Senin, 18 Juni 2018 | 22:23 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

'Post mortem' Adelina selesai, besok dirilis ke publik

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal. Sumber foto: http://bit.ly/2F59ZOD
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal. Sumber foto: http://bit.ly/2F59ZOD
<p>Kementerian Luar Negeri RI menyatakan hari ini "post mortem" pekerja migran Indonesia Adelina Jemira Sau (bukan Adelina Lisao) yang meninggal dunia karena diduga disiksa oleh majikannya di Malaysia, telah selesai.</p><p>"Hari ini `post mortem` sudah selesai jika tidak ada perkembangan lain besok pagi sudah dirilis," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal dalam press briefing di Jakarta, Kamis (15/2).</p><p>Adelina meninggal dunia pada Minggu (11/2) di rumah sakit setempat setelah diduga mengalami kekurangan gizi dan luka-luka diduga karena siksaan majikannya.</p><p>Pengadilan Malaysia telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu dua orang majikan bersaudara dan ibu kandung mereka.</p><p>KJRI Penang sudah berkomunikasi dengan jaksa penuntut umum dan agen di Malaysia untuk memastikan hak-hak Adelina terpenuhi mulai dari sisa gaji dan kompensasi.</p><p>"Kita pastikan bahwa kita akan mengawal kasus ini untuk memastikan hak-haknya dan kompensasi dari pelaku terpenuhi," kata Iqbal.</p><p>Pemerintah RI juga telah meminta Pemerintah Malaysia mengawal kasus Adelina. "Ini adalah tragedi buat Indonesia maupun buat Malaysia," kata Iqbal.<br><br>Kementerian Luar Negeri RI sudah menelusuri keluarga Adelina di Nusa Tenggara Timur dan berhasil menghubungi keluarga, paman dan ayah Adelina.<br><br>Adelina, yang berasal dari Timur Tengah Selatan, NTT, berdasarkan informasi imigrasi Malaysia sebelumnya pernah masuk Malaysia melalui jalur resmi.<br><br>Kemudian pada September 2014 Adelina sempat pulang ke NTT dan pada Desember 2014 berangkat lagi ke Penang melalui jalur perorangan, jadi bukan melalui prosedur pengiriman pekerja migran yang sudah ditetapkan, kata Iqbal.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com