Senin, 22 Oktober 2018 | 05:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

KPU Sumatera Utara gelar deklarasi kampanye damai

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
KPU Sumut bersama dengan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sunatera Utara saat deklarasi kampanye damai pada Minggu (17/2) pagi. Foto: Anugrah/Radio Elshinta
KPU Sumut bersama dengan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sunatera Utara saat deklarasi kampanye damai pada Minggu (17/2) pagi. Foto: Anugrah/Radio Elshinta
<p>Dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan dekklarasi kampanye damai pada Minggu (18/02) di Taman Budaya Sumatera Utara di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.</p><p>Dari pantauan <strong><i>Kontributor Elshinta, Anugrah</i></strong> tampak acara yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB di undur hingga pukul 09.00 WIB sebab pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus baru tiba pada pukul 08.53 WIB.&nbsp;</p><p>Sedangkan pasangan nomor urut 1 yaitu Edy Rahmayadi datang terlebih dahulu tapi tidak didampingi oleh pasangannya Musa Rajekshah.</p><p>Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Sumatera Utara Mulia Banurea menyampaikan imbauan agar dalam kampanye setiap pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur harus melaksanakan 3 prinsip yaitu prinsip kejujuran, transparasi, dan keterbukaan.</p><p>"Setiap pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur harus melaksanakan 3 prinsip yaitu prinsip kejujuran, transparasi, dan keterbukaan," ujar Mulia.</p><p>Selain itu, pada orasi demokrasi tersebut Komisioner Bawaslu Sumatera Utara, Hardi Munthe mengarahkan agar pasangan calon tidak menggunakan <i>money politic</i> saat kampanye.</p><p>"Jika kedapatan akan dipidana serta didiskualifikasi sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Hardi sembari menambahkan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur dapat didiskualifikasi apabila terbukti menggunakan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta menerima dana kampanye dari dana yang dilarang seperti APBN dan APBD.</p><p>Acara ini ditutup dengan pembacaan Deklarasi Kampanye Damai oleh Komisioner KPU Sumatera Utara, Mulia Banurea yang diikuti pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan dekklarasi kampanye damai pada Minggu (18/02) di Taman Budaya Sumatera Utara di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.</p><p>Dari pantauan <strong><i>Kontributor Elshinta, Anugrah</i></strong> tampak acara yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB di undur hingga pukul 09.00 WIB sebab pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus baru tiba pada pukul 08.53 WIB.&nbsp;</p><p>Sedangkan pasangan nomor urut 1 yaitu Edy Rahmayadi datang terlebih dahulu tapi tidak didampingi oleh pasangannya Musa Rajekshah.</p><p>Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Sumatera Utara Mulia Banurea menyampaikan imbauan agar dalam kampanye setiap pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur harus melaksanakan 3 prinsip yaitu prinsip kejujuran, transparasi, dan keterbukaan.</p><p>"Setiap pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur harus melaksanakan 3 prinsip yaitu prinsip kejujuran, transparasi, dan keterbukaan," ujar Mulia.</p><p>Selain itu, pada orasi demokrasi tersebut Komisioner Bawaslu Sumatera Utara, Hardi Munthe mengarahkan agar pasangan calon tidak menggunakan <i>money politic</i> saat kampanye.</p><p>"Jika kedapatan akan dipidana serta didiskualifikasi sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Hardi sembari menambahkan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur dapat didiskualifikasi apabila terbukti menggunakan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta menerima dana kampanye dari dana yang dilarang seperti APBN dan APBD.</p><p>Acara ini ditutup dengan pembacaan Deklarasi Kampanye Damai oleh Komisioner KPU Sumatera Utara, Mulia Banurea yang diikuti pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com