantu kita, turun juga mereka ke lapangan. Tengok bahwa pembangunan itu belum ada 30 persen. Karena yang di bagian belakang itu pun, kondisi rumputnya masih panjang-panjang. Sebab jika sudah dilihat, bisa langsung putuskan kontrak rekanan itu," katanya.</p><p><br></p><p>Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan, Samporno Pohan sebelumnya mengaku sudah mengultimatum PT Budi Mangun KSO, agar menuntaskan pengerjaan tersebut sampai batas akhir 90 hari kerja.</p><p><br></p><p>"Terus mereka kerjai itu. Itulah maksimal yang bisa mereka kerjai saat ini. Kita pun sudah capek mengingatkan mereka," katanya saat dikonfirmasikan.</p><p><br></p><p>Jika sampai batas waktu yang ditentukan itu PT Budi Mangun KSO tidak mampu menyelesaikannya, Samporno menegaskan pihaknya siap memutus kontrak kerja sama. Pihaknya terus mendesak agar PT Budi Bangun KSO mengejar target penyelesaian revitalisasi Pasar Kampunglalang.</p><p><br></p><p>Lantas sudah berapa persen progres revitalisasi Pasar Kampunglalang saat ini? Samporno tidak memberi jawaban konkrit, namun mengklaim sudah ada progres signifikan sesuai harapan Pemko.</p><p><br></p><p>"Begitupun kita akan ingatkan terus. Dan mereka berjanji untuk cepat menyelesaikannya. Laporan dari pengawas di lapangan kan terus saya terima. Makanya saya panggil lagi tadi mereka untuk mengingatkan," katanya.</p><p><br></p><p>Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Salman Alfarisi mengutarakan pihaknya belum mengetahui informasi terkini soal progres revitalisasi Pasar Kampunglalang.&nbsp;</p><p><br></p><p>Dalam waktu dekat pihaknya pun akan memanggil Dinas Perkim-PR dan PT Budi Mangun KSO untuk RDP lanjutan. "Laporan ke kita belum ada. Nanti kami RDP-kan lagi untuk memanggil pihak-pihak terkait. Sebab komitmen rekanan waktu itu selama 90 hari pengerjaan harus sudah rampung," katanya.</p><p><br></p><p>&nbsp;Menyikapi tudingan pedagang bahwa dewan hanya sebatas bicara tanpa mau turun ke lapangan, pihaknya mengamini bahwa itu jawaban keresahan dari pedagang. Apalagi mengingat lambatnya pasar mereka rampung dibangun, padahal pengosongan kios sejak Maret 2017. "Legislatif kan bukan eksekutor. Kami cuma bisa mengadvokasi, memanggil pihak-pihak terkait untuk memberi keterangan. Kita sudah rencanakan RDP lagi dan kalau perlu diagendakan kunjungan lapangan," katanya.</p><p><br></p><p>Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Hendra DS mengaku belum mendapat kabar terbaru dari Dinas Perkim-PR menyangkut perkembangan Pasar Kampunglalang.&nbsp;</p><p><br></p><p>"Belum ada disampaikan ke kami (Komisi C, Red)," katanya. Dari informasi yang ia peroleh, pihak rekanan yakni PT Mangun KSO sudah tidak punya biaya lagi guna melanjutkan pengerjaan tersebut. "Tapi untuk pembangunannya coba tanya Komisi D, sebab itu domain mereka. Kalau perlu nanti kita agendakan lagi RDP lanjutan," ujarnya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com