Kamis, 20 September 2018 | 14:57 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Metode iradiasi disetujui, mangga bakal masuk pasar Australia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Pertemuan Indonesia-Australia untuk kelompok kerja pertanian, pangan dan kehutanan (Working Group on Agriculture, Food and Forestry Cooperation, WGAFFC) ke-21, pada 14 Februari dan 15 Februari 2018 di Meulbourne, menghasilkan sejumlah kesepakatan.</p><p>Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini yang bertindak sebagai co-chair pada pertemuan tersebut, mengabarkan Australiakini sudah menerima penggunaan metode iradiasi pada buah mangga.</p><p>“Australia telah menerima penggunaan metode iradiasi pada buah mangga, dan sesuai masa panen di bulan Oktober, mangga sudah bisa ekspor ke Australia,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian RI, Banun Harpini dalam siaran persnya yang diterima Redaksi Elshinta.Com, Kamis (15/2).</p><p>Disebutkan, pertemuan tersebut memang mengagendakan pembahasan soal peningkatan akses pasar buah segar Indonesia ke Australia antara lain mangga dan buah naga. Pertemuan, berhasil mencapai kata sepakat.</p><p>“Pemanfaatan teknologi iradiasi ini untuk menjamin kesehatan mangga yang di ekspor ke Australia,” tambahnya.</p><p>Sementara untuk buah naga dapat memasuki pasar Australia pada pertengahan tahun 2018.</p><p>Adapun pihak, Kepala Departemen Pertanian dan Sumber Air (Department of Agricultural and Water Resources) Australia, Louise Van Meurs meminta Indonesia untuk menerima benih kentang dari South Australia dan Victoria.</p><p>Hal ini disepakati Indonesia sepanjang impor benih tersebut telah memenuhi persyaratan Karantina.</p><p>Selain pembahasan tentang akses pasar buah segar ke Australia, pada pertemuan ini telah disepakati ekspor produk olahan ayam dari Indonesia.</p><p>Disebutkan, Badan Karantina Pertanian mengawal dan menjamin pemenuhan persyaratan bisosecurity Australia.</p><p>Juga turut dibahas pada pertemuan tahunan WGAFFC ke-21 ini antara lain pembahasan isu bilateral peraturan baru dan yang telah diimplementasi, seputar kehutanan dan kerjasama capacity building lainnya.</p><p>Pembahasan dilakukan oleh masing-masing taskforce, yakni Taskforce Crops and Plant Products yang diwakili oleh Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati selaku chair, Taskforce on Livestock and Animal Products yang diwakili oleh Direktur Perbibitan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Taskforce on Forestry yang diwakili oleh Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Hutan, Kementerian Kehutanan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Aktual Pemilu | 20 September 2018 - 14:56 WIB

Pemilu makin sengit, Perludem minta waspadai hoaks

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 14:35 WIB

Mensos: Stok rastra tak terpengaruh impor beras

Aktual Pemilu | 20 September 2018 - 14:30 WIB

Bagi pemilih yang belum punya KTP-el, ini opsi dari KPU

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 14:22 WIB

DPRD segera panggil Disdukcapil Medan terkait pemilih ganda

Arestasi | 20 September 2018 - 14:18 WIB

Dede `Idol` terancam tujuh tahun penjara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com