Selasa, 11 Desember 2018 | 19:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Jaksa cium aroma pencucian uang dari Setnov

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Setya Novanto. Sumber foto: http://bit.ly/2EspaR1
Setya Novanto. Sumber foto: http://bit.ly/2EspaR1
<p>Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menduga mantan Ketua DPR Setya Novanto melakukan tindak pidana pencucian uang selain dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik.</p><p>"Keterangan saudara menambah daftar panjang perputaran uang di sidang ini. Saya kok mencium bau-bau pencucian uang," kata JPU KPK Abdul Basir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (15/2).</p><p>Basir menyampaikan hal ini saat memeriksa kurir Setya Novanto bernama Abdullah alias Wahab di Pengadilan Tipikor. Abdullah beberapa kali diminta menukarkan uang ke tempat penukaran uang dari deposito Setya Novanto dan dimasukkan ke rekening orang lain.</p><p>"Dari money changer, saya disuruh mengemas uang dalam satu kardus rokok, diserahkan dalam bentuk rupiah ya sekitar Rp2,5 miliar Pak," kata Abdullah yang sudah bekerja untuk Setnov sebagai "office boy" sejak 2000.</p><p>Penukaran dilakukan di PT Inti Valuta Sukses dan beberapa tempat penukaran uang lainnya. Abdullah menukarkan uang dari dolar AS dan dolar Singapura ke rupiah sekitar tahun 2009-2014.</p><p>"Uang rupiah itu disetorkan tunai ke rekening Mbak Wulan, itu permintaan Mbak Wulan," ungkap Abdullah.</p><p>Wulana adalah Kartika Wulandari, Sekretaris Setnov.</p><p>Abdullah juga memiliki rekening dolar Amerika dan dolar Singapura yang dibuka atas insiatifnya.</p><p>"Punya rekening dolar AS dan Singapura, itu inisiatif saya sendiri membukanya karena kalau bawa pulang berisiko. Saya bilang ke Mbak Wulan untuk buka rekening baru besoknya dikerjakan lagi. Sekali transfer bisa 10 ribu dolar AS, tapi saya kurang kurang tahu itu uang siapa, saya hanya dimintai tolong untuk transfer saja," ungkap Abdullah.</p><p>Abdullah juga pernah menyetor tunai di bank Panin senilai Rp5 miliar pada sekitar 2014-2015, dan kadang mengirimkan uang ke rekening anak Setnov Rheza Herwindo yang ada di Amerika Serikat.<br><br>"Pernah diminta transfer tapi saya lupa berapa, seingat saya untik biaya sekolah, hanya kecil-kecil ada 5.000, 2.000 dolar AS," tambah Abdullah.<br><br>Abdullah yang pernah bekerja di PT Mondialindo Graha Perdana yang 80 persen sahamnya dimiliki Deisty Astriani Tagor dan Reza serta bekerja di PT Murakabi Sejahtera, yang dimiliki PT Mondialindo. Murakabi juga diketahui menjadi perusahaan yang mengajukan tender KTP-el.<br><br>Jaksa KPK pun mengaku punya bukti sejumlah rekening koran yang menunjukkan pencairan deposito Setnov namun hasil pencairan itu tidak dimasukkan ke tabungan Setnov tapi dialirkan ke rekening atas nama Wulan.<br><br>Atas barang bukti itu, Setnov mengaku baru mengetahuinya.<br><br>"Terima kasih yang mulia, saya khusus kepada barang bukti di Pak Abdullah saya terus terang baru mengetahui tadi, mohon maaf yang lain tidak tahu," kata Setnov.<br><br>Dalam perkara ini Setnov diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-el.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:32 WIB

Menteri BUMN: Kilang Balikpapan tingkatkan produksi BBM ramah lingkungan

Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 19:09 WIB

Pelaporan LKHPN pejabat PTN sangat rendah

Startup | 11 Desember 2018 - 18:55 WIB

Indonesia akhirnya memiliki asosiasi penggiat IoT

Megapolitan | 11 Desember 2018 - 18:46 WIB

Sudinhub Jaksel uji coba rekayasa lalin Ampera Raya

Parenting | 11 Desember 2018 - 18:35 WIB

PKPA kenalkan hak anak dalam agenda Indonesia 4.0

<p>Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menduga mantan Ketua DPR Setya Novanto melakukan tindak pidana pencucian uang selain dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik.</p><p>"Keterangan saudara menambah daftar panjang perputaran uang di sidang ini. Saya kok mencium bau-bau pencucian uang," kata JPU KPK Abdul Basir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (15/2).</p><p>Basir menyampaikan hal ini saat memeriksa kurir Setya Novanto bernama Abdullah alias Wahab di Pengadilan Tipikor. Abdullah beberapa kali diminta menukarkan uang ke tempat penukaran uang dari deposito Setya Novanto dan dimasukkan ke rekening orang lain.</p><p>"Dari money changer, saya disuruh mengemas uang dalam satu kardus rokok, diserahkan dalam bentuk rupiah ya sekitar Rp2,5 miliar Pak," kata Abdullah yang sudah bekerja untuk Setnov sebagai "office boy" sejak 2000.</p><p>Penukaran dilakukan di PT Inti Valuta Sukses dan beberapa tempat penukaran uang lainnya. Abdullah menukarkan uang dari dolar AS dan dolar Singapura ke rupiah sekitar tahun 2009-2014.</p><p>"Uang rupiah itu disetorkan tunai ke rekening Mbak Wulan, itu permintaan Mbak Wulan," ungkap Abdullah.</p><p>Wulana adalah Kartika Wulandari, Sekretaris Setnov.</p><p>Abdullah juga memiliki rekening dolar Amerika dan dolar Singapura yang dibuka atas insiatifnya.</p><p>"Punya rekening dolar AS dan Singapura, itu inisiatif saya sendiri membukanya karena kalau bawa pulang berisiko. Saya bilang ke Mbak Wulan untuk buka rekening baru besoknya dikerjakan lagi. Sekali transfer bisa 10 ribu dolar AS, tapi saya kurang kurang tahu itu uang siapa, saya hanya dimintai tolong untuk transfer saja," ungkap Abdullah.</p><p>Abdullah juga pernah menyetor tunai di bank Panin senilai Rp5 miliar pada sekitar 2014-2015, dan kadang mengirimkan uang ke rekening anak Setnov Rheza Herwindo yang ada di Amerika Serikat.<br><br>"Pernah diminta transfer tapi saya lupa berapa, seingat saya untik biaya sekolah, hanya kecil-kecil ada 5.000, 2.000 dolar AS," tambah Abdullah.<br><br>Abdullah yang pernah bekerja di PT Mondialindo Graha Perdana yang 80 persen sahamnya dimiliki Deisty Astriani Tagor dan Reza serta bekerja di PT Murakabi Sejahtera, yang dimiliki PT Mondialindo. Murakabi juga diketahui menjadi perusahaan yang mengajukan tender KTP-el.<br><br>Jaksa KPK pun mengaku punya bukti sejumlah rekening koran yang menunjukkan pencairan deposito Setnov namun hasil pencairan itu tidak dimasukkan ke tabungan Setnov tapi dialirkan ke rekening atas nama Wulan.<br><br>Atas barang bukti itu, Setnov mengaku baru mengetahuinya.<br><br>"Terima kasih yang mulia, saya khusus kepada barang bukti di Pak Abdullah saya terus terang baru mengetahui tadi, mohon maaf yang lain tidak tahu," kata Setnov.<br><br>Dalam perkara ini Setnov diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-el.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com