Senin, 17 Desember 2018 | 18:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Wakil KRN: Kenaikan Anggaran Pertahanan Tiongkok 2018 Tidak Lebih Dari 8,1%

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Kementerian Keuangan Tiongkok dalam laporannya pada sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional (KRN) hari Senin (5/3) menunjukkan, kenaikan anggaran pertahanan Tiongkok pada tahun 2018akan mencapai 8,1%, atau setara dengan 1,1 triliun yuan RMB. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, anggaran pertahanan Tiongkok menjadi topik hangat dalam sidang KRN dan sidang MPPR. <p>Wakil Presiden Akademi Militer He Lei selaku Wakil KRN menyatakan, tingkat pertumbuhan anggaran pertahanan Tiongkok tahun ini mencapai 8,1%, tidak jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun sedikit tinggi dibandingkan tahun 2017. "Pemerintah Tiongkok selalu menaruh perhatian besar pada pengendalian skala anggaran pertahanan, mempertahankan keselarasan antara pembangunan militer dan pembangunan ekonomi. Kami secara rasional menetapkan anggaran pertahanan yang sesuai dengan kepentingan pembangunan pertahanan dan keamanan." <p>He Lei mengatakan, seberapa besarnya anggaran pertahanan suatu negara tidak hanya ditinjau dari nilai absolut, tetapi juga ditinjau dari proporsi relatif. Dalam hal ini, anggaran pertahanan Tiongkok masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain, jika dihitung dari proporsinya terhadap produk domestik bruto (PDB) maupun anggaran pertahanan per kapita. <p>He Lei menambahkan, anggaran pertahanan Tiongkok tahun ini mencapai 1,26% dari PDB, persentase anggaran pertahanan terhadap PDB terus dipelihara pada angka 1,3% dalam jangka panjang, sedangkan anggaran pertahanan sebagaian besar negara di dunia tercatat sekitar 2,4% hingga 2,5%, bahkan anggaran pertahanan AS dan Rusia melampaui 3% dari PDB. Sementara itu, NATO menuntut anggaran militer para anggotanya tidak di bawah 2% dari PDB. Ditinjau dari aspek tersebut, anggaran pertahanan Tiongkok sebesar 1,26% masih relatif rendah. <p>Anggaran pertahanan Tiongkok menempati urutan kedua di dunia, jika dirata-ratakan, anggaran militer untuk setiap tentara adalah US$ 82 ribu, sedangkan untuk AS adalah US$ 510 ribu, dan untuk Jepang adalah US$ 200 ribu. Pada tahun 2018, jumlah anggaran pertahanan per kapita nasional Tiongkok senilai US$ 118, sedangkan AS adalah US$ 2210, dan Rusia US$ 300. Dilihat dari aspek ini, anggaran militer Tiongkok relatif rendah. <p>He Lei mengungkapkan, anggaran pertahanan Tiongkok adalah jujur dan transparan. Sejak tahun 1978, pemerintah Tiongkok secara ketat menaati Undang-Undang Pertahanan dan Undang-Undang Anggaran Belanja, setiap tahun mengumumkan laporan anggaran belanja termasuk anggaran pertahanan. Mulai tahun 2007, Tiongkok setiap tahunnya menyerahkan laporan anggaran pertahanan tahun sebelumnya kepada PBB.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 17 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sembilan orang tewas akibat bom mobil di Suriah

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 17:33 WIB

KPU jamin hak pemilih yang belum masuk DPT

Pileg 2019 | 17 Desember 2018 - 17:12 WIB

Jokowi sebut caleg PKB punya militansi tinggi

<p>Kementerian Keuangan Tiongkok dalam laporannya pada sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional (KRN) hari Senin (5/3) menunjukkan, kenaikan anggaran pertahanan Tiongkok pada tahun 2018akan mencapai 8,1%, atau setara dengan 1,1 triliun yuan RMB. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, anggaran pertahanan Tiongkok menjadi topik hangat dalam sidang KRN dan sidang MPPR. <p>Wakil Presiden Akademi Militer He Lei selaku Wakil KRN menyatakan, tingkat pertumbuhan anggaran pertahanan Tiongkok tahun ini mencapai 8,1%, tidak jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun sedikit tinggi dibandingkan tahun 2017. "Pemerintah Tiongkok selalu menaruh perhatian besar pada pengendalian skala anggaran pertahanan, mempertahankan keselarasan antara pembangunan militer dan pembangunan ekonomi. Kami secara rasional menetapkan anggaran pertahanan yang sesuai dengan kepentingan pembangunan pertahanan dan keamanan." <p>He Lei mengatakan, seberapa besarnya anggaran pertahanan suatu negara tidak hanya ditinjau dari nilai absolut, tetapi juga ditinjau dari proporsi relatif. Dalam hal ini, anggaran pertahanan Tiongkok masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain, jika dihitung dari proporsinya terhadap produk domestik bruto (PDB) maupun anggaran pertahanan per kapita. <p>He Lei menambahkan, anggaran pertahanan Tiongkok tahun ini mencapai 1,26% dari PDB, persentase anggaran pertahanan terhadap PDB terus dipelihara pada angka 1,3% dalam jangka panjang, sedangkan anggaran pertahanan sebagaian besar negara di dunia tercatat sekitar 2,4% hingga 2,5%, bahkan anggaran pertahanan AS dan Rusia melampaui 3% dari PDB. Sementara itu, NATO menuntut anggaran militer para anggotanya tidak di bawah 2% dari PDB. Ditinjau dari aspek tersebut, anggaran pertahanan Tiongkok sebesar 1,26% masih relatif rendah. <p>Anggaran pertahanan Tiongkok menempati urutan kedua di dunia, jika dirata-ratakan, anggaran militer untuk setiap tentara adalah US$ 82 ribu, sedangkan untuk AS adalah US$ 510 ribu, dan untuk Jepang adalah US$ 200 ribu. Pada tahun 2018, jumlah anggaran pertahanan per kapita nasional Tiongkok senilai US$ 118, sedangkan AS adalah US$ 2210, dan Rusia US$ 300. Dilihat dari aspek ini, anggaran militer Tiongkok relatif rendah. <p>He Lei mengungkapkan, anggaran pertahanan Tiongkok adalah jujur dan transparan. Sejak tahun 1978, pemerintah Tiongkok secara ketat menaati Undang-Undang Pertahanan dan Undang-Undang Anggaran Belanja, setiap tahun mengumumkan laporan anggaran belanja termasuk anggaran pertahanan. Mulai tahun 2007, Tiongkok setiap tahunnya menyerahkan laporan anggaran pertahanan tahun sebelumnya kepada PBB.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com