Jumat, 14 Desember 2018 | 02:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

'Post mortem' Adelina selesai, besok dirilis ke publik

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal. Sumber foto: http://bit.ly/2F59ZOD
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal. Sumber foto: http://bit.ly/2F59ZOD
<p>Kementerian Luar Negeri RI menyatakan hari ini "post mortem" pekerja migran Indonesia Adelina Jemira Sau (bukan Adelina Lisao) yang meninggal dunia karena diduga disiksa oleh majikannya di Malaysia, telah selesai.</p><p>"Hari ini `post mortem` sudah selesai jika tidak ada perkembangan lain besok pagi sudah dirilis," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal dalam press briefing di Jakarta, Kamis (15/2).</p><p>Adelina meninggal dunia pada Minggu (11/2) di rumah sakit setempat setelah diduga mengalami kekurangan gizi dan luka-luka diduga karena siksaan majikannya.</p><p>Pengadilan Malaysia telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu dua orang majikan bersaudara dan ibu kandung mereka.</p><p>KJRI Penang sudah berkomunikasi dengan jaksa penuntut umum dan agen di Malaysia untuk memastikan hak-hak Adelina terpenuhi mulai dari sisa gaji dan kompensasi.</p><p>"Kita pastikan bahwa kita akan mengawal kasus ini untuk memastikan hak-haknya dan kompensasi dari pelaku terpenuhi," kata Iqbal.</p><p>Pemerintah RI juga telah meminta Pemerintah Malaysia mengawal kasus Adelina. "Ini adalah tragedi buat Indonesia maupun buat Malaysia," kata Iqbal.<br><br>Kementerian Luar Negeri RI sudah menelusuri keluarga Adelina di Nusa Tenggara Timur dan berhasil menghubungi keluarga, paman dan ayah Adelina.<br><br>Adelina, yang berasal dari Timur Tengah Selatan, NTT, berdasarkan informasi imigrasi Malaysia sebelumnya pernah masuk Malaysia melalui jalur resmi.<br><br>Kemudian pada September 2014 Adelina sempat pulang ke NTT dan pada Desember 2014 berangkat lagi ke Penang melalui jalur perorangan, jadi bukan melalui prosedur pengiriman pekerja migran yang sudah ditetapkan, kata Iqbal.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Kementerian Luar Negeri RI menyatakan hari ini "post mortem" pekerja migran Indonesia Adelina Jemira Sau (bukan Adelina Lisao) yang meninggal dunia karena diduga disiksa oleh majikannya di Malaysia, telah selesai.</p><p>"Hari ini `post mortem` sudah selesai jika tidak ada perkembangan lain besok pagi sudah dirilis," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal dalam press briefing di Jakarta, Kamis (15/2).</p><p>Adelina meninggal dunia pada Minggu (11/2) di rumah sakit setempat setelah diduga mengalami kekurangan gizi dan luka-luka diduga karena siksaan majikannya.</p><p>Pengadilan Malaysia telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu dua orang majikan bersaudara dan ibu kandung mereka.</p><p>KJRI Penang sudah berkomunikasi dengan jaksa penuntut umum dan agen di Malaysia untuk memastikan hak-hak Adelina terpenuhi mulai dari sisa gaji dan kompensasi.</p><p>"Kita pastikan bahwa kita akan mengawal kasus ini untuk memastikan hak-haknya dan kompensasi dari pelaku terpenuhi," kata Iqbal.</p><p>Pemerintah RI juga telah meminta Pemerintah Malaysia mengawal kasus Adelina. "Ini adalah tragedi buat Indonesia maupun buat Malaysia," kata Iqbal.<br><br>Kementerian Luar Negeri RI sudah menelusuri keluarga Adelina di Nusa Tenggara Timur dan berhasil menghubungi keluarga, paman dan ayah Adelina.<br><br>Adelina, yang berasal dari Timur Tengah Selatan, NTT, berdasarkan informasi imigrasi Malaysia sebelumnya pernah masuk Malaysia melalui jalur resmi.<br><br>Kemudian pada September 2014 Adelina sempat pulang ke NTT dan pada Desember 2014 berangkat lagi ke Penang melalui jalur perorangan, jadi bukan melalui prosedur pengiriman pekerja migran yang sudah ditetapkan, kata Iqbal.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com