Sabtu, 15 Desember 2018 | 22:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Jokowi ibaratkan medsos media tanpa redaksi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: http://bit.ly/2Ifxtlt
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: http://bit.ly/2Ifxtlt
<p>Presiden Joko Widodo mengibaratkan media sosial (medsos) sebagai media yang tak dikelola oleh redaksi, sehingga siapapun bisa menyampaikan aspirasi dengan lebih mudah.</p><p>"Tersedianya teknologi informasi khususnya sosial media memberi kesempatan warga negara untuk menyampaikan aspirasi, membuat pemimpin lebih mudah mendengar rakyat, interaksi sosial lebih mudah dan gampang. Tapi bagai media tanpa redaksi," kata Presiden saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2018 Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (10/3).</p><p>Menurut dia medsos kerap digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang merugikan termasuk menyampaikan berita bohong, hoax, tempat saling hujat, mencemooh, mencela, dan mengumbar kebencian.</p><p>Hal itu, justru kata dia, membawa keresahan di kalangan masyarakat. Namun menurut Jokowi, hal itu menjadi fenomena yang terjadi di hampir semua negara tak hanya di Indonesia.</p><p>"Setiap pemimpin juga kaget dengan pemberitaan di sosmed. Misal ada berita puluhan tentara RRC masuk lewat Bandara Soekarno Hatta. Setelah kita cek ke kepolisian berita itu enggak ada dan enggak benar," katanya.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Pendidikan | 15 Desember 2018 - 20:41 WIB

Menristek dorong mahasiwa memiliki semangat bela negara

<p>Presiden Joko Widodo mengibaratkan media sosial (medsos) sebagai media yang tak dikelola oleh redaksi, sehingga siapapun bisa menyampaikan aspirasi dengan lebih mudah.</p><p>"Tersedianya teknologi informasi khususnya sosial media memberi kesempatan warga negara untuk menyampaikan aspirasi, membuat pemimpin lebih mudah mendengar rakyat, interaksi sosial lebih mudah dan gampang. Tapi bagai media tanpa redaksi," kata Presiden saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2018 Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (10/3).</p><p>Menurut dia medsos kerap digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang merugikan termasuk menyampaikan berita bohong, hoax, tempat saling hujat, mencemooh, mencela, dan mengumbar kebencian.</p><p>Hal itu, justru kata dia, membawa keresahan di kalangan masyarakat. Namun menurut Jokowi, hal itu menjadi fenomena yang terjadi di hampir semua negara tak hanya di Indonesia.</p><p>"Setiap pemimpin juga kaget dengan pemberitaan di sosmed. Misal ada berita puluhan tentara RRC masuk lewat Bandara Soekarno Hatta. Setelah kita cek ke kepolisian berita itu enggak ada dan enggak benar," katanya.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com