Selasa, 11 Desember 2018 | 19:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Polri tangkap penyebar ujaran kebencian pada Buya Syafii dan Jokowi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Dody Handoko.
Foto: Dody Handoko.
<p>Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim&nbsp;Brigjen Pol Fadil Imran&nbsp;mengatakan , Polri menangkap seorang pria berinisial AA (34), diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif (Buya Syafii).</p><p>AA ditangkap dikarenakan telah memposting sebuah gambar dan status yang menyikapi adanya kekerasan terhadap para tokoh agama dan ulama akhir-akhir ini.</p><p>“Ia memposting melalui media sosial facebook serta memposting gambar memegang senjata laras panjang. AA dengan sengaja memposting gambar dan tulisan dengan konten yang memuat hate speech," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/2).</p><p>Ditambahkannya,"Satgas Patroli Medsos Dittipidsiber Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran hate speech berupa Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik kepada Presiden Jokowi, Tokoh Ulama Buya Syafii," ungkapnya.</p><p>Ia menerangkan," Adapun postingan AA di media sosial probadinya seperti , “Polisi zaman now justru membiarkan kejahatan membungkam suara Keadilan”.</p><p>AA memposting seperti “Saat Ulama diserang dan dibunuh, dia diam dan cuek saja. Giliran gereja diserang, dia dengan sigap menjenguk gedung gereja tersebut. Mengapa bisa begitu..? sebab, kalau ke gereja dia dapat amplop?”</p><p>“Beda level, Umar bin Khattab adalah Khalifah, sementara Jokowi cuma jongosnya Aseng dan Asing“ .</p><p>"Terakhir AA memposting dengan kata-kata, "Kalau gak ngutang, ya jual asset Negara. Itu kehebatan Jokowi," tuturnya.</p><p>Dijelaskannya bahwa pelaku mengaku merasa kecewa atas penanganan petugas atas peristiwa adanya kekerasan yang terjadi pada tokoh agama. "Menyebarkan konten hate speech dengan alasan spontanitas atas ungkapan rasa kecewa," ucapnya. (Dody/SiK)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:32 WIB

Menteri BUMN: Kilang Balikpapan tingkatkan produksi BBM ramah lingkungan

Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:09 WIB

Pelaporan LKHPN pejabat PTN sangat rendah

Startup | 11 Desember 2018 - 18:55 WIB

Indonesia akhirnya memiliki asosiasi penggiat IoT

Megapolitan | 11 Desember 2018 - 18:46 WIB

Sudinhub Jaksel uji coba rekayasa lalin Ampera Raya

Parenting | 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

<p>Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim&nbsp;Brigjen Pol Fadil Imran&nbsp;mengatakan , Polri menangkap seorang pria berinisial AA (34), diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif (Buya Syafii).</p><p>AA ditangkap dikarenakan telah memposting sebuah gambar dan status yang menyikapi adanya kekerasan terhadap para tokoh agama dan ulama akhir-akhir ini.</p><p>“Ia memposting melalui media sosial facebook serta memposting gambar memegang senjata laras panjang. AA dengan sengaja memposting gambar dan tulisan dengan konten yang memuat hate speech," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/2).</p><p>Ditambahkannya,"Satgas Patroli Medsos Dittipidsiber Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran hate speech berupa Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik kepada Presiden Jokowi, Tokoh Ulama Buya Syafii," ungkapnya.</p><p>Ia menerangkan," Adapun postingan AA di media sosial probadinya seperti , “Polisi zaman now justru membiarkan kejahatan membungkam suara Keadilan”.</p><p>AA memposting seperti “Saat Ulama diserang dan dibunuh, dia diam dan cuek saja. Giliran gereja diserang, dia dengan sigap menjenguk gedung gereja tersebut. Mengapa bisa begitu..? sebab, kalau ke gereja dia dapat amplop?”</p><p>“Beda level, Umar bin Khattab adalah Khalifah, sementara Jokowi cuma jongosnya Aseng dan Asing“ .</p><p>"Terakhir AA memposting dengan kata-kata, "Kalau gak ngutang, ya jual asset Negara. Itu kehebatan Jokowi," tuturnya.</p><p>Dijelaskannya bahwa pelaku mengaku merasa kecewa atas penanganan petugas atas peristiwa adanya kekerasan yang terjadi pada tokoh agama. "Menyebarkan konten hate speech dengan alasan spontanitas atas ungkapan rasa kecewa," ucapnya. (Dody/SiK)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com