Senin, 17 Desember 2018 | 18:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kekuatan menulis untuk kesehatan mental dan otak

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi (pixabay.com)
Ilustrasi (pixabay.com)
<p>Menulis secara ilmiah bisa membantu seseorang berkompromi dengan trauma yang pernah dia alami, menurut artikel dalam The Connection Between Art, Healing, and Public Health beberapa waktu lalu.</p><p>"Individu yang menulis tentang pengalaman traumatisnya, secara statistik meningkat berbagai ukuran kesehatan fisiknya dan sistem kekebalan tubuhnya berfungsi lebih baik," kata Heather L. Stuckey and Jeremy Nobel dalam artikel itu.</p><p>Sejumlah studi juga memperlihatkan bahwa menulis, terutama yang berisi narasi juga bisa membantu orang mengatur emosi negatifnya.</p><p>Memang, saat menuliskan pengalaman buruk, seseorang seakan mengingat kembali insiden tak menyenangkan itu. Namun, dalam jangka panjang hal ini bisa berdampak positif, ungkap Karen A. Baikie an Kay Wilhem, penulis studi.</p><p>Untuk otak, menulis juga bisa membantu seseorang mengingat dan belajar. Berbeda halnya jika seseorang hanya mengetik gagasan yang ingin diingat, karena tidak akan benar-benar membuatnya lebih baik.</p><p>Jika Anda ingin belajar lebih efisien, para peneliti menganjurkan seseorang harus menjadi kuno, yakni menulis menggunkan pena, pensil dan alat tulis lainnya di atas kertas. Demikian seperti dilansir laman Medical News Today. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 17 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sembilan orang tewas akibat bom mobil di Suriah

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 17:33 WIB

KPU jamin hak pemilih yang belum masuk DPT

Pileg 2019 | 17 Desember 2018 - 17:12 WIB

Jokowi sebut caleg PKB punya militansi tinggi

<p>Menulis secara ilmiah bisa membantu seseorang berkompromi dengan trauma yang pernah dia alami, menurut artikel dalam The Connection Between Art, Healing, and Public Health beberapa waktu lalu.</p><p>"Individu yang menulis tentang pengalaman traumatisnya, secara statistik meningkat berbagai ukuran kesehatan fisiknya dan sistem kekebalan tubuhnya berfungsi lebih baik," kata Heather L. Stuckey and Jeremy Nobel dalam artikel itu.</p><p>Sejumlah studi juga memperlihatkan bahwa menulis, terutama yang berisi narasi juga bisa membantu orang mengatur emosi negatifnya.</p><p>Memang, saat menuliskan pengalaman buruk, seseorang seakan mengingat kembali insiden tak menyenangkan itu. Namun, dalam jangka panjang hal ini bisa berdampak positif, ungkap Karen A. Baikie an Kay Wilhem, penulis studi.</p><p>Untuk otak, menulis juga bisa membantu seseorang mengingat dan belajar. Berbeda halnya jika seseorang hanya mengetik gagasan yang ingin diingat, karena tidak akan benar-benar membuatnya lebih baik.</p><p>Jika Anda ingin belajar lebih efisien, para peneliti menganjurkan seseorang harus menjadi kuno, yakni menulis menggunkan pena, pensil dan alat tulis lainnya di atas kertas. Demikian seperti dilansir laman Medical News Today. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com