Minggu, 25 Februari 2018

Barnaby Joyce Tak Jadi Pelaksana Tugas PM Australia

Kamis, 15 Februari 2018 18:07

(Courtesy: AustraliaPlus) Barnaby Joyce tak akan menjabat pelaksana tugas PM Australia saat Malcolm Turnbull kunjungan keluar negeri pekan depan. (Courtesy: AustraliaPlus) Barnaby Joyce tak akan menjabat pelaksana tugas PM Australia saat Malcolm Turnbull kunjungan keluar negeri pekan depan.
Ayo berbagi!

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengumumkan wakilnya Barnaby Joyce akan cuti minggu depan, sehingga tidak bisa menjadi pelaksana tugas perdana menteri.

Menteri Keuangan Mathias Cormann akan mengambil peran tersebut saat Turnbull melakukan kunjungan keluar negeri.

Joyce mendapat tekanan karena kasus perselingkuhannya dengan mantan staf serta pertanyaan seputar pelanggaran kode etik menteri.

Masa depan politiknya kritis, dan sejumlah rekannya mempertimbangkan untuk memintanya mundur sebagai pemimpin Partai Nasional meningat dampak terungkapnya kasus ini pada partai tersebut.

Kemungkinan Joyce untuk menjadi pelaksana tugas perdana menteri ketika Turnbull melakukan perjalanan keluar negeri memicu kekhawatirkan banyak politisi Partai Nasional.

Mereka khawatir dengan menjadi sorotan seperti itu justru akan menambah krisis.

PM Turnbull menepis kemungkinan itu setelah mengumumkan bahwa Joyce akan cuti pekan depan.

Partai Buruh yang beroposisi mempertanyakan apakah keputusan tersebut Joyce tidak dapat melakukan tugasnya.

"Apa kita semata-mata harus percaya semua hal ini kebetulan saja?" ujar pemimpin Partai Buruh Bill Shorten.

Wakil Pemimpin Partai Liberal Julie Bishop biasanya akan bertindak sebagai Plt. Perdana Menteri jika pemimpin Partai Nasional tidak bisa menjalankan tugas tersebut.

Partai Liberal dan Partai Nasional merupakan koalisi yang saat ini memerintah di Australia.

Namun Menlu Bishop juga melakukan perjalanan keluar negeri minggu depan, sehingga Senator Cormann yang akan menjalankannya.

Dia berada di urutan berikutnya untuk tugas tersebut karena posisinya sebagai pemimpin partainya di Senat.

Sewa tempat tinggal

Joyce terus berada di bawah tekanan, setelah Partai Buruh menuntut untuk mengetahui apakah dia menyesatkan Parlemen hari ini terkait apartemen gratis yang ditinggalinya.

Oposisi menuduh Joyce melanggar kode etik menteri karena meminta tempat tinggal dan menerima hadiah sewa gratis enam bulan yang nilainya sekitar $ 12.000.

Partai Buruh berpendapat aturan tersebut mengatur seorang menteri "tidaak boleh mencari atau mendorong pemberian apa pun dalam kapasitas pribadi".

Joyce bersikeras tidak melanggar aturan ini dengan dalih dia tidak meminta temannya pengusaha Greg Maguire untuk meminjamkan apartemen. Justru, kata Joyce, Maguirelah menawarkan kepadanya.

Namun oposisi sekarang mempertanyakan apakah Joyce menyesatkan Parlemen atau tidak. Pasalnya, dua wartawan yang mewawancarainya mengutip pernyataan Maguire bahwa Joyce meminta untuk tinggal di tempat itu.

Pada bulan Januari, Joyce memperbarui daftar parlementernya dengan menunjukkan bahwa dia bebas menggunakan sebuah apartemen di Armidale, namun tidak mengungkapkan bahwa itu disumbangkan oleh Maguire.

Dalam sesi tanya-jawab di parlemen hari ini, Partai Buruh menyerang Joyce atas hubungannya dengan Maguire.

Disebutkan bahwa Joyce menjadi tuan rumah acara yang diselenggarakan departemennya di Hotel Powerhouse milik Maguire di Tamworth.

Partai Buruh mengatakan bahwa biaya acara itu mencapai $ 5.000.

Joyce menanggapi pertanyaan tersebut sebagai masukan.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar